Opini

JOKOWI KEMBALI MENGULITI PARA PENGKHIANAT BANGSA YANG INGIN MENJATUHKANYA

Indah Pratiwi Budi - 22/12/2020 15:30

Kembalinya Rizieq Shihab sebenarnya diharapkan sebagai momentum kemenangan para political mainstream tetapi sekali lagi Jokowi memang seorang Pemimpin kelas dunia yang cerdas dan baru dimiliki Indonesia saat ini, sehingga semua masalah bisa diatasi secara efektif dengan managerial yang solid dan cermat termasuk dibidang pertahanan.

Sejak awal kedatangan hingga Tertangkapnya Rizieq Shihab adalah hard game atau permainan keras untuk terus menggoyang pemerintahan dimasa pandemic ini . Bagaimana dengan hilangnya 6 nyawa ?

Hilangnya 6 nyawa memang sengaja mereka korbankan karena sudah kental sekali bahwa brain wash sebagai kuda perang yang dilekatkan pada para pendukung dan terutama laskar mereka dengan keyakinan untuk mati syahid.

Kita sudah sangat sering mendengar ajaran dan ceramah Rizieq kepada para pengikutnya bahkan hingga minta dukungan keluarganya jika putranya meninggal ketika membela dia akan mati syahid dan masuk sorga tentunya dengan slogan membela Islam karena dia mengkultuskan diri sebagai seorang imam Besar Umat Islam!, apakah Itu satu kebetulan ?

Rasanya sangat naif bila dilakatakan kebetulan karena memang kenyataannya sudah direncanakan . Kita bisa melihat semenjak kembalinya Rizieq ke Indonesia selama kurang lebih 10 Hari pertama terus mengobarkan revolusi apalagi pemerintah cenderung wait and see sambil melihat bagaimana respon para kepala daerah dan kapolda karena pemerintah sudah menggelontorkan dana yang tidak sedikit bahwa protokol kesehatan adalah tanggung jawab Kepala daerah. Kemudian apakah gerakan TNI/POLRI bisa mereka baca?

Saya sangat surprise dengan kecerdasan Polri dan TNI yang tentunya Tak lepas dari peranan Jokowi sang Pemimpin dan Panglima Tertinggi Angkatan bersenjata.

Gerakan mereka didalam pelaksanaan Komando sangat halus dan terukur serta terencana dengan baik sehingga bukan saja sasaran yang kena tapi orang yang dibelakang dan para player behind the show sang berhala umat tersesat Rizieq Shihab pun jadi terbuka, padahal mereka sudah mempersiapkan suatu rencana besar untuk menggulingkan pemerintah gerakan Rizieq Shihab ini akan disusul dengan impeachment yang tentunya kita sebagai masyarakat sudah mulai melek politik jadi bisa ikut mengamati.

Ketika itu kita diperlihatkan dengan jelas gerakan para pengkhianat Negri ini, di awal Tahun 2020 tak henti- hentinya diwarnai dengan demo yang diprakarsai oleh para Political Mainstream yang mulai menggerakan Pasukan kuda perangnya , siapa mereka?

Siapa lagi Kalah bukan PA 212, FPI , para jemaah militan PKS dan barisan jamaah harakah dan tarbiyahnya , jemaah Pengajian Darussalam yang pernah didirikan oleh SBY melalui Bachtiar Nasir. Kemudian koalisi para manusia berwajah Arab yang selalu memproklamirkan diri sebagai Habib yang dikoordinasikan oleh keluarga Cendana. Belum lagi barisan Nasionalis dan elit politik serta TNC (Trans National Company) yang dikoordinir Pak Chaplin.

Belum lagi unsur TNI yang Masih loyal kepada GN.

Gerakan KAMI yang berusaha merangkul masa mengambang dan para mantan Pejabat dan mantan politisi sudah dideklarasikan bahkan calon Presiden dan wakil Presidennya pun sudah ada , yaitu Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo sudah disosialisasikan di media-media sosial. Juga isyu mengenai impeachment pun sudah disosialisasikan sejak awal tahun, baik melalui medsos maupun Pengajian-pengajian sebagai basis mereka mengumpulkan massa, saluran TV Swasta pun dibuat sebagai sarana untuk melakukan infiltrasi dan menggiring opini bahwa Pemerintah tidak becus bekerja, saya tidak usah ceritakan bagaimana para host seperti Najwa Shihab dan Karni Ilyas terus membuat opini seolah-olah pemerintah gagal mengatasi pandemic Covid 19 belum lagi ditambah efek kejut dari Wan Abud, ditambah celotehan para kakek tua seperti Dien Samsudin dan Amien Rais yang seperti kaleng rombeng .

Mereka berusaha mensosialisasikan impeachment dan pasti sering Kita dengar karena impeachment adalah hal yang paling memungkinkan untuk dilakukan dalam pengambil alihan kekuasaan untuk saat ini.

Hal yang sangat mudah dilakukan adalah mengundang massa untuk menguasai DPR.

Hal tersebut bisa dibaca ketika euvoria kedatangan Rizieq Shihab yang bisa mengumpulkan Massa hingga berpuluh km memacetkan Bandara hingga para penumpang pesawat yang baru tiba dan awak kabin harus berjalan kaki hingga lebih dari 5 km.

Logikanya apa sulitnya memenuhi senayan dengan massa yang begitu banyak dan beringas sehingga fasilitas bandara pun luluh lantak . Hal tersebut membuat semangat para Political Mainstream yang sudah bolak balik gagal menggulingkan Jokowi gairahnya muncul kembali

Apalagi Rizieq Shihab melakukan marathon Setelah kedatangannya dari mulai mengadakan silaturahmi di Petamburan yang dihadiri sang calon Presiden Mr. Wan Abud hingga Sang calon Wapres GN yang tak hadir pada saat pemberian bintang jasa Mahaputra, padahal merupakan bintang jasa tertinggi untuk seorang TNI yang kemudian dibuat narasi-narasi provokatif oleh para buzzer dan para oposisi pemerintah kemudian Rizieq Shihab melanjutkan safari melakukan Pengajian di Cikeas, menyelenggarakan acara maulid nabi yang ceramahnya ada kata-kata Lon** hingga mengundang masyarakat untuk hadir dalam pesta pernikahan putrinya. Semua acara tersebut menimbulkan kerumunan Masa yang luar biasa yang tujuannya secara bertahap akan dipengaruhi untuk menguasai senayan dalam rangka mendudukan orang Arab (Maaf salah pribumi keturunan Jogja katanya) untuk menjadi Presiden . Apalagi saat Itu terlihat baik Kapolda maupun Gubernur DKI seperti tidak berdaya (mungkin sudah mimpi basah jadi Presiden) dan malahan RK sang Gubernur kemayu menyatakan akan bersilaturahmi kepada sang Imam , Polri sepertinya tidak berdaya menghadapi aksi euvoria massa menyambut seruan jihad Rizieq Shihab yang berslogan Revolusi Akhlak.

Diluar dugaan mereka semua rencana yang sudah disusun dengan matang bisa dimentahkan bahkan yang luar biasa didalam TNI dan Polri sendiri terjadi penggantian mendadak diawali dengan provokasi TNI mencabut semua Baliho dan penampakan Koppsus , kemudian Polri mengganti Kadpolda Jaya dan Kapolda Jabar diikuti rotasi personil sehingga personil yang menangani kasus Rizieq pun diluar dugaan mereka pada saat melakukan tindakan.

Hingga akhirnya Rizieq Shihab menyerah dan para politisi Busuk mulai was was karena topengnya terbuka.

Ok Saya Akan sedikit flashback kebelakang mengenang kemenangan mereka yang penuh ereuforia , yaitu Pilkada DKI yang sukses dengan Hard Gamenya melakukan infiltrasi kepada masyarakat dengan sentimen agama bahkan provokasi dengan demo yang berjilid-jilid, saya mendengar dari beberapa teman yang pernah ikut demo saat Itu mereka mengeluarkan biaya yang tidak sedikit karena setiap yang datang berdemo mendapatkan konsumsi yang cukup mewah.

Hal tersebut tidaklah mengherankan Karena mereka pasti didukung oleh para pengusaha yang tidak segan menggelontorkan uangnya agar bisnis mereka sesuai dengan apa yang diharapkan oleh mereka dan tetap menjadi oligarki perekonomian dan dunia usaha di Indonesia.

Kita harus akui bahwa dengan masa penjajahan Nekolim (Neokolonialisme Imperialisme) di Indonesia yang cukup lama 32 Tahun era Orde Baru ditambah 20 Tahun era reformasi yang Masih dikuasai para Political Mainstream tentunya mereka didukung para pengusaha yang berperan dan mempunyai Kerajaan bisnis di Indonesia yang jumlahnya diperkirakan tidak sampai 1% dari penduduk Indonesia, sejatinya mereka menguasai ekonomi Indonesia dan mereka adalah kelompok yang sangat dimanjakan dengan keadaan masa lalu sehingga merekalah pengendali politik sesungguhnya di tanah air Indonesia tercinta ini.

Masyarakat sudah melupakan ajaran berdikari yang digagas Soekarno yang sebenarnya tertuang dalam UUD 1945 dan Pancasila.

Oleh karenanya masyarakat mudah sekali digiring ke Fasisme model Baru melalui sentimen agama.

Gerakan dalam negeri untuk menciptakan situasi kacau tak lain adalah bagian dari proxy war yang sudah di laksanakan sejak Pemilu 2014 dan mendatangkan hasil ketika menjatuhkan Ahok dan mengangkat Anies Baswedan di Pilkada DKI dan terus berlanjut hingga hari ini.

Proxy war ini merupakan smart power dengan membentuk pion pion dari berbagai kalangan untuk menciptakan opini permusuhan kepada pemerintah. Apalagi ketika Jokowi naik kedua kalinya sebagai presiden gerakan proxy war semakin kencang. Karena banyak barisan sakit hati dan tak bertuan karena Prabowo bergabung ke pemerintah.

Belum lagi ancaman dari luar atau negara Imperialisme langganan yang terganggu kepentingannya oleh Kebijakan pemerintahan Jokowi karena mereka mempunyai kepentingan Terhadap perusahaannya yang ada di Indonesia yang Juga dikelola para pengusaha masa lalu. Bukankah begitu hebat dukungan dana yang tersedia untuk menjatuhkan Jokowi.

Saya tidak perlu lagi menceritakan Bagaimana Rizieq akhirnya menyerah dan tujuan Impeachment pun gagal total, karena semua sudah pada tau cerita selanjutnya bahkan Sebagian besar rakyat Indonesia sudah tau siapa pengkhianat bangsa sesungguhnya .

Semoga masyarakat Indonesia semakin cerdas sehingga kedaulatan rakyat, Pancasila dan UUD 45 dapat dilakukan secara konsekuen dan sejak saat ini menjadi era Persatuan Nasional Indonesia maju.

Lawan para politisi busuk !! dan fasisme yang menggunakan agama Karena Kita sudah tau bahwa mereka hanya Ingin memperkaya diri dan mengorbankan kedaulatan rakyat.

Wallahu'Alam bishowab.

Tito Gatsu

TAG TERKAIT :
Jokowi Joko Widodo Presiden Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku

Berita Lainnya

ABAS PENDENDAM

Opini 25/02/2021 18:45

Ahli Silat Kata

Opini 25/02/2021 13:37