Kriminal

Bejadnya Kiai Pimpinan Ponpes di Jombang, Cabuli Santriwati Modus Salat Tahajut

Aisyah Isyana - 15/02/2021 20:35

Beritacenter.COM - Kasus pencabulan di lingkungan Ponpes di Jombang,sekeitka terbongkar usai salah satu korban yang merupakan santriwati kabur dari Ponpes. Santriwati yang kabur itu merupakan korban pencabulan pimpinan ponpes, yakni Kiai berinisial S (50).

Dikatakan Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, korban yang merupakan gadis berusia 17 tahun itu merupakan satriwati asal Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Dia kabar dari Ponpes di Keamatan Ngoro, Jombang, pada Minggu (7/2).

Baca juga :

"Orangtua korban melihat ada sifat yang berbeda pada putrinya, lalu digali. Akhirnya ketahuan putrinya sudah dicabuli tersangka," kata Agung saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (15/2/2021).

Kaget dan tak terima mengetahui putrinya jadi korban pencabulan, sang ayah langsung membuat laporan ke Polres Jombang, Senin (8/2) lalu. Ternyata korbannya tak hanya satu, ada orangtua santriwati asal Kecamatan Ngoro yang juga melapor ke polisi pada keesokan harinya, Selasa (9/2).

Korban disebut telah dicabuli Kiai berisial S sebanyak 3 kali. "Ada dua pelapor dari orang tua korban. Laporan pertama tanggal 8 Februari, kedua tanggal 9 Februari," terangnya.

Menanggapi laporan itu, tim Satreskrim Polres Jombang langsung dikerahkan guna melakukan penyelidikan terkait skandal kejahatan seksual di ponpes tersebut. Alhasil, polisi mendapati 6 santriwati telah menjadi korban nafsu bejad persetubuhan Kiai S.

Keenam satriwati yang menjadi korban, yakni 4 berasal Kecamatan Ngoro, Jombang, 1 korban asal Kecamatan Jogoroto, Jombang, dan 1 korban asal Kecamatan Badas, Kediri. Polisi saat ini masih mendalami kasus itu, lantaran jumlah korban nafsu bejad S diperkirakan mencapai 15 orang.

"Sementara ini korban 6 orang. Nanti akan bertambah menjadi 15 orang, keterangan saksi sampai 15 orang," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Christian Kosasih.

Aksi bejad S mencabuli dan menyetubuhi santriwatinya diketahui terjadi pada 2019-2020. Pria yang sudah memiliki istri dan anak ini mencabuli korban dengan modus membangunkan para santriwatinya untuk salat tahajud pada tengah malam. Setelah korban salat, barulah Kiai S mencabuli para korban di asrama putri di ponpes tersebut. Tak hanya mencabuli, Kiai S juga mencekoki korban dengan doktrin menyimpang.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Kiai S disangkakan pasal berlapis, yakni Pasal 76E juncto Pasal 82 ayat (1) dan (2) dan Pasal 76D juncto Pasal 81 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Sementara ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

TAG TERKAIT :
Pencabulan Berita Kriminal Indonesia Asusila Pencabulan Kiai ke Santriwati di Jombang

Berita Lainnya