Kriminal

Buron Tiga Bulan, Pembunuh Bayaran Ditangkap Polisi di Sumut

Baharuddin Kamal - 18/02/2021 23:40
Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pemuda bernama Agus Salim alias Aseng (32) di Pelabuhan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Aseng sendiri diketahui merupakan buronan dalam kasus pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Belawan AKP I Kadek Hery Cahyadi mengatakan, kasus pembunuhan itu terungkap pada Senin 23 Desember 2019, usai pelapor yang juga orang tua korban mendapat kabar bahwa ditemukannya sesosok mayat laki-laki tidak dikenal di areal perkebunan tebu di Dusun XX, Tanjung Sari, Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, dengan memberikan gambar dan foto-foto tentang sesosok mayat tersebut karena telah dibunuh dan dibuang di areal perkebunan tebu.

"Setelah pelapor melihat, dan pelapor memperhatikan dengan seksama, ternyata sesosok mayat tersebut sangat identik dengan anak kandung pelapor yang bernama Muhammad Ikhsan alias Ikhsan yang selama ini tinggal ikut denga abang kandung di Marelan," sebut Kadek, dalam keterangannya, Kamis (18/2/2021).

Kemudian, pelapor pun berangkat ke Medan unuk melihat kebenaran dan saksi melihat langsung sesosok mayat yang berada di RS Bhayangkara.

"Dan setelah pelapor dengan teliti dan seksama bahwa benar sesosok mayat tersebut adalah benar anak kandung pelapor, Muhammad Ikhsan alias Ikhsan," sebut Kadek.

Lalu, pada Selasa, 16 Februari 2021, petugas mendapat informasi keberadaan tersangka yang diketahui bernama Agus Salim alias Aseng di Pelabuhan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara.

"Tim bergerak ke lokasi tersebut dan melakukan penangkapan terhadap tersangka Agus Salim alias Aseng," ujar Kadek.

Setelah itu, tim melakukan interogasi terhadap tersangka soal alat (pisau) yang digunakan untuk membunuh. Namun, tersangka melakukan perlawanan hingga terpaksa ditembak.

"Setelah itu tim interogasi tersangka di mana alat pisqu yang digunakan untuk membunuh korban. Pada saat tim melakukan pencarian barang bukti pisau , tersangka melakukan perlawanan dan mengancam keselamatan petugas sehingga tim melakukan tindakan tegas, tepat dan terukur ke arah kaki sebelah kanan tersangka," ujar Kadek.

Setelah itu, tersangka dibawa ke Rumah Sakit AL Belawan dan kemudian memboyong ke Polres Belawan.

Hasil interogasi, tersangka telah mengakui melakukan perbuatannya telah membunuh korban dan tersangka melakukan perbuatan pembunuhan berencana bersama temannya.

"Tersangka mengakui telah menusuk korban menggunakan pisau sebanyak 10 kali di bagan perut dan tersangka mendapat upah untuk membunuh korban sebesar Rp 1,5 juta," ujar Kadek.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 340 subs Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

 

TAG TERKAIT :
POLISI Pembunuhan Pembunuh bayaran Berita Kriminal Indonesia Berita Center Polres Belawan

Berita Lainnya