Nasional

Pemerintah Kini Pakai Istilah PPKM untuk Kendalikan COVID-19, Ini Alasannya

Lukman Salasi - 08/01/2021 14:37

BeritaCenter.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap alasan pemerintah yang lebih memilih menggunakan istilah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengendalikan pandemi COVID-19.

PPKM ini akan diberlakukan mulai 11 Januari 2021 untuk mengendalikan pandemi COVID-19 di wilayah Pulau Jawa dan Bali.

"Itu kan sangat tergantung dari, kalau PSBB nanti kesannya skalanya masif seluruh Jawa dan Bali, padahal kan tidak," kata Tito di kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2021).

Penggunaan istilah PSBB, kata Tito, akan menimbulkan kesan pembatasan secara masif di wilayah Jawa dan Bali. Padahal pembatasan hanya berlaku di beberapa wilayah yang memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Di Jawa itu yang saya sebutkan tadi tempat-tempatnya. Yang lain-lain ditentukan oleh kepala daerahnya menurut data dari daerah masing-masing, mereka kan punya satgas juga," ujar Tito.

Seperti diketahui, Tito telah menginstruksikan para gubernur dan bupati/walikota terkait kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang telah disampaikan pemerintah kemarin. Instruksi ini terkhusus ditujukan kepada gubernur di 7 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali.

TAG TERKAIT :
Berita Center Mendagri Pemerintah Pandemi COVID-19 PSBB PPKM Jawa-Bali Istilah PPKM

Berita Lainnya