Internasional

Myanmar Semakin Bergejolak, Ratusan Pendemo Berguguran

Anas Baidowi - 16/03/2021 21:58
Demonstrasi antikudeta di Myanmar

Beritacenter.COM - Kekerasan buntut dari kudeta militer di Myanmar semakin bergejolak, ratusan korban jiwa dari pihak demonstran antikudeta berjatuhan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (16/3/2021) Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP)melacak penangkapan dan korban jiwa. AAPP mengatakan, sedikitnya 20 orang tewas dalam kekerasan hari Senin (15/3) kemarin.

"Korban meningkat secara drastis," katanya dalam pernyataan Selasa (16/3), menambahkan bahwa lebih dari 180 orang telah tewas sejak kudeta 1 Februari.

Selain memakan korban dari pihak demonstran antikudeta, beberapa orang yang tewas juga berasal dari warga sipil yang bahkan tidak berpartisipasi dalam protes. Sebagian besar tewas di Myanmar tengah, sementara setidaknya tiga orang tewas di pusat perdagangan Yangon.

Menurut AAPP, kematian di Yangon termasuk dua wanita yang ditembak di rumah mereka ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan ke jalan.

Sebelumnya, kerusuhan hari Minggu (14/3) lalu menandai satu hari paling mematikan sejak kudeta sejauh ini, dengan AFP membenarkan sedikitnya 44 orang tewas dalam kerusuhan di seluruh negeri di hari itu, termasuk aksi pembakaran dan penjarahan pabrik-pabrik China.

Kekerasan yang terjadi pada hari Minggu (14/3) tersebut juga mendapat kecaman keras dari China, yang mendesak Myanmar untuk "dengan tegas menghindari terulangnya insiden semacam itu".

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menggambarkan kekerasan itu sebagai "keji".

China "sangat prihatin akan dampak terhadap keselamatan institusi dan personel China", katanya kepada wartawan di Beijing, menambahkan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah memperkuat daerah di sekitar pabrik-pabrik yang didanainya.

TAG TERKAIT :
Berita Center Kudeta Militer Myanmar

Berita Lainnya