News

Aktivis Perempuan Desak Penting RUU PKS, Tanggapi Ayah Perkosa Anak Hingga Hamil di Sumsel

Aisyah Isyana - 15/12/2020 17:30

Beritacenter.COM - Nahas, nasib gadis asal Sumatera Selatan berinisial DI (17) diduga korban pemerkosaan berulang kali oleh ayah kadungnya hingga hamil dua kali. Menyikapi hal itu, aktivis perempuan menyinggung soal perlunya RUU penghapusan kekerasan Seksual (PKS).

Dikatakan aktivis hak-hak perempuan Women Crisis Center (WCC) Palembang, Yeni Roslaini Izi, apa yang menimpa DI sungguhsangat disayangkan. Terlebih, Yeni menyebut apa yang dilakukan orangtua korban sangat miris dan kejam.

Baca juga :

"Saya mendengar kasus ini sangat kejam. Sangat miris karena dilakukan oleh orang dekat sendiri, dalam hal ini ayahnya," ujar Yeni, Selasa (15/12/2020).

Yeni tak menyebut kasus ayah memperkosa anak sudah banyak terjadi selama ini. Untuk itu, dia meminta para pemerkosa dapat diberikan hukuman seberat-beratnya.

"Ini adalah inses, sudah tidak bisa dihitung pakai tangan, ini yang terungkap ya. Belum lagi yang tidak terungkap karena dilakukan oleh orang dekat, keluarga yang akhirnya korban ketakutan, malu bahkan disalahkan," kata Yeni.

Lebih lanjut, Yeni berharap agar DPR RI dan pemerintah dapat segera mengesahkan RUU penghapusan kekerasan seksual (PSK). Terlebih, aksi pemerkosaan dapat menimbulkan trauma mendalam terhadap korban kedepannya.

"Indonesia harus cepat mengesahkan RUU tentang Penghapusan Kekerasan. Apalagi ini masih anak-anak, tentu dia ada trauma seumur hidup," katanya.

"Saya melihat sanksi untuk kasus inses di Indonesia tidak begitu berat. Harusnya ya hukuman itu kalau orang dekat ditambah sepertiga, jangan nanti malah diringankan dan dibenturkan si ayah ini pencari nafkah utama," sambung Yeni.

Lebih lagi, kasus pemerkosaan kerap disalahgunakan oleh pihak keluarga. "Yang kasihan adalah korban, jadi korban sering disalahkan keluarga. Salah akibat ayahnya dihukum, tidak bisa menjaga diri dan sebagainya yang itu menimbulkan trauma mendalam, harus kita kembalikan," katanya.

Untuk diketahui, DI (17) menjadi korban pemerkosaan oleh ayah kandungnya sendiri, EI (47), hingga hamil 7 bulan. Sementara ibu tirinya, GS (34), malah menyiksa korban yang tak mau mengaku siapa yang telah menghamilinya.

Aksi pemerkosaan terhadap korban diduga terjadi sejak 2018. Ayah korban EI (47), diduga berulang kali memperkosa putri kandungnya hingga hamil dua kali. "Ini sudah lama dan lahir seorang anak usia 2 tahun," ucap Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ikang Ade, Selasa (15/12).

TAG TERKAIT :
Pemerkosaan Pelecehan Seksual Palembang Berita Kriminal Indonesia Asusila RUU PKS Kekerasaan Sesula Terhadap Anak

Berita Lainnya