Politik

Gibran Menang, Bagikan "Semangka" Untuk Warga Surakarta

Indah Pratiwi - 12/12/2020 15:30
Oleh : Harjo Nanggu

Paska hasil quick count Pilkada Surakarta yang menggambarkan kemenangan Gibran Rakabuming – Teguh Prakosa dengan perolehan 86,45% atas pasangan Bagyo Wahyono – Fx Supardjo yang hanya memperoleh 13,55% suara, putra sulung Presiden Jokowi “membagikan” semangka buat masyarakat Surakarta. Tentu bukan semangka beneran berupa buah, namun jargon “Semangat Membangun Kota Surakarta”. Idiom sederhana, mudah difahami dan membangkitkan optimisme.

Sepertinya Gibran tak ingin berlarut-larut dalam euphoria kemenangan Pilkada yang sudah diramalkan banyak orang. Dia ingin “meracuni” publik bahwa kemenangan itu sebagai tanda saatnya mulai bekerja. Ditengah masa pandemi dan pertumbuhan ekonomi yang belum menggembirakan ini, harus segera menggerakkan semua elemen masyarakat untuk bangkit, bahu membahu dan optimis dengan masa depan kota.

Sebagai seorang pengusaha muda, tentu Gibran sudah memiliki jaringan, pemikiran, gagasan bahkan ide atas apa yang harus segera dilakukan. Ditambah pelantikan Walikota juga dua bulan lagi. Tidak cukup banyak waktu berhura-hura atas kemenangan.

Dalam kepala Gibran, waktu adalah asset dan peluang serta potensi yang perlu dioptimalkan guna menggerakkan segala sumber daya. Dirinya tahu bahwa Solo memiliki banyak hal positif yang bias “dijual” dan didorong segera demi kesejahteraan masyarakat kotanya. Meski demikian, dirinya juga menganggap penting keunggulan budaya. Dalam debat kedua Calon Walikota, Gibran mengemukakan bahwa Solo memiliki potensi budaya cukup besar. Baik dari kesenian tradisional, museum, bangunan bersejarah, kuliner dan beragam kebudayaan lain yang dapat dipasarkan kepada masyarakat luar. Ditambah dengan keberadaan gamelan ditiap kelurahan, itu jadi sumberdaya yang strategis.

Bagi ayah Jan Ethes ini, membangun kota harus melibatkan seluruh stakeholders kota yang tentu sesuai dengan bidangnya masing-masing. Tanpa pelibatan masyarakat maka kota tidak akan hidup secara jiwa. Bila melihat track record sebagai pengusaha dan perjalanan kampanye, bakal ada terobosan-terobosan unik dan brilian. Salah satu tanda ketika KPU menetapkan larangan kampanye baik rapat akbar, apel, pertemuan, konser, atau kegiatan luar ruangan dibatasi 50 orang, dirinya langsung mengeluarkan blusukan online. Dia menyapa warga dari jarak jauh dan warga dapat bertatap muka dengan layar monitor yang dibawa keliling masuk gang.

Meski terlihat sederhana, tapi maknanya cukup dalam. Baginya setiap larangan atau rintangan sebenarnya bukan untuk disesali atau hambatan untuk terus maju. Jaman dengan kecanggihan teknologi seperti sekarang justru jadi peluang baru menggerakkan potensi yang ada.

Lalu apa yang harus dilakukan warga kota? Tentu saja mengkontribusikan semua potensi yang dimiliki baik pribadi, pengetahuan, serta lingkungan. Sebagai Walikota baru, Gibran bakal mengorkestrasi “semangka” dengan baik. Gagasan diberbagai bidang bukan hanya kebudayaan akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kota Surakarta 2021 – 2024. Buku pedoman itulah yang nantinya menjadi pegangan membangun kota 4 tahun ke depan.

Tipologi walikota muda nan brilian ini bakal menjadi magnet baru dalam mengembangkan daerah. Meski Solo terhitung sebagai kota kecil namun bila digarap serius akan tumbuh lebih maju dibandingkan dengan kawasan sekitarnya. Dulu ayahnya dalam mengelola kota memegang prinsip nguwongke uwong (memanusiakan manusia), dan prinsip itu masih relevan untuk tetap dijaga serta dilestarikan. Nilai-nilai kehidupan warga kota sebenarnya laku “dijual”, tinggal dipikirkan bagaimana mengemas, membranding lalu menawarkannya untuk publik.

Bila sudah begitu, mari joget bersama

Tarik sis, semongko

TAG TERKAIT :
Politik Gibran Rakabuming Pilkada Solo Gibran Rakabuming Menang

Berita Lainnya