Di Era Jokowi, Indonesia Menjadi Mercusuar Dunia

Indah Pratiwi - 17/03/2021 12:30
Oleh : Roy Sandy
FOKUS : Jokowi

Belakangan ini topik mengenai Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh negeri yang besar ini ternyata menjadi pembincangan hangat dimana mana. Perlu kita tau juga padahal Indonesia yang kita tempati dan huni ini memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan tentunya sangat bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong ekonomi di dalam negeri ini. SDA yang melimpah ini seperti yang sudah kita tau ada miyak bumi dan gas, batu bara, bauksit, besi, nikel, CPO dan lain-lain sebagainya... Namun syaratnya, Sumber daya alam tersebut harus diolah di dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah.

Contohnya seperti mineral bauksit, setiap tahun ada jutaan ton dengan harga USD 35 per tahun. Tapi pabrik kita mengimpor ton alumina, produk turunan bauksit. Kemudian batubara yang setiap tahun Indonesia mengekspor 480 juta ton batubara mentah. Padahal jika hilirisasi industrinya maka batubara tersebut bisa diolah menjadi LPG dan avtur. Kemudian juga dengan minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya.

Kemudian juga ada nikel yang sudah berapa tahun jutaan ton kita ekspor dengan harga USD 30 per ton dalam bentuk mentah. Padahal jika diolah di dalam negeri, maka akan memberikan nilai tambah hingga beberapa kali lipat dibandingkan dijual dalam kondisi mentah. Memang ekspor lebih enak daripada industri. Mungkin hal - hal demikian tidak semua orang pahami tetapi buat para politisi, pengusaha apalagi oleh para mafia inilah ladang dan sumber pendapatan mereka.

Presiden Joko Widodo pernah sampaikan untuk membangun industri hilir di Indonesia Kita harus berhenti mengekspor bahan mentah. Karena dengan adanya hilirisasi industri dinilai akan menekan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia. Karena selama ini CAD sudah bertahun-tahun menjadi masalah bagi Indonesia. Namun masalah tersebut seolah - olah tidak segera dicarikan solusinya. Sehingga Beliau tegaskan kuncinya adalah Industrilisasi dan Hilirisasi.

Penjelasan diatas jelas seorang Jokowi tidak mabuk dengan kekuasaan. Apapun yang sedang dikerjakan olehnya, yang sedang beliau pikirkan adalah bagaimana setiap pengabdiannya kepada rakyat yang dicintainya boleh terwujudkan. Yang beliau pikirkan adalah melaksanakan setiap amanah yang telah rakyat percayakan dan harapkan boleh benar - benar menjadi karya nyata dalam membangun dan memajukan negeri ini. Mari bersama - sama kita mendukung setiap kebijakannya karena pasti yang terbaik untuk negeri ini. Karena kita tahu bahwa Presiden Jokowi itu selalu memikirkan rakyatnya dan bekerja untuk rakyatnya.

Sekarang kita semakin paham kenapa dia selalu diserang oleh setiap lawan politiknya dan beliau nyaris tak membalas sedikitpun setiap fitnah, caci maki, penghinaan dan pelecehan yang menerpanya. Kita sadar beliau memang sosok yang tenang namun sangat tegas tanpa kompromi. Dan dalam tenangnya Beliau, Dia selalu intern dalam bekerja. Jadi apapun isu yang sedang musuh2nya hembuskan dan lakukan tidak lain tujuannya hanya untuk menjatuhkannya.

Namun beliau cukup membalasnya dengan kerja nyata. Setidaknya Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah yang telah Sang Khalik berikan selama ini. karena semakin Pak Jokowi dihina, difitnah dan dilecehkan maka semakin banyak pula karya dan prestasi yang dicapai untuk negeri ini. Dan semua karya yang sudah beliau persembahkan selama menjadi Presiden dari periode pertama sampai periode kedua ini tentunya nyata bukan hoaks dan murni untuk kesejahteraan dan keadilan masyarakat Indonesia kedepannya.

Satu hal lagi yang sampai sekarang ini masih merupakan topik yang hangat ditelinga kita juga yaitu ketika Vaksin Nusantara yang atas gagasan dan karya anak bangsa Dokter Terawan dan teman2 ditolak ( katanya tak sesuai kaidah klinis ). Mungkin seketika itu kita berpikir seolah - olah Dia berjalan sendirian. Seolah - olah harapan masyarakat sirna. Bukankah seharusnya semua komponen masyarakat dan para tokoh - tokoh bangsa saling bersinergi dan saling mendukung.!!!

Namun Presiden Jokowi berkata dengan lantang untuk mencintai produk dalam negeri sekaligus benci produk asing. Tetapi disisi lainnya banyak politisi yang berpikir ke hal lainnya yang intinya tidak maksud apa pura pura tidak tau apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi waktu itu. Inilah hebatnya, bijaknya dan cerdasnya seorang Jokowi. Sosok dan karakter seorang pemimpin yang berani yang sangat dibutuhkan dan patut menjadi harapan atas negeri ini kedepannya.
Kemudian mengenai program Kemandirian Industri Nasional yang merupakan program andalan dari Presiden Jokowi. Disini ada dua tujuan,

Yang pertama agar Indonesia kedepan menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki kedaulatan dalam bidang Industri sesuai dengan Amanah UUD 1945. Dan tujuan yang kedua adalah Revolusi industri dengan merubah Indonesia sebagai negara KONSUMEN menjadi negara PRODUSEN. Kedua tujuan program pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa Bapak Jokowi seorang yang sangat genius dan brilliant.

Beberapa hari ini ada begitu banyak hal - hal baik dan tentunya merupakan kabar gembira untuk Kita semua. Beberapa perusahaan Jepang menyatakan komitmen investasi baru di sektor otomotif yang secara keseluruhan sebesar puluhan triliun rupiah. Kita tau bahwa negara Jepang adalah salah satu investor terbesar kedua di Indonesia setelah negara Singapura dengan nilai mencapai US $27,83 milyar.

Berikut ini adalah besarnya nilai dan bentuk investasi Jepang ke Indonesia:
1. HONDA
Honda berkomitmen menanamkan investasi sebesar Rp5,2 triliun hingga tahun 2024, mengembangkan kendaraan model baru termasuk kendaraan listrik, ekspansi ekspor komponen kendaraan yang diproduksi di Indonesia ke sembilan negara, di antaranya, Malaysia, Vietnam, Thailand, Pakistan, Jepang, Arab, dan tiga negara Timur Tengah lainnya.
Relokasi fasilitas produksi yang ada di India ke Indonesia, dan membuka pasar ekspor negara tujuan ekspor baru seperti Afrika Selatan, Meksiko, Amerika Utara dan Amerika Selatan
2. TOYOTA
Sebagai perusahaan yang paling besar berinvetasi sejak melakukan kegiatan di Indonesia Toyota berkomitmen merealisasikan investasi yang sudah ada yaitu sekitar Rp28 triliun hingga tahun 2023, dan memperluas pasar ekspor hingga 100 negara pada 2024 dari 80 negara saat ini.

3. SUZUKI
Suzuki berencana menanamkan investasi sebesar Rp1,2 triliun, yang menjadi basis pengembangan produk Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7 yang diperkenalkan sebagai jenis kendaraan mild hybrid dengan teknologi integrated starter generator (ISG), mengekspor model-model tersebut ke pasar Asia dan Amerika Latin.
Perusahaan tersebut juga telah memiliki roadmap EV dan menyampaikan bahwa insentif dari kebijakan pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi EV.
4. MAZDA
Mempertimbakan berinvestasi dan membangun pabrik di Indonesia, dan akan kembali melakukan pertemuan dengan pemerintah pada bulan Mei mendatang, menyampaikan harapan dapat memperoleh pasokan baterai listrik dari Indonesia.
5. SOJITZ CORPORATION
Perusahaan industri petrokimia menyampaikan minatnya untuk membangun pabrik methanol keduanya di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Teluk Bintuni, Papua,

6. MITSUBISHI
Menambah investasi Rp11,2 triliun pada akhir tahun 2025 dengan proyeksi peningkatan kapasitas produksi dari 220 ribu menjadi 250 ribu unit, mengembangkan dua model mobil listrik (EV), menambah izin ekspor produk bagi Indonesia ke sembilan negara dari 30 negara menjadi 39 negara.
Kemenperin mendorong Mitsubishi melakukan ekspor mobil ke Australia, mengingat perjanjian kerja sama dengan Australia (IA-CEPA) telah berjalan.
7. ASICS
Merelokasi 3 pabrik dari China dan memindahkannya ke Cirebon & Tegal yang akan mulai produksi Januari 2022 serta di Pemalang yang mulai produksi Maret 2023, mengekspor 90% produksi sepatu di Indonesia ke negara-negara besar seperti Amerika Serikat.

8. KEINDANREN & JETRO
Kadin Jepang mengapresiasi UU Cipta Kerja yang meningkatkan kepercayaan diri investor dan calon investor, menyadari bahwa UU tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan level kemudahan berusaha di Indonesia.
Aasosiasi pengusaha Jepang dan JETRO memberikan apresiasi terkait dengan kebijakan substitusi impor sebagai upaya pemerintah untuk memproteksi investor. Kemenperin juga mensosialisasikan penerapan instrumen lain seperti Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).
9. METI
Menjajaki proses evaluasi dan tindak lanjut Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) & New Manufacturing Industrial Development Center (New MIDEC), dan mendorong METI (Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang) untuk berinvestasi di sektor petrokimia.

Sumber : Kemenperin RI, KBRI Jepang
Mantap dan luar biasa sekali....
Sadarlah dan waraslah rakyat Indonesia. Kini semakin jelas bukan apa yang selama ini dipikirkan dan yang sedang dikerjakan oleh presiden Jokowi baik dari pagi, siang dan malam bahkan dalam lelah pun beliau tetap bekerja. Tujuannya adalah bagaimana Indonesia maju dan sejahtera, menjadi negara yang mandiri dan disegani oleh dunia dengan kerja nyata agar masyarakat Indonesia hidup bahagia dan semakin bangga dan kagum menjadi orang Indonesia. Semoga yang terbaik yang Tuhan sediakan untuk negeri yang besar ini.

Dan yang terakhir permintaan dari kami rakyat yang kecil ini. Apakah salah jika Rakyat Indonesia meminta Bapak Ir H. Joko Widodo Presiden RI lanjut 3 (tiga) Periode. Terima kasih.
SALAM MENUJU INDONESIA SEJAHTERA

Sumber : Status Facebook Roy Sandy

Berita Lainnya