News

Jejak Varian Baru Virus Corona B117 yang Masuk ke Indonesia

Anas Baidowi - 04/03/2021 08:30
Ilustrasi

Beritacenter.COM - Virus Corona B117 telah masuk ke Indonesia. Virus Corona varian baru yang berasal dari Inggris itu menginfeksi dua TKI warga Karawang, Jawa Barat, yang baru pulang dari Arab Saudi.

"Varian baru virus Corona diberitakan sudah ada di Indonesia, masuk di Karawang kami sudah melakukan pelacakan dan meminta kalau boleh tim Unpad (Universitas Padjadjaran) untuk meneliti UK B117 ini," ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil di RSP Unpad, Kota Bandung, Rabu (3/3/2021).

Baca juga:

Pria yang kerap disapa Kang Emil itu mengatakan hingga Rabu (3/3/2021) jumlah warga yang terpapar baru dua orang. Saat ini, kedua orang tersebut tengah menjalani isolasi di rumahnya masing-masing.

"Masih diisolasi. Di rumah masing-masing," kata Kang Emil.

Kang Emil menuturkan, pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dengan Unpad melakukan penelitian. Hal ini dilakukan guna menentukan langkah yang diambil Pemprov Jabar dalam menghadapi virus ini.

"Kemudian bagaimana treatment kami sudah minta Kadinkes bersama Unpad untuk melakukan kajian. Kalau virus itu datang ke Jawa Barat, bagaimana nasihat buat kami-kami dalam merespons treatment-nya. Apakah sama atau tidak, bagaimana, kita sedang menunggu kajian," tuturnya.

Ia menambahkan pihaknya sudah memerintahkan dilakukan tracing terhadap kontak erat dua warga Karawang yang terjangkit virus Corona B117.

"Tim sedang melacak, mengisolasi tambahan, tracing, testing lagi terhadap kontak erat," ucap Emil menegaskan.

Dinkes Karawang mengungkapkan dua orang yang terpapar B117 adalah perempuan yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Data disampaikan Dinkes Karawang, dua orang itu inisial M (40), warga Kecamatan Lemah Abang, dan inisial A (45), warga Kecamatan Pedes.

"Untuk (jenis) pekerjaannya, kami tidak tahu jelasnya, yang pasti bekerja sebagai TKI di Arab Saudi," kata Plt Kadinkes Karawang Nanik Jodjana, Rabu (3/3/2021).

Nanik menjelaskan dua TKI yang pulang dari Arab Saudi tersebut tiba di Indonesia berbeda hari dan waktu melalui Bandara Soekarno-Hatta. Keduanya menjalani tes PCR. Hasilnya positif terpapar virus Corona B117.

Pihak berwenang kemudian meminta keduanya menjalani karantina di sebuah hotel di Jakarta. "Setelah dites lagi, hasilnya sudah negatif," kata Nanik.

"Jadi B117 ini kasus pertama di Indonesia, berasal dari UK, Inggris, September 2020. Penyebarannya lebih cepat dibanding Corona di Indonesia," ucap Nanik.

Sebelumnya, Bertepatan dengan peringatan setahun Corona di Indonesia, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono melaporkan temuan 2 kasus mutasi virus Corona B117 asal Inggris di Indonesia. Ini menjadi kasus pertama di Indonesia sejak varian tersebut sejak mewabah di Inggris September 2020.

"Tepat 1 tahun hari ini, kita menemukan mutasi B117, UK mutation, di Indonesia. Ini fresh from the oven, baru tadi malam ditemukan 2 kasus," ujarnya dalam acara virtual peringatan 1 tahun pandemi oleh akun YouTube Kemenristek/BRIN, Selasa (2/3/2021).

Wamenkes Dante menyebut, dengan ditemukannya kasus ini, penanganan pandemi di Indonesia akan semakin sulit. Dikutip dari USS Today, mutasi virus B117 ditemukan pertama kali di Inggris pada September 2020. Dikhawatirkan, kasus COVID-19 akibat varian baru ini lebih berbahaya. Pasalnya, penularannya lebih mudah dan cepat.

Pakar Kesehatan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil mengatakan, vaksin COVID-19 Sinovac yang tersedia saat ini masih efektif dalam menangkal varian baru virus Corona, B117.

"Semua virus itu akan berubah untuk mempertahankan diri supaya tetap eksis, virus mana pun akan bermutasi enggak bisa dicegah, alamiah seperti itu," ujar Kusnandi saat ditemui di RSP Unpad, Kota Bandung, Rabu (3/3/2021).

Ketua tim uji klinis vaksin COVID-19 itu mengatakan, saat ini penelitian tengah dilakukan untuk mengetahui karakteristik dari virus mutan yang pertama kali ditemukan di Inggris pada September 2020 lalu.

"Saya lagi teliti, kita meneliti di Indonesia, Brasil, Uni Emirat Arab, Turki melihat efektivitasnya. Tapi kalau setahun, harapan saya masih efektif, jadi memang tidak berhenti-hentinya meneliti," tutur Kusnandi.

Informasi yang ia dapatkan, B117 ini memang lebih menular. Tetapi, keganasannya disebut masih sama dengan COVID-19 yang muncul saat pertama kali.

Kusnandi mengatakan untuk sementara langkah antisipasi dari varian virus baru tersebut adalah tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker.

"Enggak boleh sembarangan, enggak pergi kemana-mana kalau enggak perlu, jaga daya tahan tubuh kita, enggak ada yang lain," kata Kusnandi.

TAG TERKAIT :
Berita Center Karawang Corona Virus Varian Baru Corona Virus Corona B117 Virus Corona Baru

Berita Lainnya