Opini

Jokowi Begitu Menakutkan Buat Gerombolan ORBA

Indah Pratiwi - 30/11/2020 11:35

DIAMETRAL.

Menarik perkembangan politik di penghujung tahun 2020, pada setahun usia pemerintahan Jokowi priode kedua.

Jokowi presiden yg hadir bak meteor, dan menteror kenyamanan sisa gerombolan orba, mereka menganggap Jokowi seperti monster yg harus di buat lengser.

Lihat pergerakan mereka sejak Obor Rakyat, demo berjilid 411, 212, dan tekanan tak langsung lainnya yg terus mengganggu kinerja dgn tujuan membangun Indonesia yg telah di samun begitu lama.

Negara dgn kekayaan alam dan jumlah manusia No. 5 di dunia ini nyaris terbelakang, di Asia saja pernah tidak dianggap ada. Bahkan dgn Vietnam kita bisa di tenggelamkan.

Jokowi begitu menakutkan bagi pemain lama yg hidup aman dan nyaman dgn cara preman. Mereka telah lama hidup dgn cara keburukan, bukan dgn cara kebenaran. Inilah yg harus diluruskan dan Jokowi hadir dalam proses pelurusan yg tidak mereka inginkan, mereka telah nyaman dlm kubangan kebejatan dgn balutan agama, kekuasaan, sekaligus kerakusan yg tidak mudah di hentikan.

Dua priode sang predator keburukan menorehkan hasil kerja di pemerintahan, kegerahan para pemain lama sdh bak menahan tak bersenggama sekian lama, mereka tak sabar utk mengembalikan kejayaan pada 2024 yg akan datang.

Para bohier sdh ancang-ancang, begitu tak sabarnya mereka, sampai bak burung onta yg menyembunyikan kepala, sayang lupa menutup ekornya. Termasuk prilaku JK yg sudah menjadi berita terbuka, dari mulai bisnisnya, manuvernya, cara main dua kakinya, cara menimang jago dan anak asuhan yg dipiara utk dijadikan pemain utama, tapi kasar caranya.

Lihat bagamana mereka mengoyak Jakarta melalui pribumi asli keturunan "Jawa" yg lupa surjannya disimpan dimana. Tapi harus diakui penataan bagaimana mereka tak bisa di tangkap tangan sangat mengagumkan sampai BPK, KPK bisa tak berdaya, atau memang di berdayakan, padahal bgt kasat mata uang rakyat buat poya-poya, untuk membentengi eksistensinya ada dana hampir 3 triliun disiapkan utk ormas, sementara rakyat Jakarta tetap was-was di tengah hujan deras.

Kembali ke isu JK yg viral sejak Rizieq pulang, dari isu ongkos yg disiapkan sampai pembelaannya yg terang-terangan, bahkan ada statement yg memalukan dari mulut mantan wapres yg selalu wan prestasi karena dibalut besarnya ambisi melebihi presiden yg masih ada.

Membahas JK kita ingat Arung Palakka pengeran Bone yg bersteru dgn Sultan Hasanudin, lari ke Batavia bergabung dgn Belanda/VOC.

Arung Palakka adalah sosok yg membingungkan, disatu sisi dia dianggap pahlawan karena membebaskan Bone dari jajahan kerajaan Gowa, tapi pembebasan itu dibantu oleh Belanda sebagai penjajah, dan Arung Palakka juga pernah meluluh lantakkan Minangkabau sbg utusan Belanda, makanya sosok ini sampai sekarang menjadi cacatan yg susah di pahamkan, dia pria perkasa digdaya di zamannya, tapi sekaligus dianggap pengkhianat bangsanya karena Hasanudin sbg pahlawan Indonesia pernah di serangnya. Ini jelas posisinya, dia bersama Belanda sbg patnernya, sekaligus penjajah bangsanya.

JK lahir di Watampone dimana patung Arung Palakka berdiri tegak perkasa, sbg pahlawan Bone sekaligus musuh Sultan Hasnudin dan masyarakat Minangkabau, karena antek Belanda.

Apakah JK berdarah yg sama, tidak ada penjelasannya. Tapi asal muasalnya sama. Karakternya, entahlah, karena perlu pemahaman yg dituntaskan.

Manuver JK saat ini mirip seperti Arung Palakka, dari bisnisnya dia melakukan cara bisnis model orba, dan ini jelas menyalahi. Proyek dikuasai dgn cara tak lazim melalui posisinya saat menjadi wapres, belum lagi isu permintaan penghapusan hutang perusahaan keluarganya yg nyangkut di bank BUMN dlm jumlah triliunan, ini kan sama saja melakukan perampokan. Isu lainnya pada bank Bukopin, Qatar Bank, dll. Andai semua itu tak benar, harusnya mereka membantahnya.

Kepulangan Rizieq yg disangkutkan dgn dirinya makin nyata karena pembelaannya yg memalukan kepada preman agama yg lama di akrabinya juga sbg pasukan penjual agama saat pilkada Jakarta yg memenang paksakan seorang gubernur kelas lumpur dgn mulut selalu berkumur dgn omongan yg teratur tp hasilnya hancur.

Prilaku JK selalu mendua, seolah mengurus negara sekaligus membuat keributan dgn caranya. Lihat saat ditengah ketegangan pilkada Jakarta, dia datangkan Zakhir Naik dan utusan Thaliban, bagaimana kesannya negara merdeka menerima pasukan pemberontak yg membuat negaranya rusak. Dan seorang ulama yg diusir dari negaranya karena ajaran radikalnya. Afghanistan adalah sebuah negara yg diluluh lantakkan oleh agama dan kebodohan, apa yg kita mau ambil dari cara orang terbelakang, kalau tidak karena berpikir sungsang.

Diametral, adalah garis hadap-hadapan yg tidak bisa di satukan karena punya ketetapan berbeda, itulah kita memandang JK saat ini, apakah dia berdilema atas dirinya, atau memang dia mewarisi sifat Arung Palakka. Yang sampai hari ini kita sulit menilai apakah dia pahlawan atau pengkhianat bangsanya.

Tapi yg pasti Indonesia tidak boleh terbelah apapun alasannya, terlalu mahal kita mengorbankan negara kalau hanya gara-gara keturunan, apakah itu cucu nabi, atau keturunan bangsawan, kita tak ada urusan.

Karena buat kita, siapapun yg menginjak bumi Indonesia harus punya integritas, bukan culas, apalagi buas terhadap Indonesia. Mereka akan berhadapan dgn TNI dan Bangsa ini sendiri.

Iyyas Subiakto

TAG TERKAIT :
Jokowi Joko Widodo Presiden Jokowi Orba Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Keluarga Cendana Cendana

Berita Lainnya