Kriminal

Soal Pasutri Aborsi Ilegal di Bekasi, Polisi : Mereka Gunakan Obat dan Zat Kimia

Aisyah Isyana - 11/02/2021 00:31

Beritacenter.COM - Polisi membongkar praktif aborsi ilegal yang dilakukan seorang perempuan berinsial IR, di kediamannya di kawasan Mustikajaya, Bekasi. Pelaku mengaborsi para pasiennya dengan menggunakan obat-obatan hingga zat kimiawi.

"Ada teknisnya sendiri, Menurut pengakuan IR ini masih gumpalan darah sehingga mudah. Dia gunakan obat dan zat kimia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Baca juga :

Tersangka IR melayani pasien untuk aborsi dengan kriteria usia kandungan dibawah 8 minggu. Sementara untuk usia kandungan diatas itu, tersangka tak berani mengambil tindakan, karena peralatan yang tak memadai.

"Karena ibu ini dia hanya mau menerima yang berumur 8 minggu ke bawah. (Janin usia) 8 minggu ke atas dia tidak mau terima, karena dia tidak punya alat untuk itu," imbuhnya.

Kepada polisi, IR mengaku baru menjalankan praktik aborsi di rumahnya selama 4 hari. Namun, dia mengaku sebelumnya pernah mengaborsi 12 janin pada September 2020 lalu.

"IR pernah di tahun 2020 bulan September membuka juga di daerah Bekasi. Sempat satu bulan pengakuannya buka di sana, 15 korbannya tapi yang berhasil dilakukan penindakan aborsi ada sebanyak 12. Kami masih dalami apakah pengakuan betul atau tidak," jelas Yusri.

IR menjalankan praktik aborsi dengan bantuan sang suami berinisial ST, yang bertugas mencari pasien di media sosial. Keduanya juga bekerja sama dengan calo-calo untuk menjaring pasien aborsi. Adapun para calo itu didapat IR saat bekerja di sebuah klinik aborsi ilegal di Tanjung Priok, Jakut, pada 2000 lalu. IR bukanlah seorang dokter, melainkan hanya tenaga kesehatan.

"Cuma berdasarkan pengalaman yang bersangkutan pernah bekerja di klinik aborsi juga pada tahun 2000. Selama kurang lebih hampir 4 tahun tugasnya bagian membersihkan," lanjutnya.

Penangkapan terhadap IR dan ST dilakukan polisi di kediaman mereka pada 1 Februari 2021 lalu. Polisi juga turut mengamankan seorang perempuan berinisial SR dalam penangkapan tersebut.

Penangkapan terhadap SR dilakukan setelah melakukan aborsi di lokasi. Kepada polisi, SR mengaku sudah memiliki suami dan nekat melakukan aborsi terhadap janinnya karena himpitan ekonomi.

TAG TERKAIT :
Polda Metro Jaya Aborsi Berita Kriminal Indonesia Praktik Aborsi Ilegal Aborsi Ilegal Bekasi

Berita Lainnya