News

Hendropriyono Sebut Momentum HRS Ditahan Dimanfaatkan Politikus Tertentu

Anas Baidowi - 14/12/2020 15:31
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono

Beritacenter.COM - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono angkat bicara terkait momen Habib Rizieq Shihab yang saat ini ditahan Polda Metro Jaya. Menurutnya, momentum ini bisa dimanfaatkan politikus untuk kepentingan tertentu.

Mulanya, Hendropriyono mengapresiasi atas kinerja Densus 88 yang berhasil menangkap buron teroris Zulkarnaen alias Aris Sumarsono alias Daud alias Zaenal Arifin alias Abdulrahman di Lampung. Ia kemudian menyebut radikalisme di Indonesia dikembangkan oleh Abu Bakar Ba'asyir dan didukung Habib Rizieq.

"Alhamdulillah Densus 88 Polri, Polda Lampung dibantu TNI kemarin malam berhasil menangkap gembong kejahatan terorisme Zulkarnaen Kepala Asykari (Sayap Bersenjata) JI DPO kasus bom Bali I, Ambon dan Poso tertangkap di Lampung Timur. Jika terorisme merupakan pohon, maka akarnya adalah radikalisme. Radikalisme dikembangkan oleh Abu Bakar Ba'asyir (kini dalam penjara) yang ternyata didukung oleh MRS. Dengan ditangkapnya imam FPI tersebut," kata Hendropriyono dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).

Hendropriyono mengingatkan, keberadaan Habib Rizieq dan Abu Bakar Ba'asyir di dalam tahanan dimanfaatkan oleh politikus untuk bermanuver. Apalagi jika manuver tersebut sampai mempengaruhi generasi muda Indonesia.

"Keberadaan Abu Bakar Ba'asyir (ABB) dan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dalam tahanan saat ini dapat dimanfaatkan para politikus tertentu untuk mengail di air keruh. Mereka akan (bahkan sudah mulai) mengambil kesempatan ini untuk kepentingan politik pribadinya. Jangan sampai manuver-manuver mereka yang menyesatkan itu, memperbudak pikiran kalian terutama dari generasi muda," tuturnya.

Hendropriyono juga mengimbau generasi muda dan seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh dengan paham radikalisme.

"Yang perlu dipahami, jika terorisme merupakan pohon, maka akarnya adalah radikalisme. Radikalisme dikembangkan oleh ABB yang kini dalam penjara dan ternyata didukung oleh MRS. Dengan ditangkapnya imam Front Pembela Islam (FPI) tersebut saya perlu mengingatkan kepada segenap komponen bangsa," ujar Hendropriyono.

"Kepada anak-anak kita kaum muda bangsa agar segera sadar dan kembali kepada dirimu sendiri. Jangan mau terus dipengaruhi untuk berbuat syirik. Mengutip kata KH Mustofa Bisri, berhentilah mempertuhankan dirimu sendiri, dengan mengadili orang lain sebagai berbuat ma'ruf atau munkar. Berhentilah membenci, menyakiti, atau menghukum orang lain," sambungnya.

Hendropriyono menuturkan bahwa setiap manusia adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Tuhan tidak pernah memerintahkan umatnya untuk menyakiti orang lain.

"Mereka adalah makhluk ciptaan Allah, bukan ciptaan kamu. Kalian dan tak seorang pun dari kita pernah mendapat mandat dari Allah, tidak juga dari hukum negara atau mandat dari rakyat Indonesia. Kalian hanya terjebak oleh para politikus, yang menyalahgunakan keimananmu," kata Hendropriyono.

Dia juga meminta masyarakat untuk tak terpengaruh dengan ceramah atau dakwah yang terdapat unsur menghasut dan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Karena menurutnya, para politikus hanya menungganginya untuk kepentingan politiknya.

"Jangan kau dengar lagi pidato yang berkobar-kobar, ceramah atau dakwah yang menghasut dan menyebarkan berita bohong yang simpang siur. Jika kini para politikus berteriak membakar hatimu, seolah-olah membela kamu, pura-pura membela pemimpinmu dan seperti membela agama kita, sejatinya mereka hanya mau menunggangi kamu, untuk keperluan politiknya atau nafsu pribadinya," tuturnya.

Kemudian, ia juga mengimbau kepada para orang tua untuk selalu memperhatikan dan membimbing anaknya agar tak terpengaruh dengan paham radikalism. Ia menyarankan agar para orang tua meminta anak-anaknya untuk beribadah di rumah.

"Kepada kaum ibu, tolong menerangi hari depan anak-anak kita, cerahkan pikiran mereka agar mampu berpikir cerdas dan bijak demi keselamatan dan keberhasilan anak-anak kita dalam menjalani hidup. Anak-anakku generasi penerus bangsa Indonesia, pulanglah kamu ke lubuk hatimu masing-masing. Tinggal dan beribadahlah di rumah untuk menghindari penyakit COVID-19 yang sangat berbahaya ini, yang bisa merenggut nyawamu atau orang-orang yang kamu cintai sewaktu-waktu," kata Hendropriyono.

"Hentikan keluar rumah, turun ke jalan, mengamuk melampiaskan emosi, yang sebenarnya tidak ada gunanya bagi kamu semua. Jangan sampai terperangah oleh provokasi siapa pun. Berhentilah berbuat yang merusak nasibmu sendiri, menggelapkan masa depan anak-anak dan keturunanmu sendiri," imbuh dia.

TAG TERKAIT :
Politik Berita Center Politikus Hendropriyono HRS Ditahan Mantan Kepala BNN

Berita Lainnya