News

Bandel Tak Pakai Masker-Berkerumun di Surabaya Bisa Kena Denda Rp150 Ribu

Aisyah Isyana - 07/01/2021 12:29

Beritacenter.COM - Guna menekan penyebaran virus Corona (COVID-19), Pemkot Surabaya menerbitkan Peraturan Wali Kota baru terkait protokol kesehatan, yakni Perwali nomor 67 tahun 2020. Nantinya, para pelanggarnya akan diberikan denda Rp150 ribu.

Adapun Perwali itu merupakan perubahan atas Perwali nomor 33 tahun 2020 ini memang mengatur tentang hukuman bagi pelanggarnya berupa sanksi dan denda. Penerapan sanksi itu akan berlaku bagi tempat usaha dan perseorangan.

Baca juga :

Dikatakan Wakil Sekretaris Satgas COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto, Perwali nomor 67 tahun 2020 ini akan menyasar pelanggar prokes, diantaranya yang tak menggunakan masker saat keluar rumah, berkurumun di suatu tempat dan tempat usaha yang buka lebih dari pukul 22.00 WIB.

"Tiga poin di atas merupakan pelanggaran dalam Peraturan Wali Kota Surabaya No 67 tahun 2020," kata Irvan Widyanto, Kamis (7/12/2020).

Denda bagi perseorangan yang melanggar prokes tak menggunakan masker dan berkerumun, yakni berupa uang sebanyak Rp150 ribu. Sementara untuk pelaku usaha yang bandel dan tetap membuka usahanya lebih dari jam 22.00 WIB, akan dikenakan denda Rp500 hingga Rp25 juta, serta sanksi berupa penyegelan hingga pencabutan izin usaha.

"Untuk pelaku usaha bisa dikenakan sanksi administratif sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 25 juta dan juga pencabutan izin," kata Irvan.

Lebih lanjut, Irvan menyebut Perwali nomor 67 tahun 2020 terkait protokol kesehatan yang diterbitkan pada tanggal 22 Desember itu bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona (COVID-19) di Surabaya.

TAG TERKAIT :
Pemkot Surabaya Virus Corona Pandemi COVID-19 Protokol Kesehatan Perwali no 67 tahun 2020

Berita Lainnya