Kriminal

Wanita yang Diperkosa Suami-Istri di Sumbar Alami Syok-Trauma Berat

Pada awal laporan tanggal 19 Januari kemarin memang lagi syok dan trauma berat, tidak bercerita, setelah pemeriksaan lanjutan tanggal 21 (Januari 2021) sebelum penangkapan baru terbuka dan cerita semua

Aisyah Isyana - 26/01/2021 18:45

Beritacenter.COM - Aksi pemerkosaan terhadap wanita berinisial S (26), yang dilakukan S (30) dan dibantu istrinya YN (40) di Bukittinggi, Samatera Barat, menyisakan trauma bagi korban. Korban bahkan membutuhkan waktu untuk akhirnya dapat terbuka dan bercerita kejadian yang menimpanya ke polisi.

"Pada awal laporan tanggal 19 Januari kemarin memang lagi syok dan trauma berat, tidak bercerita, setelah pemeriksaan lanjutan tanggal 21 (Januari 2021) sebelum penangkapan baru terbuka dan cerita semua," kata Kasat Reskrim Polres Bukittingi AKP Chairul Amri Nasution saat dihubungi, Selasa (26/1/2021).

Baca juga :

Korban yang takut dengan apa yang menimpanya, melapor ke polisi dengan didampingi kuasa hukum. "Didampingi kuasa hukumnya, karena dia takut merasa khawatir ini akan menjadi terus-menerus, dia cari penasihat hukum dan cerita kepada penasihat hukum dan mendampingi melapor," ujarnya.

Saat ini, korban sudah mendapat pendampingan dari Dinas Sosial Kota Bukittinggi, untuk dapat memulihkan kembali psikologisnya. "Untuk korban sudah ada pendampingnya dari Dinas Sosial kota Buktittinggi, petugas P2TP2A, penasihat hukum yang sukarela mendampingi," ujarnya.

Jauh sebelum aksi pemerkosaan terjadi, S juga sempat mendapat pelecehan dari pelaku AF sejak 2018. Puncaknya, AF dibantu sang istri YN (40), akhrinya melakukan pemerkosaan terhadap korban.

"Untuk kejadian itu sendiri sudah dimulai dari 2018. Dia hanya melakukan pelecehan saja di situ, tidak melakukan perkosaan di 2018, kerap kali dilakukan," jelas AKP Chairul Amri Nasution.

Tersangka AF dan korban S diketahui bekerja di sebuah toko yang sama di Bukittinggi. Guna menjalankan aksi bejadnya, tak jarang AF mengancam korban S agar menuruti kemauannya.

"Korban itu terpaksa menuruti dan mengikuti karena diancam, karena korban ini benar-benar orang tidak mampu, orang tuanya buruh kasarlah, orang tuanya diancam mau dibunuh sama tersangka laki-laki ini. Kemudian di 2019 berlanjut," ujarnya.

Aksi pemerkosaan terhadap korban baru terjadi tahun 2020. Pelaku memperkosa korban S sebanyak dua kali. Aksi pemerkosaan pertama, dilakukan pelaku AF dengan membawa korban ke rumahnya. "Yang kedua kalinya terakhir itu tanggal 11 Desember 2020," jelasnya.

"Istri tersangka ini menjemput korban, memaksa korban dan mengancam korban untuk ikut ke rumahnya. Istri membuka seluruh baju korban. Istri tersangka ini mengatakan, 'Kau puaskan suami saya'. Sebelum melakukan itu, istri ciuman dulu dengan suaminya. Dan yang membantu beli kondom juga istrinya," sambungnya.

Kepada polisi, YN mengaku membantu suaminya memperkosa korban karena takut karena dianccam akan diceraikan. Alhasil, YN membantu aksi bejad suaminya memperkosa korban.

TAG TERKAIT :
Pemerkosaan Berita Kriminal Indonesia Polres Bukittinggi Istri Bantu Suami Perkosa Wanita Lain

Berita Lainnya