Politik

Risma soal Kursi Mensos : Pasti Berat, Jadi Itu Kenapa Saya Ndak Berani

Jadi itu kenapa aku ndak berani sama sekali, siapa pun yang mempengaruhi aku. Saya tidak berani berpikir itu. Mulai bantuan, PKH, apa-apa, kan pasti berat. Makanya kenapa kalau aku tidak berpikir (jadi mensos)

Aisyah Isyana - 16/12/2020 22:32

Beritacenter.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini angkat bicara soal diisukan menjadi kandidat kuat menjabat Menteri Sosial (Mensos). Risma mengaku hingga saat ini belum mendapat mandat dari Ketum PDIP Megawati.

"Mensos opo? Paling seng nulis awakmu, onok ae awakmu (Paling yang nulis kamu, bisa saja kamu). Saya ndak, saya ndak itu," kata Risma saat ditemui di rumah dinas, Jalan Sedap Malam, Rabu (16/12/2020).

Baca juga :

Selain itu, Risma juga menyinggung soal jabatan Mensos yang memiliki tanggung jawab besar. Terlebih, kondisi saat ini dimana jutaan rakyat Indonesia sangat bergantung kepada Mensos.

"Coba, berapa orang di Indonesia ini sangat tergantung pada Mensos," ujarnya.

Risma mengaku atas alasan itulah dirinya tak berani menjabat sebagai menteri, tak peduli siapa pun yang akan mempengaruhinya. Menurutnya, tugas seorang menteri sangatlah berat, khususnya Mensos yang menjadi tempat masyarakat kurang mampu untuk bergantung.

"Jadi itu kenapa aku ndak berani sama sekali, siapa pun yang mempengaruhi aku. Saya tidak berani berpikir itu. Mulai bantuan, PKH, apa-apa, kan pasti berat. Makanya kenapa kalau aku tidak berpikir (jadi mensos)," jelasnya.

"Aku tidak meminta, pasti Gusti Allah nanti akan membantu saat aku sulit. Karena tidak mudah. Misalkan masalah data, kan tidak mudah, kita mesti cari data clear yang betul," tambahnya.

Untuk itu, Risma mengaku tak berani memikirkan untuk menjabat menjadi menteri, terlebih menimbang pertanggung jawaban jabatannya kepada Tuhan. "Kalau aku salah, kan bahaya sekali, aku harus mempertanggungjawabkan kepada Tuhan yaopo (bagaimana)," katanya.

Risma menyebut ada dua hal yang menjadi pertimbangannya untuk tidak berada di posisi menteri. Salah satu contohnya, terdapat warga Surabaya yang pernah berkirim surat kepadanya lantaran tak mendapat bantuan.

"Ternyata dia pindah tidak pamit RT/RW-nya. Jadi pak RT/RW tidak tahu pindah ke mana, mau dikasih ke mana. Kedua, ada yang mungkin sudah tidak memerlukan lagi karena hidupnya sudah lebih baik. Jadi banyak yang harus dibenahi. Oleh karena itu, sekali lagi kenapa saya tidak berani (jadi menteri)," pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Tri Rismaharini Risma Wali Kota Surabaya Mensos Kursi Mensos Risma Kandidat Kuat Mensos

Berita Lainnya