Opini

Next Reshuffle, Jatah AHY ?

Indah Pratiwi Budi - 30/12/2020 19:40
Oleh : Budhius Ma'ruff

AHY, figur yg dilupakan Presiden Jokowi. Entah kenapa... Padahal, AHY cukup sering caper ke Presiden.. Saya menduga, AHY tidak dilirik Presiden Jokowi masuk kabinet, karena faktor persaingan dengan anak Presiden, GRR.


Bisa jadi, GRR yg saat ini sedang moncer2nya sbg politisi muda baru, apalagi sejak berhasil meraup suara terbanyak dalam Pilkada Solo, akan kesaing namanya oleh AHY, jika putra sulung SBY ini masuk dalam kabinet.. Akan terjadi perang bintang, begitu kira2 perumpamaannya.. Oleh sebab itu, ditambah alasan minusnya dukungan Demokrat pada pemerintahan Jokowi Maaruf, menampik keinginan AHY untuk masuk kabinet, jadi pilihan tepat bagi kepentingan karir politik GRR kelak..


Dugaan saya, reshuffle ini akan terjadi lagi dalam 10 bulan ke depan.. Euforia publik sesaat yg kini masih terjadi di media sosial, akan berakhir antiklimaks.. Hemat saya, ada dua faktor yg tidak lazim dan ngawur terjadi, sejak pengumuman reshuffle ini diumumkan kemarin..


Kengawuran pertama, saat sambutan para calon menteri, setelah namanya diumumkan Presiden.. Dalam sambutan pendek yg disampaikan ke 6 calon menteri di Istana, mereka menyebut bahwa keputusan memilih mereka adalah keputusan Presiden dan Wakil Presiden..


Menurut saya, ini jelas salah dan ngawur.. Memilih dan menunjuk menteri2 dalam kabinet menurut konstitusi kita, itu adalah 100 % hak prerogatif Presiden. Hak tsb tidak bisa dibagi dengan siapapun, termasuk Wapres sekalipun.. Meski dipilih satu paket dalam Pilpres, bukan berarti hak prerogatif tsb juga dimaknai hak yg dimiliki bersama.. Wapres Makruf Amin , tidak berhak apapun untuk setuju atau tidak setuju dengan pilihan presiden.. Wapres barangkali hanya dimintai pandangan dan pendapat, namun tdk wajib diikuti pandangan nya oleh presiden..


Ucapan terimakasih para calon menteri atas kepercayaan Presiden dan Wakil Presiden yg memilih mereka sbh anggota Kabinet, adalah cacat etika politik, yg terlanjur sudah terjadi..Penyebutan keputusan menunjuk mereka sbg calon menteri adl keputusan Presiden dan Wapres, sama saja mereduksi kewenangan hak prerogatif Presiden. Cacat etika politik ini, akan berdampak dalam perjalanan kabinet ke depannya..


Kengawuran kedua, terlihat dari penegasan soal tidak ada lagi penegasan visi Presiden dalam kabinet Jokowi. Kita tahu, diawal kabinet ini dibentuk, Presiden berulang kali menegaskan, bahwa di dalam kabinet tidak ada visi menteri. Yang ada hanya visi Presiden. Sbg pembantu Presiden, tugas menteri hanyalah menjalankan visi Presiden secara sungguh-sungguh, profesional, terencana, dan bertanggung jawab.


Namun apa yg terjadi kemarin?? Penegasan soal hal ini luput semua.. Tidak ada penegasan bhw dalam kabinet nanti, ke 6 figur baru ini, hanya menjalankan visi Presiden, bukan visi menteri yg pasti bersifat sektoral..


Bahkan anehnya, ke 6 orang menteri baru ini, diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan program kerja mereka. Aneh lucu dan norak aja menurut saya.. Gak masuk akal, belum ngerti apa2 soal kementrian yg dipimpinnya,.tapi sudah menyampaikan visi dan program kerjanya..


Dalam hati, saya berguman, hmmm.. Pakde agak kepeleset disini kayaknya.. Bakal ramai dan hot nih perjalanan kabinet ke depan..


Sinyalnya mulai tercium dari sekarang. Misal, apa yg dilakukan Sandiaga Uno. Baru sehari menjabat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini, sudah mulai menginisiasi program dia yg gagal di DKI Jkt, OK OCE nya itu, untuk masuk dalam program di kementriannya.. Aje gile lo San, program gagal di provinsi, lo mau jadikan pula masuk ke dalam program nasional, di kementerian lo..


Bertambah blunder, saat Sandi menyampaikan tekad nya untuk menjalankan dan menerapkan wisata halal di banyak destinasi di Indonesia, sesuai arahan Wapres..


Potensi Sandi untuk membenturkan Presiden Jokowi dengan Wapres Makruf, tanpa menunggu jeda, langsung tancap gas, sudah dimulai.. Kita bisa bayangkan, jika daerah Bali, Sulawesi Utara, dan NTT akan terkena dampak hebat dgn wisata halal ala Sandi dan Wapres Makruf ini.. Ketiga daerah tsb, dipastikan akan menentang dengan segala cara kebijakan gila ini nantinya.. Wan Bango, edannya kumat...


Kembali ke soal AHY.. Disinilah saya melihat ada peluang buat AHY masuk ke kabinet nantinya..


Sandi gak lama kok jadi menteri nya Jokowi, karena dia akan ngotot dgn OKE OCE bodor nya itu sbg program Kementerian nya.. Gerindra, akan mulai nakal di kabinet nantinya, setelah Sandi masuk ke dalam kabinet..


Demokrat dan Pepo SBY harus bisa memanfaatkan celah ini untuk menjadi oposan dalam setiap kebijakan Sandi. AHY banyak waktu untuk belajar banyak soal pengembangan Pariwisata dan ekonomi kreatif, jika Sandi bakal didepak lagi dari kabinet,. paling lama 10 bulan ke depan..


#AHYBerpeluang

 

Sumber : Status Facebook Budhius Ma'ruff

TAG TERKAIT :
Jokowi Kabinet Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Reshuffle kabinet jokowi Reshuffle

Berita Lainnya

ABAS PENDENDAM

Opini 25/02/2021 18:45