Nasional

Ini Kata PBNU-MUI Terkait Listyo Sigit yang Minta Anggota Polisi Ngaji Kitab Kuning

Baharuddin Kamal - 22/01/2021 17:57
Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Beritacenter.COM - Ketua Harian PBNU Robikin Emhas angkat bicara terkait perintah Komjen Listyo Sigit Prabowo yang meminta anggotanya belajar kitab kuning, pembelajaran keagamaan Islam yang lazim diajarkan di pesantren-pesantren. Hal tersebut dikatakan Calon Kapolri itu saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR, Rabu (201/12021).

Menurut Rokibin, ngaji kitab kuning bagi anggota Polri akan sangat bagus jika tujuannya agar penegakan hukum yang dilakukan Polri mengacu pada tuntunan agama, seperti yang diajarkan dalam kitab kuning.

"Ngaji kitab kuning? Kalau yang dimaksud adalah membekali nilai-nilai agama dengan cara pandang kitab kuning, itu keren agar keadilan menjadi kiblat penegak hukum, ikhlas melaksnakan tugas dan rendah hati bersikap," ujar Robikin dalam cuitannya di akun Twitter @robikinemhas, dikutip Jumat (22/1/2021).

Dia menuturkan, dengan menegakan hukum yang adil makan tidak ada lagi cerita seseorang kehilangan kambing, namun ketika lapor ke pihak Kepolisian, korban tersebut justru merugi karena harus kehilangan biaya yang lebih besar lagi.

"Sehingga tak ada sapi melayang karena lapor kambing hilang," katanya.

Selain dari PBNU, hal tersebut juga dikomentari oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis yang mengatakan bahwa belajar kitab kuning bagi polisi harus dimaknai seperti kiai yang alim mengajarkan kepada santri yang mengaji, dalam konteks ini polisi sebagai santri, tentang Islam wasathi atau moderat.

Hasil ngaji tersebut kemudian diterapkan oleh polisi sebagai pengayom masyarakat bermitra dengan ulama. "Kiai yang alim, santri yang ngaji. Kemudian mengajar polisi tentnag Islam wasathi kemudian direalisasikan polisi sebagai pengayom masyarakat bermitra dengan ulama. Kutab kuning itu maknanya Islam washati," katanya melalui akun Twitter @cholilnafis.

Menurutnya, belajar kitab kuning bagi polisi harus dipahami sebagai belajar Islam moderat, paham yang moderat. "Jangan sampai di polisinya justru ada radikalisme," kata Cholil Nafis.

Sebelumnya, Listyo Sigit mengatakan, dalam mencegah merebaknya paham radikal, pihaknya bekerja sama dengan para tokoh masyarakat, termasuk ulama untuk melakukan upaya pencegahan dengan memberikan penjelasan sehingga masyarakat tidak mudah terpapar dengan ajaran-ajaran radikal.

Listyo Sigit pun mengatakan, saat jadi Kapolda Banten, dia menugaskan anggotanya untuk belajar kitab kuning.

”Untuk mencegah berkembangnya terorisme, salah satunya dengan belajar kitab kuning, dan tentunya baik di internal maupun eksternal, itu saya yakni bahwa apa yang disampaikan kawan-kawan ulama itu benar adanya. Oleh karena itu akan kami lanjutkan,” kata Listyo Sigit.

TAG TERKAIT :
MUI Berita Center Calon Kapolri PBNU Komjen Listyo Sigit Kapolri

Berita Lainnya