Ekonomi

KKP Latih Pengolah Ikan Aceh Demi Tingkatkan Daya Saing-Konsumsi Ikan Nasional

Lukman Salasi - 23/02/2021 12:03
FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (BPPP) Medan, salah satu Unit Pelaksana Teknis BRSDM, menyelenggarakan Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Perikanan dan Pelatihan Pengolahan Ikan Nila di Kota Langsa pada 20-21 Februari 2021 dan Kabupaten Aceh Timur pada 21-22 Februari 2021.

“Pelatihan ini diselenggarakan guna mendukung arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Harapannya, pelatihan dapat meperluas wawasan pelaku utama kelautan dan perikanan untuk mendiversifikasi aneka olahan dari hasil perikanan, yang merupakan hilir kegiatan kelautan dan perikanan,” demikian keterangan resmi KKP, Selasa (23/2/2021).

Peltihan dihadiri 100 peserta dengan rincian 50 pelaku utama pengolah perikanan dari masing-masing kota/kabupaten. Pelatihan dilakukan dengan metode blended system demi mengutamakan protokol kesehatan. Para peserta dibekali kurikulum ajar meliputi penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) dan Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP), diversifikasi olahan ikan, pembuatan mie ikan, dan pembuatan samosa ikan. Tak ketinggalan, para peserta juga diberikan bahan dan alat sesuai yang dibutuhkan.

Kepala BPPP Medan Natalia menyebut, selama ini diversifikasi ikan memang sudah banyak dilakukan di wilayah para peserta. Namun, variasinya masih terbatas. Untuk itu, pelatihan pembuatan mie dan samosa ikan ini dapat menjadi inovasi baru yang menjadi pilihan masyarakat luas.

“Saat ini produk-produk olahan ikan yang sudah banyak kita jumpai baik di pasar tradisional maupun modern biasanya berupa siomay, otak-otak, dan nugget. Mie dan samosa ikan ini akan menjadi produk variatif yang bersaing,” ucapnya.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati berharap agar pelatihan ini dapat menjadi jalan pembuka usaha yang inovatif bagi para peserta untuk menambah penghasilan rumah tangga dan mengembangkan usaha perikanan dimasa pandemi COVID-19. Hal ini sesuai dengan hasil identifikasi kebutuhan dan minat penduduk yang telah dilakukan pihaknya.

“Tentunya, tema pelatihan dipilih dengan dilakukannya identifikasi kebutuhan daripada penduduk Aceh yang ingin memperluas pengetahuan di bidang diversifikasi olahan ikan. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan sentuhan, kontribusi, dan kemanfaatan kepada masyarakat dalam mengembangkan olahan produk ikan,” tuturnya.

“Ke depannya, BPPP Medan bersama dengan penyuluh perikanan akan terus mengidentifikasi apa yang menjadi kebutuhan penduduk Aceh agar terfasilitasi oleh kami,” lanjut Lilly.

Secara terpisah, Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) Sjarief Widjaja menyatakan, diversifikasi produk olahan hasil perikanan dapat menjadi salah satu cara jitu untuk menumbuhkan kebiasaan mengonsumsi ikan masyarakat Indonesia. Ia menyebut, hal ini perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan nilai gizi masyarakat melalui protein ikan yang menyehatkan.

“Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan untuk meningkatkan nilai ekonomi produk, meningkatkan nilai gizi produk, dan meningkatkan mutu produk, kita harus melakukan perubahan. Melakukan diversifikasi terhadap pengolahan ikan sehingga menjadi konsumsi yang menarik bagi masyarakat agar terbiasa mengonsumsi ikan,” ujarnya.

TAG TERKAIT :
Aceh Berita Center KKP Pengolah Ikan Pelatihan Diversifikasi Olahahan Perikanan

Berita Lainnya