News

PKB soal Peringatan Virtual Police : Ini Perlu, Semacam Rambu Lalu Lintas Bermedsos!

Perlu, itu semacam memasang rambu lalu lintas dalam bermedsos agar tidak terjebak menjadi kasus pidana

Aisyah Isyana - 25/02/2021 09:55

Beritacenter.COM - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung upaya Bareskrim Polri yang tengah mengaplikasikan peringatan virtual ke sejumlah akun medsos yang dinilai memiliki konten yang berpotensi tindak pidana dan penyebaran hoax.

PKB menilai, bermedsos memang perlu memiliki batasan agar tidak terjebak kasus pidana. "Perlu, itu semacam memasang rambu lalu lintas dalam bermedsos agar tidak terjebak menjadi kasus pidana," ujar Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Baca juga :

Jazilul mengatakan, saat ini masih banyak didapat masyarakat yang belum paham batasan dan rambu-rambu dalam bermedsos. Alhasil, tak sedikit ditemukan konten yang melewati batas Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Medsos banyak juga positifnya, namun medsos seringkali sumber dan alat menebar hoax, fitnah dan ujaran kebencian," jelas Jazilul.

Dia berharap kedepannya masyarkat dapat lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial. Sehingga tak ada lagi kegaduhan yang disebabkan oleh konten, yang berujung mergikan diri sendiri dan orang lain. Jazilul menilai, peringatan virtual itu agar dapat diterapkan ke semua platform digital, termasuk toko online.

"Hemat saya, utamanya semua platform digital yang berbasis informasi, termasuk toko online, iklan digital dan media lain yang sejenis," ucapnya.

Sekedar diketahuii, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi, menjelaskan soal mekanisme peringatan virtual. Nantinya, Dittipidsiber setiap harinya akan melakukan patroli siber di medsos guna mengawasi konten-konten yang terindikasi hoax.

Patroli siber akan dilakukan di berbagai platform media sosial seperti di Facebook, Twitter, dan Instagram. Jika ditemukan adana konten yang berpotensi tindak pidana, maka tim patorli siber akan segera mengirimkan peringatan melalui DM. Tim akan menyampaikan pesan soal konten yang dinilai mengandung pelanggaran atau hoax. Peringatan itu akan dikirimkan dua kali dan dalam waktu 1x24 jam konten itu harus diturunkan.

Peringatan kedua akan diberikan jika positingan yang diduga melanggar tak kunjung diturunkan oleh pemilik akun. Namun, jika peringatan kedua juga tak kunjung digubris, maka akan segera ditingkatkan ke tahap pemanggilan untuk klarifikasi.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga sudah mulai mengirimkan peringatan virtual ke sejumlah akun media sosial yang mengungah konten yang berpotensi tindak pidana. Ini dilakukan untuk mewujudkan Polri yang lebih humanis dengan mengedepankan pencegahan penyebaran hoax dan ujaran kebencian daripada penindakan.

TAG TERKAIT :
POLRI Bareskrim Polri PKB Ujaran Kebencian Hoax Virtual Police

Berita Lainnya