News

Terbukti Bersalah, PN Medan Vonis Pemilik Pijat Plus-plus Seks Gay 3 Tahun Bui

Aisyah Isyana - 19/01/2021 21:58

Beritacenter.COM - Vonis 3 tahun penjara dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Medan ke pemilik pijat plus-plus di Medan, Sumatera Utara, A Meng alias Ko Amani. Vonis penjara yang dijatuhkan itu sesuai degnan tuntutan jaksa sebelumnya.

Vonis 3 itu sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang sebelumnya. Kala itu, jaksa menuntut A Meng alias Ko Amin dengan hukuman 3 tahun bui, denda Rp120 juta dengan subsider 2 bulan kurungan. Ko Amin dinyatakan bersalah dan melanggar Pasal 2 ayat 1 UU No 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Baca juga :

"Menjatuhkan pidana terhadap A Meng alias Ko Amin dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda sebesar Rp 120 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan," ucap majelis hakim saat membaca putusan di ruang Cakra 2 PN Medan, Selasa (19/1/2021).

Hakim menyebut perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat, sehingga menjadi poin yang memberatkan hukuman. Sementara yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesal serta berjanji tak akan mengulangi lagi.

Sekedar diketahui, tersangka A Meng alias Ko Amin didakwa melakukan TPPO, lantaran diduga memperdagangkan orang dengan membuka tempat pijat plus-plus khusus gay di Medan.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, serta perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 296 KUHP," ucap jaksa saat persidangan tersebut.

Pengungkapan kasus ini bermula saat Agustus 2017 lalu, saat A Meng membuka tempat yang menyediakan layanan spa dan pijat plus-plus dan memberikan layanan seks sesama jenis untuk pria (gay), di Kompleks Setia Budi II, Medan.

"Kemudian terdakwa merekrut atau mempekerjakan beberapa orang terapis yang tinggal di tempat spa tersebut tanpa dikenakan biaya oleh terdakwa," ujar jaksa.

Fasilitas yang diberikan A Meng berupa kamar-kamar untuk ruangan pijat, peralatan pijat, hingga peralatan seks sejenis seperti kondom, pelumas seks, hingga seks toys. Jaksa dalam dakwaannya menyebut setiap tamu pria yang datang akan dilayani terapis pria dengan tarif Rp250 ribu. Tarif itu sudah termasuk layanan pijat dan seks sesama jenis.

Nantinya, tarif itu akan dibagi Rp100 ribu untuk A Meng dan Rp150 ribu untuk terapis. Jaksa menyebut para terapis juga dibebaskan untuk melayani tamu diluar spa.

"Terdakwa juga memberikan kebebasan kepada terapis untuk melayani tamu di luar spa homo miliknya, namun mereka harus membayar kepada terdakwa sekitar Rp 50 ribu per tamu," ujarnya.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia PN Medan Pijat Plus-plus TPPO Pijat Plus-plus Gay Seks Sejenis

Berita Lainnya