Internasional

Siksa dan Telantarkan Anak hingga Tewas, Pasutri ini Dihukum Gantung

Baharuddin Kamal - 01/03/2021 18:30
Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Pasangan suami istri (Pasutri) di Malaysia dijatuhi hukum gantung pada Minggu (28/2/2021) lantaran membunuh anaknya sendiri yang berusia 22 tahun. Insiden pembunuhan tersebut terjadi pada 26 April 2016 dan baru terungkap saat ini.

Pasutri tersebut diketahui bernama Anuar Yusof, (55) dan istrinya, Murni Ahmad, (40), yang merupakan ibu tiri korban, Siti Hajar, (22). Kedua dikenai hukuman gantung usai gagal membuktikan adanya keraguan terhadap kasus jaksa penuntut, demikian diwartakan Astro Awani.

Berdasarkan kondisi fisik korban, Hakim Zainal Azman mengatakan bahwa gadis tersebut dibiarkan kelaparan, kesehatannya terabaikan dan dianiaya hingga beratnya hanya sekira 18kg. Dia menambahkan bahwa fakta pengabaian dan pelecehan disebutkan oleh ahli bedah dalam kesaksian mereka yang tidak disangkal oleh kedua terdakwa.

“Tidak mungkin tindakan mereka dilakukan dalam kurun waktu beberapa hari, malah korban mungkin menderita berbulan-bulan,” ujar Hakim Datuk Zainal Azman Abd Aziz.

Zainal Azman mengungkapkan, kedua pelaku pasti mengetahui rasa sakit yang dialami oleh korban tetapi tidak melakukan tindakan apa pun atau memberikan perawatan yang memadai sampai dia meninggal.

Dua anak pasangan lainnya, Siti Sarah Anuar, (26), dan saudara laki-lakinya yang berusia 19 tahun juga menghadapi tuntutan yang sama tetapi dibebaskan dan dilepaskan oleh pengadilan setelah mereka dinyatakan tidak bersalah.

Zainal Azman mengatakan Siti Sarah dan saudara laki-lakinya juga berada di bawah pengawasan pasangan tersebut, tetapi tidak dapat berbuat banyak karena mereka terikat pada tindakan orang tua mereka.

Keempat terdakwa secara bersama-sama didakwa berdasarkan Bagian 302 KUHP Malaysia atas pembunuhan Siti Hajar. Penuntutan dipimpin oleh Wakil Jaksa Penuntut Umum Zulfazliah Mahmud, sementara semua terdakwa diwakili oleh pengacara Masliela Ismail.

Sepanjang persidangan, jaksa penuntut memanggil 24 saksi ke pengadilan sementara pembela memanggil tujuh saksi, termasuk empat terdakwa.

Menurut Harian Metro, insiden itu terdeteksi setelah polisi curiga dengan laporan kematian yang dibuat oleh ayah gadis itu.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa korban mengalami 'rasa sakit normal', yang tidak termasuk bekas gigitan di tubuh gadis itu serta memar di matanya, sehingga mengungkap tindakan yang dilakukan oleh anggota keluarganya sendiri.

Penyelidikan awal oleh polisi juga menemukan bahwa korban terlalu kurus, dengan berat hanya 18 kg karena tidak cukup makan.

Setelah itu, keempat tersangka ditangkap di rumah keluarganya pada pukul 1.50 pagi tanggal 1 Mei 2016.

TAG TERKAIT :
Malaysia Berita Kriminal Indonesia Berita Center Kasus Pembunuhan

Berita Lainnya