Kriminal

Panah Asmara Pendukung Paslon Pilbub Boven Digoel Membawa Luka Untuk Brimob

Anas Baidowi - 01/12/2020 17:46
Ilustrasi

Beritacenter.COM - Seorang anggota Brimob terluka setelah terkena panah yang diduga dilontarkan pendukung pasangan calon (paslon) Pilkada Boven Digoel, Papua. Anggota Brimob tersebut dipanah saat sedang mengamankan situasi di Boven Digoel.

Momen itu dibagikan akun Instagram Gegana Nusantara Korps Brimob Polri, @gegana_id. Dalam unggahan tersebut, nampah sebuah panah tertancap di punggung anggota Brimob yang tengah melakukan pengamanan.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (30/11) sekitar pukul 15.30 WIT. Penyerangan tersebut diduga dilakukan pendukung paslon nomor 4 Pilbup Boven Digoel, Yusak Yaluwo-Yakob Weremba.

Setidaknya sekitar 400 orang massa pendukung Yusak-Yakob mengamuk di Kota Tanah Merah, ibu Kota Kabupaten Boven Digoel. Massa pendukung Yusak-Yakob saat itu mendatangi kantor KPUD Boven Digoel.

Mereka melakukan penyerangan hingga akhirnya seorang anggota Brimob terluka akibat terkena panah.

"(Massa) Melakukan penyerangan terhadap anggota yang sedang melakukan pengamanan di Kantor KPUD Boven Digoel, serta dari penyerangan tersebut salah satu anggota Brimob terkena panah di bagian punggung kiri," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya, Selasa (1/12/2020).

Sebelum mendatangi kantor KPUD Boven Digoel, massa telah melakukan serangkaian tindakan perusakan. Kapolres Boven Digoel dan Dandim 1711 BVD sempat bernegosiasi dengan massa yang akan konvoi sekitar pukul 10.30 WIT. Namun pendukung Yusak-Yakob tak mengindahkan dan tetap berkonvoi.

Tak hanya itu, Massa yang membawa senjata ini juga sempat menganiaya seorang wartawan dan aparat keamanan. Mereka juga merusak kantor bupati.

"Pukul 12.30 WIT massa melakukan konvoi menuju ke arah kota dan massa pun melakukan penganiayaan terhadap salah satu wartawan dan anggota Polres Boven Digoel. Setelah melakukan penganiayaan massa kemudian melakukan pawai menuju km 02 Tanah Merah dan melakukan perusakan terhadap kantor Bupati Boven Digoel," kata dia.

Kemudian mereka melewati rumah cabup nomor urut 2, Chaerul Anwar, yang berjarak 1 km dari posko pemenangan Yusak-Yakob. Massa lalu merusak dan membakar rumah tersebut.

"Anggota yang melakukan pengawalan mencoba untuk mencegah aksi tersebut namun massa tetap nekat membakar rumah milik paslon nomor 2," kata dia.

Serangkaian kerusuhan itu disebabkan karena pendukung Yusak-Yakob tak terima atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah mencoret paslon jagoannya dari daftar calon Bupati Boven Digoel.

"Telah terjadi kasus pembakaran rumah salah satu Paslon nomor urut 02 oleh massa yang tidak terima dengan hasil putusan KPU RI tentang Penetapan Paslon peserta Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Boven Digoel tahun 2020," kata Kombes Kamal.

Diketahui, KPU RI mengeluarkan keputusan nomor 584/PL.02.2-Kpt/06/KPU/XI/2020 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel Tahun 2020 pada 28 November 2020. Isinya, KPU RI memutuskan mencoret pasangan Yusak-Yakob sebagai peserta Pilkada Boven Digoel.

Yusak-Yakob dicoret karena dinilai tidak memenuhi syarat karena belum cukup 5 tahun bebas dari penjara. Sebab, dalam PKPU Nomor 9 Tahun 2020, calon kepala daerah disyaratkan telah melewati jangka waktu lima tahun setelah menjalani pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center Brimob Kena Panah Boven Papua

Berita Lainnya