Ekonomi

Warga Sleman Ini Meraup Untung di tengah Pandemi dari Budidaya Nila

Lukman Salasi - 22/03/2021 08:02
FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Susanto, warga asal Sleman, DIY ini menekuni budidaya ikan nila sejak lama. Ia bersama tujuh rekannya yang tergabung dalam Kelompok Budidaya Mina Taruna Garongan memilih jadi pembudidaya nila karena perawatannya yang disebut praktis dan punya nilai jual tinggi.

Ikan air tawar ini termasuk mudah untuk dibudidayakan sebab risiko kematiannya kecil. Selain itu, pengelolaan kolam-kolam budidaya nila tidak membutuhkan banyak pekerja, sehingga bisa dilakoni secara mandiri.

“Tertarik budidaya nila karena praktis. Kemudian risikonya tidak terlalu besar, tenaganya juga enggak begitu banyak. Itu poin utama dari budidaya ikan disini. Ikan nila paling gampang untuk dibudidayakan karena risiko kematiannya kecil,” ujar Susanto dikutip dari rilis resmi KKP, Sabtu (20/3/2021).

Susanto menekuni budidaya nila sejak 1998. Kolam yang tadinya hanya delapan menjelma menjadi 104 titik. Begitupun dengan anggota kelompok budidaya bertambah menjadi 29 orang.

Untung yang didapat menjadi pembudidaya terbilang tinggi. Dari setiap panen, Susanto bisa mengantongi Rp15 juta per kolam. Sedangkan anggota kelompok di rentang Rp5 juta sampai Rp8 juta.

Hantaman pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 diakui Susanto sempat mempengaruhi usaha nila konsumsi yang dilakoni. Ancaman naiknya harga pakan hingga hasil panen yang tak terserap, sempat membuatnya khawatir. Namun kekhawatiran itu berangsur-angsur hilang seiring permintaan yang terus datang dan harga pakan yang ternyata stabil.

"Ikan nila produksi kami sudah dipasarkan di berbagai tempat, baik secara eceran maupun skala besar. Pasarnya meliputi berbagai daerah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah," akunya.

Inovasi dan teknologi diakuinya sebagai unsur yang tidak bisa dipisahkan untuk memperoleh hasil panen yang maksimal dan bermutu. Berbekal pengalaman berimprovisasi, akhirnya Susanto menemukan sistem penggunaan kincir untuk meningkatkan produksi nilanya. Teknologi kincir itu dinamai “sibudidikucir”.

"Saya banyak dibantu oleh pemerintah seperti pembinaan, pendampingan, dan berbagai bentuk bantuan seperti kincir, bantuan induk, dan pelatihan. Saya berharap dukungan ini terus berlanjut," pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Berita Center KKP Budidaya Nila Perikanan Buididaya Pembudidaya Nila Warga Sleman Meraup Untung

Berita Lainnya