Opini

Cebonger Khawatir dan Cemas Diamnya Jokowi, Padahal Jokowi Sudah Memegang Ekornya "Tinggal Dibanting"

Indah Pratiwi - 04/12/2020 08:27
Oleh : Salmin Khan

Beberapa hari sesudah kedatangan Rizieq, kita melihat banyak ketidakpuasan dari warga masyarakat. Merasa gemes, cemas dan nggak puas. Melihat obyek vital negara seperti bandara amburadul operasionalnya dan rusak fasilitasnya hanya dalam beberapa jam saja. Lalu melihat rombongan penjemput Rizieq menguasai jalan tol, sepeda motor masuk tol seenaknya dan jalanan jadi macet cet luar biasa. Gemes? Pasti! Saking gemesnya jadi pingin pada pithes, kayak mati'in kutu hehehe…

Yang bikin merasa nggak puas adalah pemerintah terkesan diam saja. Sudah jelas merusak, bikin kerumunan massa dalam kondisi pandemi gini, eh nggak ada sanksi sama sekali dan teguran pun tidak ada.

Padahal sebelumnya Mahfud MD dengan garang sudah bilang mau “sikat”, kalau pendukung Rizieq bikin rusuh. Oleh sebab itu, saya pun berusaha melihatnya dari sudut pandang politis, termasuk memperhitungkan faktor kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Karena saya yakin bahwa apa pun yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh Presiden Jokowi, itu semuanya adalah demi kepentingan rakyat.

Ingat ketika ada demo penolakan Omnibus Law yang berujung anarkis? Presiden Jokowi juga diam dan malah melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan. Kenapa? Karena lebih penting mengurusi ketahanan pangan buat 270 juta rakyat ketimbang memberi hati pada ribuan pendemo yang ternyata lebih percaya hoaks ketimbang penjelasan pemerintah. Waktu itu hanya menteri-menterinya Presiden Jokowi yang handle. Ternyata cukup efektif kok. Ada yang tiba-tiba baper dan meradang karena publik menuduh dia lah dalang demo anarkis itu.

Nah, inilah yang mendasari keyakinan saya bahwa Presiden Jokowi bukannya diam terhadap kedatangan dan kelakuan Rizieq. Begitu pula Mahfud MD, bukannya tidak menepati janjinya untuk menyikat siapa pun yang bikin rusuh. Justru apa yang sudah diperingatkan oleh Mahfud MD, cukup meredam massa penjemput Rizieq, sehingga tidak terjadi kerusuhan. Cuma kerusakan fasilitas karena orang-orang yang berdesak-desakan. Kecil kok itu hitungannya. Pemprov DKI Jakarta saja sanggup memperbaiki kerusakan halte bis TransJakarta yang katanya sampai puluhan miliar rupiah itu. Memang ada kerugian material buat calon penumpang dan maskapai. Tapi kerusakan yang lebih besar tidak terjadi, tidak ada bakar-bakaran, tidak ada korban jiwa. Sesudah beberapa jam Rizieq lewat, bandara kembali normal.

Langkah kedua yang dilakukan Presiden Jokowi adalah mengamati afiliasi Rizieq. Siapa yang sowan ke Rizieq? Bagi mereka yang mendatangi Rizieq, nampaknya gagah gitu, seakan sudah berhasil melawan Jokowi. padahal tetap saja, di Pilpres 2019, Jokowi tetap jadi pemenang kan. Anies, Amien Rais, orang MUI, politisi PKS dan Fadli Zon. Ridwan Kamil pun juga sudah berencana mengunjungi Rizieq. Mereka merasa hebat bisa mendatangi Rizieq. Mereka juga berusaha memperkuat image dan menjadikan Rizieq sebagai simbol utama oposisi terhadap pemerintah. Tanpa mereka sadar, semuanya diabsenin sama Presiden Jokowi, dicatat.

Rizieq sendiri juga langsung tancap gas. Menyebut Revolusi Mental dipakai oleh gembong komunis. Selain menerima tamu para pejabat dan politisi, Rizieq sudah merencanakan safari dakwah. Hari ini bahkan Rizieq mengisi acara Maulid Nabi Muhammad di Cipayung, Jakarta Timur. Massa pun berkumpul tanpa mentaati protokol kesehatan. Bahkan, sudah ada selentingan soal Reuni 212 yang katanya akan diizinkan oleh Pemprov DKI Jakarta Sumber.

Rizieq (dan orang-orang di belakangnya) berharap pemerintah terintimidasi dan kemudian mengeluarkan tindakan represif. Namun, pemerintah justru diam saja. Seakan membiarkan apapun yang dilakukan oleh Rizieq. Apakah karena Presiden Jokowi takut? Ngimpi lu! Presiden Jokowi itu berkuasa atas kekuatan rakyat TNI dan Polri.

Kalau mau pakai cara Orba, sebar aja petrus (penembak misterius) di mana-mana. Des, des, des! Modyar semua, tenang lah negeri ini. Yakin? Jaman sekarang yang arus informasinya mengalir deras nggak pake rem. Tidak bisa disamakan dengan arus informasi di jaman Orba yang masih jadul, terbatas dan dibatasi.

Justru ini yang diinginkan oleh para lawan politik Jokowi. Maunya mereka Presiden Jokowi terpancing, lalu mengambil langkah represif, otoriter, bahkan kejam. Lalu Jokowi digempur dengan isu HAM, bahkan bisa diseret ke pengadilan internasional. Dan pihak asing pun berdatangan mengintervensi kedaulatan Indonesia. Hohoho… nanti dulu, Ferguso! Kedok dan taktik lu sudah ketahuan.

Presiden Jokowi sedang mengatur strategi “perang”. Yang efektif, yang tidak membahayakan kepentingan rakyatnya, dan yang bisa “merebus kodok” diam-diam tanpa mereka sadari. Kalau negara ini sampai kacau karena Presiden Jokowi salah langkah, itu sangat fatal buat rakyat.

Faktor kehati-hatian, kecermatan, tidak grasa grusu, adalah semua yang mendasari keputusan Jokowi. Walaupun menjadikan beliau dikecam, disebut takut sama FPI, seakan diam saja. Saya yakin Presiden Jokowi sudah memegang “ekornya” Rizieq. Kenapa yakin? Karena Rizieq itu takut kalau kasus-kasus hukumnya diteruskan. Lihat saja, Rizieq duluan kok yang menawarkan rekonsiliasi, sekalian minta kasus hukumnya dihentikan. Bahkan Henry Yosodiningrat minta Polri menindaklanjuti laporannya soal Rizieq yang tertunda, pengacara Rizieq sudah kelimpungan minta laporan itu dicabut saja.

Sok tidak mengakui pemerintah, sok menyebut Jokowi presiden ilegal. Ternyata keder juga kalau kasus hukumnya berlanjut. Tapi ingat, ada dugaan bahwa ada pihak yang mendalangi Rizieq. Hidup di Arab Saudi bertahun-tahun tanpa pekerjaan itu tidak mungkin. Pasti ada yang mengongkosi. Kepulangannya pun juga pasti ada yang mengongkosi.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi harus mengantisipasi, bukan hanya kelakuan Rizieq tapi juga orang-orang atau bohir yang ada di belakangnya. Kita harus sabar. Mungkin nanti ada yang ditangkap menjelang Reuni 212? Bisa saja. Seperti cara Jokowi “menggembosi” KAMI. Dilihat, diterawang, dilepas sekrupnya, dikasih air, lalu kabelnya colokin ke listrik. Zezezezezz, lalu menggelepar seperti ikan kena setrum hohoho…!!

Sumber : Status Facebook Salmin Khan

TAG TERKAIT :
Jokowi Rizieq Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Rizieq Bikin Gaduh

Berita Lainnya