Nasional

NESTAPA PASCA EUFORIA

Indah Pratiwi Budi - 01/12/2020 13:29

Rizieq sudah tamat.
Presiden Jokowi membuat dia tersanjung dan sebentar kemudian habis tergulung. Diangkat tinggi dulu, baru kemudian dibanting hingga hancur berkeping².

Setelah dibiarkan oleh Jokowi untuk merasa menang, dari saat kedatangannya di bandara Soekarno Hatta sampai hajatan mantu anak perempuannya dan ceramahnya di acara Maulid Nabi yang leluasa mengumbar ujaran kebencian dan umpatan kepada TNI dan Polri, kini rekaman bukti pelanggaran hukumnya justru yang membawanya ke bilik penjara.

Penangkapannya akan sangat mulus dan Presiden Jokowi tidak bisa dinarasikan sebagai pemimpin anti Islam dan juga anti ulama, sebab pemerintah sudah mendengar dan menampung saran bahkan desakan kuat dari para ulama lain serta tokoh ICMI, Prof Jimly Asshiddiqie.

Bahkan PBNU sudah menyerukan supaya merapatkan barisan dan melawan siapapun yang mengganggu keutuhan NKRI.

Berikut rangkuman kutipan beritanya:

Sebut Ada yang Ingin Runtuhkan Negara, Habib Husein Tuban: Kita Jaga Presiden, Jangan Berkhianat.

"Hingga zaman Jokowi pun ada yang ingin meruntuhkan, oleh karena itu kita harus menjaga Presiden kita bagaimana pun juga. Jangan kita berhianat dari Pemerintahan yang sah yang telah kita sepakati." pungkas Habib Husein Tuban.

Habib Ali Aljufri:

Siapapun yang mengganggu pemerintah, bahkan dia bersorban dan mengatas namakan agama dan dengan dalih membela Islam, maka dia adalah pelaku kriminal dan dia adalah penipu

Eks Ketua MK Minta Kepolisian Tangkap Rizieq Shihab

Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie meminta aparat menindak Rizieq Shihab atas isi ceramahnya yang dinilai penuh kebencian agar provokasi tersebut tidak menyebar luas.

Intruksi PBNU sudah keluar
RAPATKAN BARISAN, SATU KOMANDO

Siapapun provokator yang ganggu keutuhan NKRI kita lawan.

Siapapun yang ingin melakukan hal-hal yang negatif mengganggu keutuhan NKRI harus kita sikapi dan kita lawan. Karena mereka (yang akan mengganggu NKRI) itu musuh bangsa, dan musuh kita semua," tegas Kiai Said dalam pernyataan sikapnya Senin (16/11/2020) sore.

Ketum Persahabatan Ormas-Ormas Islam dan Ormas Keagamaan Indonesia ini juga minta masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, mengawal, menjaga, merawat dan mengawal keutuhan dan keselamatan NKRI menyongsong 100 tahun usia kemerdekaan.

"Kita pertahankan eksistensi keutuhan NKRI, jangan biarkan ada sekelompok orang yang punya agenda ingin merusak keutuhan NKRI ini," tandas Kiai Said.

Ia juga minta masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, untuk tidak mudah terprovokasi kelompok-kelompok yang ingin menghancurkan keutuhan NKRI. Perjuangan founding father dalam membangun bangsa Indonesia harus kita pertahankan.

"Faunding father kita yang membangun bangsa dalam wadah NKRI yang lintas agama, budaya, suku, ras, dan peradaban, harus kita pelihara," tuturnya.

"Mari kita rawat dan cintai NKRI ini dengan semangat ukhuwah wathaniyah dengan solidaritas sebangsa dan setanah air," tutup Ketum PBNU KH Saif Aqil Siraj.

Kesimpulannya, Rizieq memang virus bagi para ulama sekaligus virus penyakit bagi pemerintah Indonesia. Para ulamapun sudah tidak menghendaki keberadaannya.

Kehadiran Rizieq malah lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

TAG TERKAIT :
Rizieq Shihab Rizieq Rizieq Sakit Rizieq Bikin Gaduh Rizieq Kabur Dari Rumah Sakit Hasil Tes Swab Rizieq

Berita Lainnya