Kesehatan

Bakal Diproses Bio Farma, 15 Juta Bahan Baku Vaksin dari Sinovac Tiba di RI

Aisyah Isyana - 12/01/2021 18:28

Beritacenter.COM - Sebanyak 15 juta unit bahan baku vaksin COVID-19 dari Sinovac telah tiba di Indonesia. Vaksin virus Corona tahap 3 ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/1/2021), sekitar pukul 12.25 WIB, setelah dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia.

Tim gabungan TNI-Polri tampak bersiaga di dekat pesawat dan para petugas sudah bersiap mengangkut vaksi dengan sejumlah peralatan. Guna menjaga sistem rantai dingin (cold chain system) dalam proses distribusi, bahan baku vaksin COVID-19 itu disimpan dalam envirotainer.

Baca juga :

Bahan baku vaksin Corona dari Sinovac itu kemudian dibawa menuju terminal kargo Bandara Soekarno-Hatta, sebelum nantinya akan dikirim ke PT Bio Farma di Kota Bandung, Jawa Barat. Nantinya, bahan baku vaksin COVID-19 itu akan diproses PT Bio Farma dan ditargetkan akan ada 12 juta vaksin Corona di awal Feburuari nanti.

Untuk diketahui, sebanyak 3 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac sebelumnya telah datang di Indonesia dalam bentuk vaksin jadi. Jutaan vaksin itu telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Rencananya, proses vaksinasi akan segera dimulai pada Rabu (13/1) besok.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan kabar gembira terkait pengadaan vaksinasi di tanah air. Total ada 15 juta bahan baku vaksin Sinovac yang diperkirakan tiba di Indonesia, 12 Januari 2021.

"Ada sedikit berita baik, 15 juta bahan baku vaksin akan datang insyaallah besok dari Sinovac," kata Budi Gunadi Sadikin dalam siaran langsung di YouTube Setpres, Senin (11/1/2021).

Nantinya, 15 juta bahan baku vaksin Sinovac itu akan segera diproses Bio Farma, setibanya di RI. "Ini akan bisa diproses oleh Bio Farma dalam jangka waktu 1 bulan sehingga nanti di awal Februari kita sudah punya 12 juta vaksin jadi dari 15 juta bahan baku ini," jelas Menkes Budi.

TAG TERKAIT :
Virus Corona Pandemi COVID-19 Vaksin Sinovac Bahan Baku Vaksin COVID-19 Sinovac

Berita Lainnya