Srikandi yang Berprestasi Tapi Bisa Juga Galak

Indah Pratiwi - 10/03/2021 21:15
Oleh : Agung Wibawanto

Sebenarnya banyak srikandi Indonesia yang ngetop seantero karena prestasi. Memang sih ada juga yang terkenal karena sensasi tapi abaikan saja. Srikandi sudah pasti konotasinya positif. Di masa kini ada dua sosok yang begitu mencuri perhatian khususnya warga net. Terlebih di hari Perempuan Internasional ini, saya tertarik mengulas dua perempuan pembantu presiden Jokowi di kabinet kerja Jilid II.


Siapa lagi kalau bukan Menlu Retno Marsudi dan Menkeu Sri Mulyani. Pada periode pertama Jokowi memerintah, saya pernah menuliskan bahkan tiga Srikandi sekaligus, yakni mereka berdua plus Susi Pujiastuti. Tidak perlu ngegas jika Susi tidak saya masukan lagi dalam ulasan ini. Tidak ada alasan apapun, apalagi sentimen karena Susi sekarang lebih sering main hp, bukan karena itu. Ok clear.


Baiklah, seperti biasa sebelum saya menuliskan sesuatu saya akan banyak membaca literasi terkait dengan topik yang ingin saya tuliskan. Pada sebuah liputannya, Kompas pernah menayangkan cerita ibu Menlu ini. Siapa sangka Retno dan Ani (Sapaan Sri Mulyani) adalah teman sejak masa SMA. Kini mereka bertemu kembali di ladang yang sama meski garapannya berbeda.


Retno mengaku tidak berasal dari keluarga berada, "Saya ini nobody. Boleh mimpi, tapi takut mimpinya ketinggian," ujar Retno menyebut versi dirinya pada masa lalu, dalam perbincangan virtual dengan Kompas pada medio Januari 2021. Bagi Retno, kesusahan dan keterbatasan bukanlah kata-kata kosong yang berjarak. "Itu saya jalani, bukan teori yang saya enggak kenal," ujar dia.


"Enggak punya duit, semua terbatas, dan sebagainya, saya kenal semua," tegas dia. Lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 27 November 1962, semua pendidikan yang ditempuh Retno hingga jenjang sarjana adalah di sekolah negeri. "Inggih, saya sampai SMA di Semarang. Terus, (ketika) mahasiswa saya ke Yogya," sebut dia dengan halus. Di SMAN 3 Rerno pertama kali kenal dengan Sri Mulyani Indrawati.


"Satu angkatan. Jadi, saya kenal Bu Menkeu itu sudah 40 tahunan ya," kata Retno. Namun, bukan kemudian mereka sudah runtang-runtung bersama pada waktu itu. Kegiatan mereka sewaktu SMA tidak sama, itu saja persoalannya. "Masing-masing siswa-siswi itu kan ada (kegiatan) ekskulnya. Kalau Bu Ani ke basket, saya ke Pramuka. Tapi kami kenal, kenal baik," ungkapnya.


Selanjutnya Retno memilih kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), mengambil jurusan Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Adapun Sri Mulyani bertolak ke Ibu Kota, menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI). Pertemuan kembali Retno dan Ani baru terjadi lagi ketika mereka diangkat sebagai menteri pembantu presiden Jokowi.


Ani memang lebih awal berkiprah di kabinet sejak era SBY. Jadi dari segi pengalaman, Ani lebih memiliki banyak jam terbang sebagai aparatur negara (menteri). Namun dari sisi kepribadian terutama soal ketegasan, tidak ada yang meragukan kualitas keduanya. Meski mereka perempuan dan terutama Retno yang bertubuh mungil, tapi bisa juga bersikap keras kadang tanpa kompromi.


Retno yang dikenal sebagai Menlu perempuan pertama Indonesia, misalnya, berani bersikap tegas kepada pemerintahan di negara manapun. Terutama bila terkait dengan kedaulatan NKRI. Retno juga meraih penghargaan Agen Perubahan untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan dari badan urusan perempuan PBB, UN Women, di Markas PBB, New York, Amerika Serikat pada 2017 lalu.


Pada 23 Mei 2018 lalu, Menlu Retno melakukan kunjungan kerja ke Lima, Peru. Dalam kunjungan tersebut, Menlu RI menerima penghargaan El Sol del Peru atau The Sun of Peru, dengan peringkat Grand Cross dari pemerintah Peru. Penghargaan itu diberikan kepada Menlu Retno LP Marsudi atas upayanya dalam memajukan hubungan dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Peru


Sementara Sri Mulyani seperti kita ketahui telah beberapa kali terpilih sebagai Menkeu terbaik di tingkat Asia maupun Dunia. Terakhir, dia juga memiliki keberanian menarik asset negara yang diselewengkan klan Cendana dan disimpan di bank Swiss. Ia juga punya nyali mencekal Bambang Triatmojo ke LN sebelum melunasi hutang-hutangnya kepada negara. Mafia banyak disikatnya.


Kehebatan dua srikandi Jokowi sempat mendapat pujian dari Menteri Luar Negeri Arab Saudi Ibrahim Abdulaziz Al-Assaf. Kepada Jokowi, sang Menlu mengatakan beruntung mempunyai dua menteri perempuan terbaik dunia, "Anda beruntung memiliki dua menteri perempuan terbaik di dunia, mereka sangat bersemangat," ujarnya dikutip dari Instagram Sekretariat Kabinet.

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

TAG TERKAIT :
Menlu Retno Marsudi dan Menkeu Sri Mulyani Retno Marsudi dan Sri Mulyani Retno Marsudi dan Sri Mulyani Bersahabat

Berita Lainnya