News

Polri : Virtual Police Tidak Untuk Mengekang, Tidak Membatasi, Tapi Upaya Edukasi

Aisyah Isyana - 25/02/2021 13:45

Beritacenter.COM - Kehadiran virtual police yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dipastikan Polri tak akan membatasi masyarakat untuk bersuara di ruang digital. Dalam hal ini, Polri hanya sebatas memberikan edukasi melalui virtual police terkait potensi pelanggaran pidana ke para pengguna media sosial.

"Pertama, berkaitan dengan virtual ini, saya rasa kita tidak mengekang ya. Kita tidak membatasi. Wong semua orang ngomong boleh, kok," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (24/2/2021).

Baca juga :

Kedepannya, Argo menyebut virtual police akan memberikan peringatan ke para pengguna media sosial, jika ditemukan adanya tulisan atau gambar yang mengarah ke pidana. Alih-alih mengekang pengguna medsos, Argo menegaskan pihaknya justru memberikan edukasi.

"Cuma, kalau mengarah pidana, gimana? Kita boleh nggak ngasih tahu? Kalau kita masih menerima, langsung tindak lanjuti boleh tidak? Kita kan ada upaya membuat edukasi," tuturnya.

Untuk itu, Argo berharap masyarkat juga turut berperan aktif untuk saling mengingatkan satu sama lain dalam bermedsos. "Makanya, selain polisi, ya juga harus orang lain bisa sama-sama mengedukasi juga ke temannya. Jadi tidak diserahkan ke pak polisi saja," jelas Argo.

"Misal di kelompok lain bisa sebagai pimpinannya. Jadi sama-sama kita memberi tahu dengan adanya dunia maya ini biar bersih, tidak terjadi saling fitnah, saling ejek, dan sebagainya. Dan polisi pun akan melihat, ada ahli dilibatkan. Kalau itu termasuk kritik, kan tidak masuk. Kita kan ada ahlinya," sambungnya.

Nantinya, polisi akan memberikan edukasi terkait konten yang berpotensi melanggar pidana. "Melalui virtual police, kepolisian memberikan edukasi dan pemberitahuan bahwa apa yang ditulis ada melanggar pidana, mohon jangan ditulis kembali dan dihapus," jelasnya.

Kedepannya, Argo berharapa dengan adanya virtual police ini dapat mengurangi post truth dan hoax di dunia maya. Dengan begitu, aksi saling lapor ke polisi tak terjadi lagi di kemdian hari.

"Diharapkan, dengan adanya virtual police, dapat mengurangi hoax atau post truth yang ada di dunia maya. Masyarakat dapat terkoreksi apabila membuat suatu tulisan atau gambar yang dapat membuat orang lain tidak berkenan dan untuk menghindari adanya saling lapor," tandas Argo.

TAG TERKAIT :
POLRI Bareskrim Polri Media Sosial Virtual Police Peringatan Virtual

Berita Lainnya