Opini

Jokowi Bukan Otoriter tapi Egaliter

Indah Pratiwi Budi - 11/01/2021 20:00
Oleh: Erizeli Bandaro

Saya sering dapat Japri dari nitizen. Mereka bukan orang biasa. Ada yang well educated. Dengan argumentatif dia mengatakan bahwa Jokowi sudah seperti Soeharto. Sangat otoriter. Merekapun mencurigai bahwa Jokowi dikendalikan orang terdekatnya yang haus akan kekuasaan. Saya hanya tersenyum. Mengapa? Persepsi orang dalam politik dalam situasi terjepit, akan selalu bernada negatif. Ketika kehendak mereka tidak terpenuhi, biasanya menyalahkan demokrasi yang melegalisir sebuah tiran yang otoriter. Saya akan jawab secara proporsional.


Pertama. Keputusan PTUN membatalkan pemecatan anggota KPAI oleh presiden itu fakta bahwa lembaga presiden tidak otoriter. Bahwa hukum sebagai sistem pengawasan UU bisa terjaga dengan baik. Sebagai lembaga, Presiden tidak suci. Dia bisa saja salah. Kekawatiran Jokowi akan otoriter tidak tidak perlu dikawatirkan. Karena ada lembaga lain yang akan mengkoreksi. Mungkin saja kantor kepresidenan akan banding ke pangadilan tingkat tinggi. Itu biasa saja. Antar lembaga akan selalu saling tarik untuk terjadinya keseimbangan. Itulah demokrasi.

Kedua. Hasil investigasi Komnas HAM atas terbunuhnya enam orang pengawal FPI yang meninggal , menyimpulkan bahwa atas kematian empat orang itu dianggap pelanggaran HAM, karena tidak ada upaya lain untuk menghindari jatuhnya korban, ini termasuk unlawfull killing. Namun Komnas HAM membenarkan bahwa ada baku tembak antara petugas polisi di lapangan dengan pengawal MRS , yang sehingga dua orang meninggal. Menurut saya, Komnas HAM sudah bersikap sesuai fungsinya secara profesional. Nah tugas penyelidik Polri untuk membuktikan adanya unsur pidana terhadap petugas. Dan biarkan hakim di pengadilan yang memutuskan. Ini fakta lagi bahwa Jokowi tidak pernah intervensi lembaga negara.

Ketiga. Sikap Jokowi yang hanya akan divaksin setelah ada keputusan fatwa MUI dan BPOM, itu juga membuktikan bahwa dia bukan hanya menghormati proses formal atas persetujuan vaksin lewat BPOM, tetapi juga menghormati keyakinan beragama umat islam melelui komisi fatwa MUI. Walau sudah ada jadwal vaksinasi dan vaksin sudah didatangkan ke Indonesia, bahkan didistribusikan namun sikap hormatnya kepada sistem demokrasi sangat dijaganya.

Cukup dengan tiga alasan tersebut diatas, anggapan oposan selama ini bahwa Jokowi otoriter terbantahkan sudah. Jokowi tidak perlu menjawab dengan retorika. Tetapi system negara kita membuktikan itu. Pro kontra dikalangan masyarakat terhadap berbagai kasus, itu biasa saja. Itu juga membuktikan demokrasi kita sehat. Suksesnya Jokowi memimpin Indonesia, adalah kemampuannya untuk memastikan sistem trias politika bekerja dengan efektifk. Itu juga membuktikan secara pribadi, tipiikal Jokowi bukan pemimpin yang otoriter tetapi egaliter. Paham ya sayang.

(Sumber: Facebook Diskusi dengan Babo)

TAG TERKAIT :
Jokowi Joko Widodo Presiden Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Pembenci Jokowi

Berita Lainnya

ABAS PENDENDAM

Opini 25/02/2021 18:45