Bisnis

KKP : Start Up Jadi Jembatan Masalah Pasar, Dorong Perekonomian Pembudidaya

Kehadiran start up bisa menjembatani masalah pasar. Penciptaan pasar on line, saya kira sangat membantu penyerapan produk dan tentu berefek pada kembali bergeliatnya kegiatan usaha budidaya

Aisyah Isyana - 18/12/2020 18:40
Ilustrasi Ikan Tuna

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyoroti perkembangan start up sektor perikanan di Indonesia. Dari data yang dihimpun jaringan start up bidang perikanan yang tergabung dalam Digifish, tercatat ada sebanyak 700 start up bidang perikanan yang tersebar di Indonesia, dimana 30 diantaranya tergabung dalam digifish network.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menyebut peran milenial di start up sangat sentral dalam mendorong daya ungkit nilai tambah ekonomi bagi para pembudidaya, khususnya pembudidaya ikan. Kontribusi milenial dapat di lihat dari peran mereka sebagai penyangga pasar melalui jejaring market online (e-commerce), terutama di masa pandemi COVID-19.

Baca juga :

Peran start up sektor perikanan yang didominasi kaum milenial sangat sentral kontribusinya dalam mendorong mata rantai sistem produksi perikanan yang lebih efesien. Hal itu terungkap dalam ajang tahunan 'Digifish 2020' yang digelar secara daring, Selasa (15/12). Digifish merupakan ajang tahunan yang menghadirikan sharing berbagai inovasi dari start up bidang perikanan di tanah air.

"Pandemi Covid- 19 telah secara nyata memberikan efek negatif terhadap rantai suplai yang menyebabkan harga komoditas di tingkat pembudidaya turun, penyebabnya market yang terbatas akibat banyak yang tutup. Namun kehadiran para start up bisa menjembatani masalah pasar. Penciptaan pasar on line, saya kira sangat membantu penyerapan produk dan tentu berefek pada kembali bergeliatnya kegiatan usaha budidaya", jelas Slamet.

Slamet mengatakan, sedikitnya terdapat 5 peranan penting start up yang saat ini terus didorong, yakni menjamin kepastian pasar; mendorong bahan baku berkualitas; memperkuat ketelusuran produk; mendorong investasi melalui skema crowdfunding; dan menjamin supply chain lebih efisien.

"KKP tentu siap untuk mendorong tumbuh kembangnya start up bidang perikanan di Indonesia. Inovasi menjadi mutlak guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, apalagi potensi Sumber Daya Perikanan, utamanya akuakultur sangat besar", tutup Slamet.

Start Up Jadi Solusi Akses Pasar, Dorong Naiknya Perekonomian Pembudidaya

Start Up bidang perikanan terbukti telah terbukti menjadi solusi bagi para pembudidaya ikan, ditengah kondisi pasar saat ini di masa pandemi COVID-19. Seperti halnya yang diungkapkan CEO E-Fishery, Gibran, yang menyebut pihaknya telah turun langsung untuk memfasilitasi dan memberi kemudahan akses pasar untuk hasil panen para pembudidaya melalui program 'Tarik Ikan'.

Lewat program itu, dapat memungkinkan pihak melakukan pembelian langsung ke on farm, guna menjamin pembelian. Dalam kurun waktu Maret-Oktober setidaknya sebanyak 850 ton ikan berhasil dibeli secara langsung dari para pembudidaya.

"Program "Tarik Ikan" tujuannya untuk menjamin akses pasar langsung di masa pandemi ini. Jadi, kita coba jemput bola untuk beli fresh/hidup dan kami olah sendiri. Kami juga telah mendapat award dari donatur untuk mensuplai ikan bagi tenaga kesehatan", jelas Gibran.

"Ada tiga program unggulan kami yakni terkait fish market, feed dan fund. Jika ketiga sistem produksi ini bisa kita integrasikan, pasti daya ungkit ekonominya luar biasa. Saat ini, kami telah punya 70 e-fishery point di seluruh Indonesia. Disisi lain, kami bersama Aruna juga telah mendapatkan suntikan dana sekitar 200 milyar rupiah," pungkasnya

TAG TERKAIT :
KKP Start Up E-commerce Market online produksi perikanan Market Online

Berita Lainnya