Teknologi

NASA-SpaceX Terbitkan Kesepakatan Cegah Potensi Tabrakan Satelit Starlink

Aisyah Isyana - 21/03/2021 22:15

Beritacenter.COM - Badan antariksa Amerika Serikat (AS), NASA, menerbitkan kesepakatan dengan SpaceX, dibawa Undang-undang Antariksa. Adapun kesepakatan yang dibuat itu dapat memungkinkan NASA dan SpaceX untuk bekerjasama mencegah terjadinya tabrakan satelit internet Starlink.

NASA sendiri memang memiliki sepertangkat pedaman standar prihal 'penilaian konjungsi', yang pada dasanya untuk menentukan risiko pendekatan yang mungkin terjadi antara objek di ruang angkasa dan berpotensi mengakibatkan tabrakan. Adapun penilaian itu menentukan kapan dan dimana suata objek terbang.

Baca juga :

Untuk itu, NASA juga tak akan asal membiarkan siapa pun meluncurkan apa pun ke luar angkasa tanpa menghubungi pihaknya. Dalam hal ini, NASA harus mengetahui soal potensi dampak terhada asetnya di orbit, termasuk Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Kesepakatan antara NASA dan SpaceX itu secara efektif menjelaskan hal itu, lantaran SpaceX mengoperasikan Starlink, yang merupakan konstelasi terbesar yang ada di orbit pesawat ruang angkasa. Guna mecegah terjadinya konjungsi, kemitraan lebih mendalam antaran NASA dan SpaceX dinilai perlu dilakukan, seperti dikutip dari Tech Crunch.

Nantinya, perjanjian itu akan menguraikan cara-cara berbagi informasi antara NASA dan SpaceX, misalnya saat NASA memberikan info rinci dan akurat terkait misi yang direncanakan sebelumnya ke SpaceX. Dengan begitu, mereka dapat menggunakan program tindakan penghindaran otomatis Starlink dengan benar setiap misi terjadi.

Selain itu, NASA dan SpaceX juga akan bekerjasama meningkatkan kemampuan mereka untuk menilai dan menghindari insiden yang berpotensi terjadi. Mereka juga akan memberikan dukungan teknis soal bagiamana SpaceX mengurangi kecerahan fotomtrik atau reflektifitas pesawat luar angkasa Starlink dengan lebih baik.


Space X juga akan bertanggung jawab memastikan satelit Starlink-nya dapat mengelak, guna mengurangi potensi pendekatan jarak dekat dan menghindari tabrakan degnan semua aset NASA.

Poin penting lainnya dalam perjanjian tersebut adalah bahwa rencana SpaceX Starlink diluncurkan harus berada minimal 5 km di atas atau di bawah titik tertinggi dan terendah dari orbit Stasiun Luar Angkasa Internasional saat mengelilingi Bumi. Terakhir, SpaceX juga diharapkan membagikan analisisnya sendiri tentang keefektifan teknik peredupan satelitnya, sehingga NASA dapat menyesuaikan panduannya sendiri tentang subjek tersebut.

Cara NASA menyusun dokumen kesepakatan ini juga membuka kemungkinan bahwa ia dapat menggunakannya kembali untuk operator konstelasi lainnya, mengingat jumlah perusahaan yang memenuhi ruang orbit rendah Bumi nantinya akan meningkat.

TAG TERKAIT :
Nasa SpaceX Badan Antariksa Luar angkasa Antariksa Starlink

Berita Lainnya