Opini

Menyimak Nyinyir JK

Indah Pratiwi Budi - 22/02/2021 13:10
Oleh : Ahmad Tsauri
FOKUS : JK

Ambisi untuk menyejarah, Will to powernya belum padam. Mantan RI satu dibantu bupati dan bantuan itu untuk bangun musium kayak gimana itu.

Apalagi dimasa pandemi, mie beras dan telor saja sangat membantu rakyat apalagi duit 9 M. Itu otak bupatinya juga bagaimana ya.

Kemana Rocky Gerung, kalau sama bosnya ini ko bisu. Sama Presiden Jokowi bencinya sampai ubun-ubun.

Kalau almarhum Pak BJ Habibi seluruh bagian dalam tubuhnya adalah otak, kecerdasan, di era Pak Jokowi itu banyak yang seluruh tubuhnya kebencian.

Mereka menyebut Jokowi dengan "kera", kodok dan sebutan lainnya yang semestinya tidak dijadikan panggilan siapapun, apalagi presiden 270 juta jiwa.


Kalau kewalian harus melewati nafsu, diri, dan iblis itu 70.000 hijab. Orang sampai pada posisi presiden juga sudah melewati puluhan ribu tantangan, apalagi bukan pensiunan jenderal, bukan pemilik partai.

Pak Jokowi kan petugas partai, memang ada di negara demokratis yang tidak menjalankan misi partai, rencana pembangunan ini misi partai, kalau ada agenda partai yang menyimpang seperti korupsi, nyatanya juga tidak dilindungi pak Jokowi.

Kalau pak Jokowi menyelesaikan ribuan kilo meter tol, puluhan bendungan, bandara, dan pelabuhan untuk rakyat disebut dungu, lalu SBY menggunakan uang rakyat untuk mengawetkan sejarah kekuasaannya menggunakan apbd Pacitan disebut apa?

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

TAG TERKAIT :
JK Pembenci Jokowi JK Nyinyir

Berita Lainnya