Nasional

Polda Metro Jaya Ungkap Harga Surat PCR Covid-19 Palsu, Yusri : Gabeda Jauh sama yang Asli

Baharuddin Kamal - 07/01/2021 17:00
Surat Test PCR palsu.

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan tiga pemuda lantaran nekat menjual surat hasil tes PCR Covid-19 palsu. Ketiga pelaku yang diketahui berinisial MHA (21), EAD (22), dan MAIS (21) itu menawarkan jasanya melalui media sosial Instagram.

Ketiga pelaku menjual surat PCR Covid-19 palsu tersebut dengan harga Rp650 ribu, lebih murah dari yang asli dengan harga Rp900 ribu.

“Jadi ketiganya kita kenakan Pasal 32 Junto 48 dan Pasal 35 Ayat (1) Undang-undang ITE dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis (7/1/2021).

Yusri mengungkapkan, aksi pemalsuan surat test PCR itu bermula saat mereka ingin bepergian ke Bali. Maka, ketiga tersangka berinisial MHA, EAD, dan MAIS akhirnya membuat surat PCR palsu agar bisa lolos dari petugas.

“Jadi awalnya mereka terlebih dahulu yang menggunakannya hingga mereka mengedarkannya,” kata Yusri.

Dia menjelaskan, awal pengunan PCR palsu tersebut bermula saat MFA akan berangkat ke Bali pada 29 Desember 2020. Ketika itu dia menyampaikan ke kawannya di Bali kalau ada tes PCR yang harus dilakukan sebelum berangkat.

“Dari sini kemudian MHA mengubah data yang diterima dengan namanya serta temannya untuk berangat ke Bali,” ujarnya.

Yusri mengatakan, ketiganya diamankan pihaknya di tempat yang berbeda-beda. Untuk tersangka MHA ditangkap di Bandung, sedangkan EAD di Bali dan MAIS di Jakarta.

Dia menyebutkan, kasus ini terungkap setelah pihaknya menelusuri postingan influencer, dokter Tirta Mandira Hudhi yang memposting kalau ada penjual surat hasil tes PCR palsu untuk bisa pergi ke Bali pada akhir tahun 2020.

Ternyata yang diposting Tirta adalah akun Instagram milik salah satu tersangka, yakni MHA yang melakukan promosi praktik curangnya itu di akun @hanzdays.

Dari sana, kemudian PT Bumame Farmasi yang tidak terima surat hasil tes PCR mereka dipalsukan membuat laporan ke polisi. Hal itu dilakukan dia merasa dirugikan atas perbuatan ketiganya.

Atas laporan tersebut polisi melakukan pendalaman dan menangkap ketiganya. Kini, ketiga pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

"MHA posting lewat akunnya, tapi baru 1 jam kebaca oleh dr Tirta. Diunggah, ketahuan PT BF, dilapor ke Polda Metro Jaya," katanya.

TAG TERKAIT :
Polda Metro Jaya Berita Center Virus Corona Pandemi COVID-19 Surat PCR Palsu

Berita Lainnya