Opini

Belajar dari Cara Jokowi Tegakkan Kedaulatan Rakyat, Tumbuhkan Cinta Sesama dan Rangkul Papua

Indah Pratiwi Budi - 19/01/2021 14:25
Oleh : Tito Gatsu

Isyu Papua bertahun-tahun merupakan isyu yang seolah-olah menjadi bahan bakar yang mudah disulut sejak jaman Orde Baru , karena memang selalu dikondisikan demikian oleh penguasa sebelumnya, langkah nyata yang diberikan oleh Presiden Kita Jokowi dengan keyakinan dan optimisme hingga kini Papua bisa mengejar ketertinggalan serta membuka mata Kita bagaimana menerapkan Kedaulatan Rakyat, Pancasila dan UUD 1945 secara konsekuen.

Bagaimana beliau bisa membuat Papua merasa Indonesia dan bagaimana Indonesia adalah Papua tidak seperti para politisi Busuk yang berulangkali memancing di air keruh untuk membuat Kerusuhan disana kemudian menyelesaikannya dengan cara militer seperti masa lalu , walaupun ini adalah kompilasi tulisan yang pernah saya posting tapi seharusnya bisa menjadi contoh keteladanan bahwa Indonesia bisa melaksanakan kedaulatan rakyat dengan baik cara Jokowi benar -benar bisa menyentuh hati Kita , bahkan Gambar diatas saja Saya ambil dari AFP kantor berita Perancis guns menunjukan bahwa langkah Jokowi terhadap Papua diakui dunia Internasional.

Dengan permasalahan Papua yang begitu kompleks seperti yang saya tulis dan Gambarkan sebelumnya , saya cukup surprise dan kagum dengan langkah-langkah Jokowi yang begitu brilian padahal saat Itu Baru 5 bulan menjabat Presiden , mari Kita lihat apa yang dilakukannya.

Stigma daerah penuh konflik memang tak lepas dari Papua. Konflik horizontal maupun vertikal sering terjadi di daerah yang dijuluki mutiara hitam tersebut. Menjadi pertanyaan adalah mengapa hal ini dibiarkan berlarut-larut?

Sinyal menciptakan damai yang dilecutkan Presiden Jokowi kiranya menjadi angin baru. Tentu, Jokowi tak cuma retorika, tak cuma keluarkan kebijakan musiman, namun paham apa yang menjadi akar konflik di Papua. Tak juga selesai dengan menempatkan personel TNI untuk menjaga keamanan, tetapi diiringi pembangunan dari ketertinggalan yang menjadi doa dan mimpi masyarakat Papua.

Agaknya, Presiden Jokowi menerapkan strategi baru 'mendinginkan hati' masyarakat Papua.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan grasi kepada lima tahanan politik yang terlibat dalam pembobolan gudang senjata Kodim 1710/Wamena pada 2003 lalu bertujuan untuk menghentikan stigma konflik yang terjadi di Papua.

"Ini adalah upaya sepenuh hati pemerintah dalam rangka untuk menghentikan stigma konflik yang ada di Papua. Kita ingin menciptakan Papua sebagai negeri yang damai," ujar Presiden Jokowi, saat konferensi pers di Apas Abepura, Jayapura.

Jokowi disebut segera izinkan jurnalis asing ke Papua

Kabar mengejutkan disampaikan Step Vaessen, jurnalis Stasiun Televisi Aljazeera. Lewat akun twitter-nya @stepvaessen, dia mengabarkan bahwa pemerintah Indonesia akan melonggarkan aturan pembatasan kunjungan warga asing ke Papua.

Dari penuturan Presiden Joko Widodo, Vaessen menyatakan pelonggaran aturan itu berlangsung mulai saat Itu Juga.

"Mulai besok semua jurnalis asing akan bebas ke Papua," cuitnya hari ini, Sabtu 9 mei 2015.

Jokowi melonggarkan aturan ini dengan alasan pemerintah sekarang ingin menatap masa depan, bukan lagi terus memandang ke belakang," kata Vaessen.

Pemerintah Indonesia tidak pernah secara resmi melarang wartawan asing meliput isu-isu Papua. Namun kenyataannya selama hampir dua dekade, permohonan visa para jurnalis dari luar negeri ke wilayah yang terpinggirkan itu selalu ditolak.

Sudah banyak kasus penangkapan wartawan asing oleh Polda Papua karena menyusup ke Papua memakai visa turis. Paling akhir adalah cerita ditahannya Thomas Dandois dan Valentine Bourrat pada 2014. Keduanya dihukum 2 bulan penjara.

International Federation of Journalist sudah berkali-kali mendesak Indonesia melonggarkan aturan itu. Tanpa ada kesempatan jurnalis asing melihat sendiri kondisi Papua, citra Indonesia justru akan jelek mengingat aparat kerap melakukan kekerasan pada warga sipil dengan alasan klise makar.

Di sela lawatannya pada tanggal 7-11 Mei 2015 ke wilayah timur Indonesia, Jokowi menyambangi penjara di Papua. dalam kesempatan itu, RI-1 yang ditemani Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan grasi kepada lima tahanan politik yang dipenjara karena dituduh makar.

Para tersangka pembobolan gudang senjata di Kodim Wamena pada April 2003 ini dibui tanpa peradilan memadai. Mereka adalah Apotnalogolik Lokobal (20 tahun penjara di Biak), Numbungga Telenggen (seumur hidup di Biak), Kimanus Wenda (19 tahun di Nabire), Linus Hiluka (19 tahun di Nabire) dan Jefrai Murib (seumur hidup di penjara Abepura).

Hmm sebuah langkah yang sangat cerdas dan taktis dalam meredam konflik di Papua bahkan Jokowi berkomunikasi langsung kepada para terdakwa yang dituduh makar tersebut, bahkan sampai dengan saat ini para tersangka Kimanus Wenda dan Linus Hulika yang menjadi petinggi OPM (Organisasi Papua Merdeka) dibebaskan melakukan aktifitas seperti menggalang dukungan untuk referendum dengan jalan dialog dan bebas melakukan koordinasi dengan aktivis HAM Internasional , artinya pemerintah berani bersaing dengan mereka untuk segera mensejahterakan masyarakat Papua.

Membebaskan dan merangkul.para Pimpinan yang dianggap separatis kemudian membebaskan wartawan asing masuk ke Papua adalah langkah cerdas sekaligus berani sehingga isyu mengenai Papua yang selalu menjadi santapan empuk untuk digoreng para opisisi pemerintah dan politisi nynyir menjadi mentah Karena semua akan melihat Pembangunan Papua secara transparan.

Juga dalam rangka mengakuisisi PT. Freeport menjadi lebih transparan sehingga pihak Mc Mooran dan Pemerintah Amerika pun dibuat Tak berdaya dengan Berbagai pelanggaran yang mereka lakukan di Papua , tapi yang pasti para pendukung Orde Baru Juga ketar ketir Karena Jejak rente dan komisi yang biasa diperoleh jadi terbuka pula.

Kemudian Jokowi membagi-bagikan 3 kartu sakti yang dicanangkan pemerintah yaitu, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu indonesia Sejahtera (KIS).Dan berpesan bahwa semua Kartu ini harus sampai keseluruh penduduk Papua yang membutuhkan sehingga kebutuhan dasar masyarakat Papua bisa terpenuhi.

Inipun langkah.yang luar biasa out of the box yang tidak bisa disaingi Presiden sebelumnya , Jokowi Juga membagi bagi sertifikat agar masyarakat benar-benar diprioritaskan karena selama ini lahan di Papua selalu dikuasai oleh penguasa.

Kemudian Joko Widodo meresmikan infrastruktur sistem jaringan tulang punggung pita lebar Sulawesi Maluku Papua (SMPCS), di Manokwari, Papua Barat, Minggu. SMPCS yang dicanangkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) adalah pembangunan jaringan serat optik dengan panjang total 8.772 kilometer menghubungkan kawasan Timur Indonesia.

"Saya harap dengan adanya infrastruktur serat optik yang saat ini tersambung sampai Papua Barat, semua warga Papua bisa menikmati yang namanya Wi-Fi, jaringan internet, semua bisa dinikmati tanpa terkecuali, sama seperti di Wilayah Barat dan Timur Indonesia," kata Jokowi dalam sambutannya.

Langkah brilian dalam membuka keterisolasian dan mengejar ketinggalan baik dalam pengetahuan dan Informasi, dengan infrastruktur teknologi Informasi tersebut tentunya Akan lebih mudah memberikan pendidikan bagi masyarakat Papua , terbukti Setelah 4 tahun orang Papua mencapai 50 % tidak lagi gagap teknologi karena disekolahanpun sudah menggunakan informasi elektronik hingga kedesa - desa. termasuk kantor-kantor hingga daerah terpencil.

Pemerintahan Jokowi menjadi era pembangunan di Papua disemua lini termasuk merangkul anak-anak Papua dengan Kasih sayang , pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berpusat di kota, namun menyasar ke daerah pedalaman Papua dan juga daerah terpencil lainnya di Indonesia.

Presiden yakin bahwa pembangunan infrastruktur akan membuat ekonomi Indonesia dan taraf hidup masyarakat meningkat. Sebelumnya, pembangunan hanya berpusat pada kota-kota besar. Padahal daerah-daerah terpencil juga termasuk ke dalam wilayah Indonesia, dan perlu adanya pemerataan pembangunan.

Saat ini semua yang menjadi rencana sudah hampir seluruhnya terlaksana bisa dibayangkan jalan Trans Papua sudah terhubung jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua, membentang dari Kota Sorong di Provinsi Papua Barat hingga Merauke di Provinsi Papua dengan total panjang mencapai 4.330,07 kilometer (km).

Dari total panjang tersebut, terbagi atas 3.259,45 km di Provinsi Papua dan 1.070,62 km di Provinsi Papua Bara Jalan Trans-Papua memiliki arti penting sebagai infrastruktur penghubung antara daerah-daerah di kedua provinsi tersebut, termasuk yang terisolasi.

Bahkan dari Jayapura ke Merauke Sudah bisa ditempuh dengan mobil jarak 668 km.tersebut bisa ditempuh dalam waktu 8 jam jika menggunakan angkutan Darat biaya yang jauh lebih hemat. Belum lagi sarana komunikasi internet sudah menjangkau hampir seluruh daerah di Papua.

Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia sehat Sudah dinikmati seluruh penduduk papua.Luar biasanya hanya dalam waktu 5 tahun Jokowi menjadi Presiden bahkan jika Kita ke Papua mereka hanya mengenal Presiden Indonesia adalah Jokowi.

Jokowi selama menjabat menjadi Presiden Sudah lebih dari 15 Kali dan itupun sampai ke daerah pedalaman sehingga menyentuh hati rakyat papua, berbeda dengan Presiden -presiden sebelumnya yang hanya datang untuk acara resmi.

Hal tersebut membuat orang-orang Papua merasa diIndonesiakan , mungkin kecuali Natalius Pigai satu-satunya yang tidak mengakui .

Kita semakin yakin bahwa Papua Akan terus menjadi mutiara dari ujungTimur karena Jokowi membangun Papua dengan hati dan Papua Akan menjadi harapan baru dan keadilan dan Masa depan yang cerah.


Sumber : Status Facebook Tito Gatsu.

TAG TERKAIT :
Jokowi Joko Widodo Jokowi Hebat Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku

Berita Lainnya

ABAS PENDENDAM

Opini 25/02/2021 18:45