Opini

BAKAL (KANDIDAT) CALON KAPOLRI: RASIONALITAS PRESTASI, KEILMUWAN, LOYALITAS, PROFESIONALITAS, KEIKHLASAN SERTA TAKDIR YANG MENYERTAI

Oleh: Andrea H. Poeloengan (AHP)

Anas Baidowi - 10/01/2021 16:23

Beritacenter.COM - Tulisan ini TIDAK MEMPERMASALAHKAN siapa nantinya yang akan dicalonkan dan dipilih, serta diangkat oleh Presiden RI sebagai Kapolri.

Siapapun harus menghargai otoritas Presiden dalam pengangkatan Kapolri sebagai yang paling dipercaya oleh beliau...

Hanya saja sebelum beliau memutuskan, tentu beliau membutuhkan banyak masukan yang objektif, konstruktif dan baik untuk bangsa serta NKRI...

Tulisan ini hanya sebuah kegundahan atas “cuitan” Prof Mahfud MD, Menkpolhukam yang kebetulan adalah Ketua Kompolnas.

Rasa gundah atas alasan dalam “cuitan” tersebut timbul sehubungan dengan:

Profesionalitas seperti apa?
Loyalitas terhadap siapa?
Jam Terbang sejumlah dan keragaman yang seperti apa?

Memang manusia tiada yang sempurna... Akan tetapi apakah ternyata “Modal” rekam jejak yang baik, seperti...:

Lulusan Akpol terbaik
Lulusan PTIK terbaik
Nastrap Sespim terbaik
Peraih Seroja Lemhannas RI
Doktor UI
Professor (Guru Besar)
Dosen (Pengajar)

Lulusan FBI
Pernah KPLB
Pernah Ajudan Presiden
Pernah Satgas dan Tim Densus
2x Kapolda Tipe A
2x Memimpin Lembaga Pendidikan Pembentuk Pimpinan Polri
2x Think Tank Calon Kapolri

Peduli terhadap kewajiban untuk selalu ta’at beragama bagi pemeluk Agama apapun

Tidak pernah berkhianat baik terhadap Polri maupun NKRI

Memegang teguh “Satya Haprabu”...

Apakah menjadi masih belum cukup Profesional, tidak cukup loyal, tidak cukup jam terbang?

Sehingga...

*Tidak cukup untuk dicalonkan saja sebagai alternatif Kandidat Calon Kapolri (bakal calon) untuk dipertimbangkan oleh Presdien RI*

Apakah pencapain di atas tidak bermakna apapun di lingkungnan Polri, Pemerintahan, Masyarakat dan Politisi sehingga untuk diajukan agar dapat menjadi kandidat calon (bakal calon) oleh Kompolnas (cq Menkopolhukam sebagai Ketua) saja tidak dianggap layak untuk diusulkan?

Kalau pada tahap pengangkatan, pemilihan, dan pencalonan adalah hak preogratif Presiden ditambah atas pertimbangan DPR...

Tapi untuk diajukan sebagai kandidat calon (bakal calon), apakah tidak ada “harganya”?

Apakah proses pencapaian tersebut dalam pengabdian tidak cukup untuk dipertimbangkan sbg bagian aspek profesianalitas, loyalitas dan jam terbang?

Saya sadar sekali bahwa pertimbangan politis adalah variabel yang tdk dapat dilepaskan dalam memilih dan mengangkat Kapolri...

Tapi ini... hanya untuk sebagai bakal (kandidat) calon saja tak mampu terusulkan...

Hikmah dari semua ini adalah Takdir masih menjadi Hak Absolute dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala...

Manusia bisa saja menganggap, menilai dan melihat ketidaksempurnaan, yang sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Lebih dan Maha Mengetahui mempunyai penilaian tersendiri...

Semoga di Hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, capaian tersebut adalah Kemuliaan.... Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin...

Cukup berucap berdasar data dan fakta untuk kemudian bekerja ikhlas...

Salam
10-1-2021

Andrea H. Poeloengan (AHP)

TAG TERKAIT :
Kapolri Berita Center Kandidat Calon Kapolri Andrea H. Poeloengan (AHP)

Berita Lainnya

ABAS PENDENDAM

Opini 25/02/2021 18:45

Ahli Silat Kata

Opini 25/02/2021 13:37