News

PDIP Singgung Pertemuan Anies-HRS soal Klaim Satgas Dukung Prokes di Petamburan

Misalkan gini, kenapa sih Wali Kota berani katakan sedikit memberikan fasilitas? Karena hari sebelumnya Pak Gubernur datang ke Habib Rizieq, kan gitu. Itu bentuk dari penterjemahan terhadap aktivitas yang dilakukan oleh atasannya kan. Akhirnya karena rame, maka Pak Anies melakukan kebijakan menon-job-kan dari beberapa pejabat itu

Aisyah Isyana - 05/01/2021 10:20

Beritacenter.COM - Fraksi PDIP DKI Jakarta angkat bicara soal pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS) yang mengklaim dapat dukungan dari Satgas COVID-19 DKI dalam menjaga protokol kesehatan di acara Maulid di Petamburan, Jakarta Pusat. Dalam hal ini, PDIP menyinggung soal pejabat yang dicopot imbas kerumunan diacara HRS tersebut.

"Sinyalemen (peringatan) dukungan dari Pemprov itu akhirnya mengakibatkan banyak pejabat Pemprov yang dinonaktifkan dari jabatannya. Mulai dari kepala seksi, lurah, camat sampai dengan wali kota kan semua dicopot," kata ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono kepada wartawan, Senin (4/12/2020).

Baca juga : Tepis Klaim HRS soal Dukungan Satgas DKI di Petamburan, Ariza : Tidak Mungkin Kita Dukung!

"Artinya bahwa itu sinyalemen itu nggak benar, buktinya Pemprov cuci tangan dengan menonaktifkan pejabat di Pemprov DKI Jakarta, mulai dari wali kota, kepala dinas lingkungan hidup, kemudian kepala sudin perhubungan, banyaklah itu, sampai camat, lurah semua dicopot, dinon-job-kan. Ya itu bentuk pengelakan tanggung jawab yang sebelumnya dilakukan," jelasnya.

Sementara soal adanya penyediaan fasilitas seperti pendirian tempat cuci tangan dan bagi-bagi masker, dinilai Gembong terjadi karena adanya pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Habib Rizieq Shihab beberapa hari sebelum acara digelar. Gembong menilai, Anies mencopot sejumlah pejabat lantaran kerumunan di Petamburan jadi sorotan.

"Misalkan gini, kenapa sih Wali Kota berani katakan sedikit memberikan fasilitas? Karena hari sebelumnya Pak Gubernur datang ke Habib Rizieq, kan gitu. Itu bentuk dari penterjemahan terhadap aktivitas yang dilakukan oleh atasannya kan. Akhirnya karena rame, maka Pak Anies melakukan kebijakan menon-job-kan dari beberapa pejabat itu," kata dia.

Sekedar diketahui, Habib Rizieq Shihab (HRS) melalui kuasa hukumnya mengklaim dapat dukungan dari Satgas COVID-19 DKI, untuk menjaga penerapan protokol kesehatan saat acara pernikahan dan Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Pembagian masker, hand sanitizer, dan tempat cuci tangan tersebut juga didukung dan dibantu oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang merupakan bagian dari Satgas COVID-19 DKI Jakarta," kata kuasa hukum Habib Rizieq, Muhammad Kamil Pasha, dalam sidang praperadilan perdana atas kerumunan di Petamburan, di PN Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Senin (4/1).

Selain itu, pihak Habib Rizieq juga mengklaim kegiatan itu juga turut didukung Dishub DKI Jakarta. Adapun dukungan itu terwujud dengan penerapan jaga jarak saat acara digelar, dimana pihak Dishub DKI juga menutup Jl KS Tubun, guna mengupayakan ruang yang layak.

"Bahwa untuk mendukung terciptanya jaga jarak, pihak Dishub DKI Jakarta juga menutup Jl KS Tubun, mengupayakan tercipta space atau ruang yang layak untuk jaga jarak/social distancing," ungkap dia.

TAG TERKAIT :
DPRD DKI Anies Baswedan PDIP Kerumunan di Petamburan Acara Maulid di Petamburan

Berita Lainnya