News

Polri : Jaga Eksistensi-Roda Organisasi, 12 Teroris di Jatim Sumbangkan 5% Gaji ke JI

Aisyah Isyana - 01/03/2021 21:28

Beritacenter.COM - Polri menyebut 12 teroris yang ditangkap di Jatim mengumpulkan dana untuk kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Ke-12 teroris itu menyumbangkan 5 persen ganji yang mereka dapat sebagai iuran untuk kelompok JI.

"Ya tentunya sekali lagi untuk JI dalam aktivitas mereka didukung karena adanya iuran dari masing-masing anggota. Itu dapat iuran setiap gaji yang diterima oleh mereka, itu disumbangkan kepada organisasi sebanyak 5 persen dari pendapatan mereka," Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (1/3/2021).

Baca juga :

Rusdi mengatakan, dana yang dikumpulkan digunakan untuk menjaga eksistensi dan menjalankan roda organisasi. "Ini salah satu dana yang digunakan oleh JI untuk tetap menjaga eksistensi daripada organisasi," jelasnya.

"Tentunya juga dengan upaya-upaya lain, dana itu, kemarin kasus kotak amal bermasalah, ini menjadi bagian daripada JI untuk dapatkan dana untuk tetap jalankan roda organisasi," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rusdi menyebut 12 terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Jatim telah merencanakan aksi amaliah atau terorisme. Kendati begitu, masih belum diketahui detail soal rencana tersebut.

"Dan yang perlu dicatat oleh kita semua, mereka juga telah berencana melakukan amaliah yang tentunya ini perlu kita perhatikan dan rencana amaliah dapat dilakukan upaya-upaya pencegahan dari Densus 88 Antiteror Polri," ujar Rusdi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (1/3).

Adapun ke-12 teroris yang diamankan yakni, UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYF, RAS, dan MI. Mereka ditangkap ditempat berbeda, yakni delapan orang ditangkap di Sidorajo, dua di Surabaya, satu di Mojojerto, dan satu lagi di Malang.

Ke-12 terduga teroris yang diamankan itu tergabung dalam kelompok Jamaah Islamiyah yang berafiliasi kepada Al-Qaeda. Rusdi menyebut mereka telah melakukan berbagai aktivitas guna melancarkan aksi amaliah, dari merancang bunker hingga membuat bom rakitan.

"Aktivitas-aktivitas daripada kelompok ini, ini adalah kelompok Jamaah Islamiyah. Tentunya berafiliasi kepada Al-Qaeda dan kelompok ini dikenal dengan kelompok Fahim, sering disebut kelompok ini dikenal dengan kelompok Fahim. Tentunya mereka telah melakukan aktivitas-aktivitas berupa latihan bela diri dan mereka juga sudah merancang bunker yang akan digunakan untuk kegiatan pembuatan senjata maupun bom rakitan," tuturnya.

TAG TERKAIT :
Teroris POLRI Densus 88 Antiteror Terduga Teroris Jamaah Islamiyah Al-Qaeda Teroris Jatim

Berita Lainnya