Ekonomi

Harga Kedelai Meroket Bikin Ukuran Tahu Tempe Menciut

Anas Baidowi - 05/01/2021 21:20
Ilutsrasi

Beritacenter.COM - Kelangkaan kedelai di Indonesia membuat harga melambung tinggi, bahkan, industri tahu dan tempe mengalami hambatan dalam melakukan produksi. Kelangkaan kedelai di pasaran diduga karena distribusi pasokan kedelai dari para importir mengalami hambatan.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri menyebut kenaikan harga bahan pokok tersebut tidak terjadi dengan tempe dan tahu, Hal itu mengingat daya beli atau konsumsi masyarakat yang masih mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

"Pengrajin minta kepada kami pedagang pasar untuk harganya tolong dinaikkan, kami merasa sulit menaikan itu karena daya beli masyarakat sedang turun. Kami nggak bisa paksakan pembeli mengikuti harga yang sekarang," ujar Abdullah saat dihubungi, Selasa (5/1/2021).

Jika harga komoditas lokal itu tidak dinaikan, maka biaya produksi pengrajin tidak akan tertutupi oleh harga jual karena mahalnya bahan baku kedelai itu sendiri.

"Hal itu sempat membuat pengrajin berhenti berproduksi, dan keberadaan tahu dan tempe di pasar mulai langka," katanya.

Untuk menjaga ketersediaan komoditas tersebut di pasaran, pedagang pasar dan pengrajin sepakat untuk mengurangi ukuran tahu dan tempe.

"Tidak ada jalan temu di awal. Akhirnya mogok produksi tahu atau tempe. Nah, mogok ini akhirnya ada jalan tengah, oke kita naikan atau kemungkinan kita akan tipisi, yang biasanya kita jual satu papan, akhirnya ini satu papan kita kurangi," ujar dia.

Meskipun pada awalnya pedagang pasar enggan menaikkan harga, namun belakangan pihaknya terpaksa menaikkan harga tahu dan tempe sebanyak 20% dari harga normal, melihat kesulitan yang dirasakan oleh pengrajin.

"Sekarang masih relatif belum normal tapi ada. Persoalan harga, masih belum bisa kami naikan. Paling tinggi 20% kenaikannya. Lebih baik kita menggunakan cara lebih tipis dibanding sebelumnya, atau dikurangi jumlahnya satu papan itu panjangnya. Paling begitu," tutur dia.

Abdullah meminta kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menekan importir agar mau mengeluarkan stok kedelai sebanyak 450.000.

"Kami minta Sekjen Kemendag justru jangan seakan-akan kan jadi jubir importir. Perankan sebagai pemerintah. Apa itu? Menekan importir. Menekan untuk mengeluarkan stok yang 450 ribu itu ke pengrajin dengan harga yang lama bukan yang sekarang," ucapnya.

TAG TERKAIT :
Berita Center Kedelai Tahu Tempe dan Tahu Kedelai Mahal Tempe

Berita Lainnya