Opini

Lupa Janji, Anies Babak Belur

Indah Pratiwi - 23/02/2021 17:20
Oleh : Daffa Mukhlis Turmudzi

Politisi PDI Perjuangan Ruhut Sitompul meyakini jika hingga saat ini janji politik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Pilkada DKI 2017 lalu tidak ada yang berjalan sesuai harapan.

Salah satunya adalah program rumah DP Rp 0. Walau program tersebut sudah ada perwujudannya, akan tetapi proyek yang digembar-gemborkan oleh Anies ini, menurut Ruhut malah membuat pihak kontraktor babak belur lantaran target penjualannya hingga kini tidak maksimal.

Tidak hanya itu, Pria yang terkenal dengan julukan raja minyak dari medan ini juga menyoroti janji lain Anies sebelum menjadi orang no1 di DKI Jakarta, yakni mengenai reklamasi teluk Jakarta. Dalam hal ini, Ruhut menyebut Anies telah menelan ludahnya sediri. Sebab, reklamasi yang secara nyata dipe-rangi oleh Anies saat kampanye dulu, kini justru menjadi programnya dengan dalih peluasan daratan.

Seperti diketahui, dalam program reklamasi kawasan Ancol itu, Anies sempat mengatakan akan membangun museum sejarah Nabi diatasnya. Terkait rencana tersebut Ruhut pun mengingatkan Anies agar tidak hanya membangun untuk satu Agama saja, melainkan semua Agama yang di akui di Indonesia.

Selain menyoroti kegagalan janji Anies, Ruhut juga mengkritik masalah biaya penyelenggaraan Formula E yang tertunda hingga 2021. Diketahui, untuk dapat menggelar ajang balap mobil tersebut pemprov DKI telah mengucurkan dana commitment fee sebesar Rp 560 miliar.

Terkait biaya tersebut, Ruhut pun mengaku telah mengetahui latar belakang pengusaha di balik penyelenggaraan Formula E yang telah membuat Anies beserta bawahannya harus tetap membayar uang muka tersebut. kendati demikian ia tidak ingin menyebutkan siapa pengusaha yang dimaksud, Dengan alasan bukan waktu yang tepat.

Dalam konteks ini Ruhut melihat sudah perlu melibatkan arbitrase internasional untuk pengembalian commitment fee Formula E, supaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lebih dari setengah triliun tersebut dapat terserap kembali ke Jakarta.

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD DKI Iman Satria mengatakan pihaknya akan memanggil PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta. terkait penarikan kembali commitment fee Formula E.

Menurutnya jika commitment fee tidak ditarik tahun ini, Pemprov DKI tetap wajib membayar biaya lanjutan selama lima tahun. Dimana setiap tahunnya Pembayaran akan ditambah 10 persen. Dari 20 juta (poundsterling) ke 22 juta dan terus berkelipatan hingga dalam lima tahun Pemprov DKI harus membayar 88 juta poundsterling. Oleh sebab itu, ia pun mendesak Pemprov DKI Jakarta segera mengambil sikap.

Sumber : Status Facebook Daffa Mukhlis Turmudzi

TAG TERKAIT :
Banjir Jakarta Anies Baswedan Jakarta Banjir Anies Gubernur terbodoh Anies Gubernur Terbodoh Anies Gubernur Pembohong Gubernur Pembohong Jakarta Banjir Lagi

Berita Lainnya