Ekonomi

Ini Solusi KKP Mengatasi Biaya Pakan Ikan yang Tinggi

Lukman Salasi - 17/02/2021 13:53
FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (BP3) Ambon menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Buatan.

Pelatihan yang diadakan pada 15-16 Februari 2021 tersebut sebagai upaya KKP menggencarkan Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari) guna menekan tingginya biaya pakan ikan yang dialami oleh pembudidaya.

Pelatihan diadakan secara serentak di 4 lokasi berbeda; yaitu Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku; Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara’ Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara; Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Pelatihan diikuti oleh 120 orang pelaku utama budidaya perikanan, dengan rincian 30 orang dari masing-masing kabupaten. Pelatihan dilakukan dengan metode blended system di mana instruktur memberikan materi melalui aplikasi Zoom dan e-jaring sementara para penyuluh perikanan tetap mendampingi peserta di lokasinya masing-masing.

Kepala BP3 Ambon Abubakar mengatakan bahwa salah satu kendala yang dihadapi oleh pembudidaya ikan adalah biaya pakan yang mendominasi biaya produksi perikanan budidaya, yakni sebesar 60% - 70%.

“Peningkatan efisiensi pakan melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi sangat dibutuhkan dalam rangka menekan biaya produksi,” ujarnya seperti dalam keterangan resmi KKP, Rabu (17/2/2021).

“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembudidaya agar dapat menghitung komposisi bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakan ikan buatan sehingga dapat menghasilkan pakan dengan kandungan protein yang sesuai dengan kebutuhan ikan,” tambah Abubakar.

Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati menyebut, Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari) yang digaungkan KKP telah berhasil menekan biaya pakan dan memberikan keuntungan lebih kepada para pembudidaya. Untuk mengoptimalkannya, gerakan ini harus terus digaungkan. Namun tentunya, pembuatan pakan mandiri tidak bisa dilakukan sembarangan.

“Supaya pakan buatan mandiri dapat mendekati mutunya dengan pakan pabrikan yang selama ini digunakan oleh pembudidaya, teknik pembuatan pakan buatan tidak bisa dilakukan secara sembarangan,” ucapnya.

“Bahan utama pembuatan pakan berupa tepung ikan harus memiliki sertifikasi sebagai standar tepung yang patut digunakan. Untuk itu, pelatihan perlu memanfaatkan bahan baku lokal dalam bahan ajarnya dan penyuluh perlu memastikan ketersediaan bahan baku lokal di lokasi-lokasi ini demi mempermudah keberlanjutan pembuatan pakan secara mandiri,” tuturnya.

Ia menyebut, data menunjukkan bahwa pembuatan pakan buatan secara mandiri ini dapat menekan biaya produksi pakan ikan menjadi sekitar 50% dari total biaya produksi. Dampaknya, pembudidaya pun dapat meningkatkan keuntungannya hingga 10% - 20%.

Menimbang hal itu, Lilly mengarahkan BP3 Ambon melalui para penyuluhnya untuk mendorong pembentukan kelompok-kelompok pembuat pakan ikan mandiri. Kelompok ini nantinya akan fokus memproduksi pakan untuk meringankan beban kerja para pembudidaya ikan setempat.

Hal tersebut sejalan dengan salah satu program prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk membentuk kampung-kampung perikanan yang terintegrasi dari hulu ke hilir di banyak titik di seluruh Indonesia.

“Penumbuhan kelompok pembuat pakan ikan buatan ini sangat penting adanya untuk mendukung salah satu arahan Menteri Kelautan dan Perikanan mengenai pengembangan kampung-kampung ikan dalam pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya.

“Kampung-kampung perikanan yang sudah eksis di keempat kabupaten ini perlu turut berpartisipasi, turut ditarik kembali oleh BP3 Ambon dan para penyuluh supaya sinergisasi dari hulu ke hilir terbentuk,” tegasnya.

Tak berhenti di sini, Lilly menyatakan bahwa BP3 Ambon bersama dengan Puslatluh KP akan terus memperluas materi pelatihan yang akan diadakan di masa mendatang.

“Saat ini pelatihan masih pada pakan ikan berbentuk pelet. Namun ke depannya dapat ditambah lagi materi alternatif berupa pakan ikan lainnya seperti pemanfaatan magot yang tinggi protein,” ucapnya.

“Saya harap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan fokus selama dua hari ini. Jangan lupa tetap lakukan 4M sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19. Semoga kita semua bisa bertemu dalam keadaan yang lebih baik, dan tentunya kami menunggu keberhasilan bapak/ibu sekalian atas usaha yang dijalankan,” pungkas Lilly.

TAG TERKAIT :
Berita Center KKP Pakan Ikan Biaya Pakan Ikan Solusi KKP Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan

Berita Lainnya