Internasional

Usai Diguncang Gempa 7,3 Magnitudo, Kondisi Pembangkit Nuklir di Fukushima Dipastikan Aman

Anas Baidowi - 14/02/2021 12:20
Gempa di Fukushima, Jepang

Beritacenter.COM - Pasca gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo (M) 7,3 yang mengguncang kota Fukushima, Jepang, kondisi pembangkit listrik tenaga nuklir di negara itu dipastikan aman.

Dilansir The Japan Times, Minggu (14/2/2021), menyatakan bahwa tidak ada gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima nomor 1 dan 2. Namun sebagian air di kolam bahan bakar bekas di reaktor 5 dan 6 yang terletak di dalam gedung bangunan pembangkit nomor 1 telah tumpah.

Selain itu, 2 pembangkit lain tidak terdampak gempa Jepang. Kedua pembangkit itu adalah pembangkit listrik tenaga nuklir Tokai nomor 2 yang tidak aktif dari Japan Atomic Power Co. di Desa Tokai, Prefektur Ibaraki dan pembangkit nuklir Onagawa milik Tohoku Electric Power Co. di Prefektur Miyagi.

Hingga saat ini tercatat sedikitnya 100 orang terluka serta pemadaman di sejumlah wilayah di Jepang akibat guncangan gempa dahsyat pada Sabtu malam (13/2) itu.

Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengatakan dua orang di Fukushima dan satu orang di Saitama mengalami luka serius.

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga mengatakan selama pertemuan Kabinet belum ada kematian yang dilaporkan. Namun pihaknya mendesak warga untuk tetap waspada di tengah kemungkinan gempa susulan hingga magnitudo (M) 6.

"Kami mengimbau masyarakat di daerah bencana untuk terus memperhatikan informasi dari entitas seperti pemerintah kota, waspada dan siap bertindak cepat serta mempertimbangkan perubahan cuaca," kata Suga.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan gempa susulan hingga magnitudo (M) 6 dapat terjadi setidaknya selama seminggu kedepan. Pejabat itu mengatakan gempa hari Sabtu itu diyakini sebagai gempa susulan dari Gempa Bumi Besar Jepang Timur yang melanda wilayah yang sama pada 11 Maret 2011.

"Karena (gempa tahun 2011) adalah gempa yang sangat besar dengan kekuatan 9,0, tidak mengherankan jika terjadi gempa susulan dalam skala ini 10 tahun kemudian," kata Kenji Satake, seorang profesor di Institut Penelitian Gempa Universitas Tokyo.

TAG TERKAIT :
Berita Center Gempa Jepang Gempa Fukushima PLTN Jepang Pembangkit Listrik Nuklir Jepang

Berita Lainnya