Kriminal

Nekat Bacok Polisi Saat Ditangkap, Bandar Narkoba di Sumsel Ditembak Mati

Anas Baidowi - 01/03/2021 13:00
Ilustrasi

Beritacenter.COM - Jojon, seorang bandar narkoba di Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) tewas ditembak polisi. Jojon terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan dengan membacok kepala polisi saat hendak ditangkap.

"Tersangka saat akan ditangkap membacok kepala anggota kita. Terpaksa ditindak tegas dan terukur, tersangka meninggal dunia saat akan menjalani perawatan medis," kata Kapolres Muara Enim, AKBP Danny Sianipar, Senin (1/3/2021).

Kasat Narkoba Polres Muara Enim, Iptu Rahmad Aji Prabowo mengatakan peristiwa itu bermula ketika polisi menerima laporan dari masyarakat terkait adanya transaksi narkoba di kediaman Jojon di Muara Enim. Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut.

"Dari laporan tersebut anggota kita dari Polsek Sungai Rotan, yang dipimpin Kapolsek Iptu Gunawan Sahferi melakukan penyelidikan kebenaran informasi tersebut," kata Aji.

Polisi kemudian menggrebek rumah Jojon pada Sabtu (27/2) sekitar pukul 16.35 WIB. Saat penggrebekan, Jojon tengah duduk di depan rumah. Mengetahui polisi datang, Jojon dan dua rekannya langsung kabur ke arah dapur rumah.

"Kedua rekan tersangka yang sedang bersilahturahmi langsung kabur diduga karena takut terlibat. Sedangkan tersangka Jojon saat hendak diamankan dan dilakukan penggeledahan tersangka Jojon melawan anggota kita, menyerang Bripka Sudarsih dengan sebilah parang, sehingga anggota mengalami luka bacok di bagian kepala," ucap Aji.

Pelaku saat itu sambil meneriaki Bripka Sudarsih sebagai perampok. Sudarsih yang kepalanya bersimbah darah akibat terkena luka bacok berusaha untuk menangkap tersangka.

"Saat anggota masih terus berupaya melumpuhkan tersangka, tersangka ini terus mengayunkan parangnya dan kembali melukai kepala Bripka Sudarsih, sambil meneriaki petugas rampok," katanya.

Anggota polisi lainnya, Aida Jauhari kemudian berusaha membantu. Pelaku kemudian dilumpuhkan polisi dengan cara ditembak.

"Melihat Bripka Sudarsih bersimbah darah di kepalanya dan tersangka masih berupaya melakukan perlawanan. Tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas terukur. Tersangka dan Bripka Sudarsih dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pertolongan medis dan pengobatan," katanya.

Jojon dinyatakan meninggal pukul 18.35 WIB saat tengah menjalani perawatan di Puskesmas Sukarami, Muara Enim.

"Nyawa tersangka yang juga merupakan resedivis kasus pencurian itu tak tertolong, sedangkan Bripka sudarsih yang mengalami luka bacok dirujuk ke RS bhayangkara Palembang guna dirawat intensif," jelas Aji.

Dari penggrebekan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 25 paket sabu siap pakai, 2 butir ekstasi, 1 timbangan digital dan 1 bilah parang yang digunakan tersangka membacok Bripka Sudarsih.

"Beberapa barang bukti sudah kita amankan, resedivis pencurian ini dikenal sangat meresahkan masyarakat. Bahkan di tahun 2010 ia juga terlibat kasus penyerangan petugas dan menjalani proses hukum," katanya.

TAG TERKAIT :
Bandar narkoba Sumsel Berita Kriminal Indonesia Berita Center Muara Enim

Berita Lainnya