Opini

You are here Menyongsong Era Pemimpin Muda

Indah Pratiwi Budi - 19/12/2020 07:00
Oleh: Iyyas Subiakto

Tanggal 9 Desember 2020 adalah hari bersejarah BAGI INDONESIA, dilakukannya pilkada serentak pertama ditengah pandemi covid19. Dan bertepatan HARI ANTI KORUPSI DUNIA. Terlepas dari kondisi diatas hasil dari pilkada itu sendiri cukup melegakan, banyak pemimpin muda dibawah usia 50 thn yang terpilih.

Jawapos pagi ini menampilkan 9 anak muda yg berhasil terpilih sebagai kepala daerah baru dengan rentang usia antara 26-33 tahun. Adalah Hulu Rezita Meylani Yopi cabub Indragri dengan usia termuda, 26 thn, kemudian Bayu Aji 27 thn Pacitan, Aditya 28 thn Tuban, Hanindhito 28 thn Kediri , V. Timotius Gultom 28 thn Samosir, Ahmad Muhdlor 29 thn Sidoarjo, Bobby Nst 29 thn Medan, Moh. Nur Arifin 30 thn Trenggalek, dan Gibran 33 thn Solo.

Hadirnya para pemimpin muda diatas adalah karena memang waktunya mereka tampil, selain waktunya mereka, juga para pemilih milenial sudah mencapai diatas 40%, dan diasumsikan pada 2024 melaju ke angka 60%. Kehadiran para pemilih milenial akan mempengaruhi siapa dan untuk apa mereka memilih pemimpin atau wakil rakyat sesuai dengan pola pikir mereka yg sudah lebih luas menyerap informasi dari kemudahan mengakses via medsos dan IT yang terus berkembang. Juga pendidikan mereka sudah mulai banyak tamatan perguruan tingggi, atau minimal SMU.

Baik calon pemimpin muda maupun pemilih muda yang hadir harus diwadahi dengan baik, karena merekalah yang akan menentukan negara ini akan jadi apa. Mereka harus dilepaskan dari jargon basi seperti Enak Zamanku Tho, Partai Wong Cilik, atau Restorasi Indonesia, dst yang sudah menjadi isu basi. Karena buktinya ngurus koruptor yg mau dihukum mati saja DPR nya pada nggak berani buat UU, karena thn 2020 DPR masih memegang piala citra lembaga terkorup di Indonesia.

Hadirnya partai anak muda yang mulai thn 2019, PSI sudah bisa memulai mewarnai legislatif, walau suara mereka kalah pamor dengan para koruptor yg bertopeng wakil rakyat diruang yg sama. Harusnya tahun ini partai anak muda sejenis PSI segera ada minimal 2-3 lagi, mungkin Partai Pemuda Indonesia/PPI, sehingga pemilu 2024 Indonesia benar-benar diwarnai pemimpin milenial, dan presidennya juga maksimum berusia 45 thn, ini baru keren.

2024 adalah tahun Indonesia lepas landas menuju negara maju tahun 2045, dimana sudah diramal kita akan menjadi kekuatan ekonomi dunia no.5. Untuk menyongsong hal itu gak kuat kalau presidennya orang tua, apalagi yang sudah berulang kali kalah dan mau ditandem dengan anak ketua partai dengan modal keturunan. Sudah nggak zamannya mbak.

Jokowi sudah meletakkan pondasi, jangan sampai dirusak oleh orang yang memaksa menang dan balas dendam. Ini harus dihadang, hadirnya para anak muda kepermukaan menjadi pemimpin adalah pertanda bahwa Tuhan menginginkan yang tua bangkotan silakan turun tahta.

Kita berharap hadirnya anak muda karena mereka terpanggil mereka melihat banyak tipu muslihat yang dilakukan pejabat kepada rakyat. Gibran dan Bobby adalah dua anak yang seharusnya menauladani Jokowi, dan mereka pasti tak berani melenceng dari pakem yang sudah dilakukan orang tuanya.

Kalimat sinis yang awalnya mencemooh pencalonan Gibran dan Bobby sekarang ndower dlewer, terpilihnya mereka berdua dan 7 anak muda lainnya bukan semata-mata karena orang tuanya, tapi rakyat Indonesia sudah sadar bahwa mereka tak lagi mau dikasi janji basi oleh orang-orang yang bau potensi korupsi. Sekarang kita tunggu kiprah anak muda terpilih, semoga tak salah gaya, banyak retorika gak bisa kerja. Akhirnya kita kembali milih orang tua yang itu-itu juga, cilakalah kita semua.

MARI ANAK MUDA, BERPACU DALAM KARYA DAN BERPRESTASI, JANGAN KEBANYAKAN JANJI KALAU TAK BISA DIEKSEKUSI.

INDONESIA JAYA DITANGAN ANAK MUDA, KALAU MASIH BUTUH KING MAKER PASTI JOKOWI YANG MENGISINYA.


(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

TAG TERKAIT :
Pilkada Pilkada Serentak 2020 Pemimpin Muda

Berita Lainnya

AHOK LAGI

Opini 17/06/2021 17:00

DUH NEGARAKU...

Opini 16/06/2021 19:00

Siasat Prabowo

Opini 16/06/2021 16:00