Opini

Siasat Politik "Telor Mata Sapi" ala Anies Baswedan

Indah Pratiwi Budi - 11/02/2021 09:03
Oleh : Andre Vincent Wenas

Telor mata-sapi adalah nama telor-ayam yang digoreng. Enak. Ayam yang bertelor, tapi sapi yang dapat nama.

Begitulah siasat politik ala Anies Baswedan. Murah meriah.

Pamer-pamer penghargaan atas prestasi kerja yang dilakukan oleh orang lain. Tanpa pernah menyebut dan menghargai kerja-nyata pendahulunya.

Sedangkan inisiatifnya sendiri sekedar mengecat kesana-kemari ditambah kerja-kata yang semakin lama semakin membosankan.

Gemar konpers, tapi menghilang tatkala dimintai keterangan (pertanggungjawaban) soal Formula-E, Pohon Mahoni yang hilang, paparan Covid yang meningkat, dan anggaran 10T-nya yang belum jelas.

Gentenglah dicat, trotoarlah dicat, jalan layanglah dicat, semua sekedar untuk narsis. Tanpa menghiraukan skala prioritas program yang mesti menghabiskan dana rakyat (APBD).

MRT, LRT dan TransJakarta serta banyak pengaturan sistem transportasi (sodetan jalan, dll) adalah prakarsa dari administrasi Gubernur DKI Jakarta sebelumnya.

Tapi dengan lihai Anies berselancar di atas prestasi para pendahulunya (dan juga kerja pemerintah pusat) tanpa ia sendiri merencanakan dan merancang sesuatu yang orisinal dan signifikan dampaknya bagi tata kehidupan warga ibu kota.

Itulah siasat politik ‘telor mata-sapi’ ala Anies Baswedan. Modalnya cuma muka-tebal.

Saran saja, kalau Anies masih mau terlihat ‘baik’, kerjakanlah apa yang dulu sudah dengan susah payah dirintis oleh Ahok, Djarot, dan Jokowi.

Kalau tidak sanggup melakukan pembangunan fisik yang signifikan (bukan sekedar membedaki kota dengan mengecat kesana-kemari) , maka rawat saja sistem transparansi anggaran yang sudah dirintis para pendahulunya.

Apakah Anies mau dan mampu untuk mengunggah anggaran (APBD) DKI Jakarta secara rinci (sampai satuan ketiga) di laman (website) resmi pemprov? Ini dampaknya bakal besar sekali.

Supaya ada sedikit legacy, sesuatu yang berharga dan bisa dikenang pasca jabatannya berlalu, yaitu di tahun 2022.

Barusan Bang Surya Paloh menyatakan bahwa Partai Nasdem (yang selama ini jadi pendukung utama yang mengelus-elus Anies untuk gacoannya di 2024) sudah menyatakan menolak revisi Undang-Undang Pemilu.

Apakah PKS yang masih bisa diandalkan oleh Anies? Gerindra sudah punya rencana politik sendiri bukan? Atau mungkin Partai Demokrat?

Artinya, dua tahun sebelum pemilu Anies bakal kehilangan panggung, dan – ini yang penting – juga kehilangan kontrol atas anggaran (APBD) Provinsi DKI Jakarta. Hmm…

Sudahlah tidak usah panjang lebar. Pesan telur mata-sapinya setengah matang saja…

Sumber : Status Facebook Andre Vincent Wenas

TAG TERKAIT :
Anies Baswedan Anies Gubernur terbodoh Anies Gubernur Terbodoh Anies Gubernur Pembohong Gubernur Pembohong

Berita Lainnya