News

PERPRES NO 10 TAHUN 2021 Dipelintir "HTI" Seolah-olah Ada "PERPRES PENGESAHAN MIRAS"

Indah Pratiwi - 03/03/2021 17:00

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Namun di media sosial terdapat opini seolah-olah Presiden menandatangani Perpres tentang pengesahan minuman keras hingga menimbulkan distorsi informasi dan kegaduhan baru.

Salah satu yang menyebarkan distorsi informasi itu adalah tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto. Anehnya, Ismail Yusanto tidak mempersoalkan kebijakan Anies Baswedan soal kepemilikan saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam PT Delta Djakarta Tbk yang memproduksi bir Heineken.

Isi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal sejatinya mengatur investasi ratusan bidang usaha. Namun Ismail Yusanto menyebarkan opini seolah-olah Presiden menandatangani Perpres tentang pengesahan minuman keras.

Padahal dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021 ada pembatasan industri miras dengan menerapkan aturan yang sangat ketat dan hal ini hanya diperbolehkan di empat daerah, yakni Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua.

Berikut persyaratan ketat bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi industri miras:


1. Pelaku usaha hanya bisa berinvestasi di empat daerah Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua.

2. Pelaku usaha juga harus memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

3. Penanaman Modal diluar huruf a, dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.

4. Penanam Modal asing hanya dapat melakukan kegiatan usaha pada Usaha Besar dengan nilai investasi lebih dari Rp 10 miliar di luar nilai tanah dan bangunan.

5. Memiliki, Jaringan distribusi dan tempat khusus.Menurut Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, Perpres yang melegalkan investasi dalam minuman keras tersebut berpotensi menarik masuknya modal asing.


Agus mengatakan, Perpres tersebut sudah sesuai dengan kearifan lokal terutama di wilayah yang mendapatkan kedatangan wisatawan mancanegara dalam jumlah besar.

"Perpres ini sudah sesuai dengan kearifan lokal, dan melibatkan tenaga kerja yang banyak juga. Seperti Sababay Winery di Bali. Itu sudah kelas dunia. Kalau ditutup, investor tidak mau datang," kata Agus di Jakarta, Minggu (28/2).

Dikatakan, kebijakan untuk kemudahan investasi ini secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat sekitar di daerah pariwisata serta mendorong aktivitas ekonomi yang sempat lesu akibat pandemi. "Pemerintah mau meningkatkan pariwisata. Kalau tidak ada miras, tidak ada turis yang datang," ujarnya.

Fakta-fakta Soal Aturan Miras:

1. Tidak ada nomkelatur Pepres yang berjudul Perpres Miras. Yang ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

2. Perpes tersebut hanya mengatur soal investasi minol untuk daerah tertentu, bukan legalisasi miras atau pembebasan perdagangan miras.

3. Minuman berakolohol dikenakan cukai yang tinggi, yang bertujuan untuk membatasi konsumi.

4. Perdagangan Minol tidak bisa dijual bebas, terbatas dan diawasi serta diatur oleh negara.

5. Perdagangan Minol diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol (“Perpres 72/2013”). Perpes tersebut tetap ada berlaku.

6. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol (Permendag 20/4/2014).

7. Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengawasan Obat dan Makanan yang Diedarkan Secara Daring. Dalam Peraturan BPOM, Pasal 29 menyebutkan bahwa BPOM melarang peredaran minuman beralkohol melalui daring.

8. Industri Minuman berakohol sama dengan industry rokok. Yang menyumbang pajak dan digunakan oleh negara untuk kepentingan rakyat, termasuk kesehatan dan pendidikan..kadrunn salah persepsi

TAG TERKAIT :
Jokowi Joko Widodo Presiden Jokowi Hizbut Tahrir Indonesia HTI Jokowi Hebat Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Jokowi Orang Jujur Jokowi Jujur Pembenci Jokowi Jokowi Tegas Warga NTT Bersama Jokowi Perpres Investasi Miras Perpres MIras Dicabut Investasi Miras NTT Bersama Jokowi Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras

Berita Lainnya