Opini

Jika MPR Setuju Jokowi 3 Periode, Kita Mau Apa?

Indah Pratiwi - 26/03/2021 17:20
Oleh : Sahat Siagian
FOKUS : Jokowi

Saat istirahat seperti ini, kerjaan utama saya adalah membaca sebanyak-banyaknya. Banyak yang nyumbang bacaan. Sebagian tentu saja bacaan-bacaan rohani. Di sini rasa muak bermula.

Bacaan-bacaan rohani tersebut bicara tentang kehidupan kekal, ngoceh tentang agama terakhir yang diturunkan Allah sehingga dengan demikian menjadi agama dan tuntunan paling sempurna. Giting nggak?

Mau dibilang sempurna gimana? Kesalahan redaksional, kekeliruan referensi, bangunan utama yang kacau balau, dan kenyinyiranya mengusili agama lain, sungguh jauh panggang dan betul-betul tak layak disebut sebagai ajaran sempurna.

Nah, ajaran yang lebih tua bicara tentang kehidupan kekal. Saya, yang masih belum pulih benar dari sakit, terpancing mual dan muntah melulu. Kehidupan kekal? Itu apaan sih?

Kalau kekal maka ia tak mungkin hidup. Karena hidup maka ia tak kekal. Pendeknya, sesuatu yang hidup tak mungkin kekal; sesuatu yang kekal tak mungkin hidup. Jadi, kehidupan kekal adalah produk kekusutan berpikir, lahir dari kemanjaan berfantasi ngeres dan malah terpukau serta madat olehnya.

Dua agama ini paling ngetop dengan keunggulannya, dengan keutamaanya, dengan kemahabenarannya. Tapi, gak tahu malu, semakin keras dan semakin mangap mereka jualan obat, semakin lekas ketololan kekosongan, dan kekeliruan dasar ajaran ajaran mereka terpamerkan.

Kita sering banget salah gabluk. Agama jadi gak jelas bahkan salah dasar dari sononya. Konstitusi juga ngapung nggak tahu kemana, bakal mendarat entah di mana.

Jokowi bilang, saya setia kepada konstitusi, tak pernah terpikir untuk menjadi presiden 3 periode.

Goblok nggak tuh? Sorry, kali ini saya terpaksa membilang Jokowi goblok.

Konstitusi adalah kewenangan MPR, bukan urusan presiden--mau atau nggak mau, suka atau nggak suka. Begitu konstitusi ditetapkan, diubah, diamandemen, diperbarui, tugas Presiden adalah menjalankannya..., bukan mempersoalkannya.

Jadi, kalau tahun depan MPR, misalnya, bersidang dan dari sana ditetapkan bahwa seseorang boleh menjabat sebagai presiden selama 3 periode, tugas Jokowi adalah melaksanakannya, bukan mempersoalkannya, bukan juga bersumpah tujuh turunan bahwa dia tak pernah berniat ke arah sana. Apa urusannya?

MPR ini adalah MPR yang legitimate, yang shahih. Produk apa pun yang dibuat dan disusunnya tak bisa ditolak. Keanggotaan MPR didapat dari pemilu yang sah dan diakui.

Anda boleh saja enggak suka Jokowi menjadi presiden selama 3 periode. Tapi kalau MPR mengamandemen sejumlah ketentuan dan lalu menetapkan Jokowi menjadi presiden untuk kali yang ke-3, Anda harus nurut. Kalau nggak, Anda itu gombal, goblok dan nggak ngerti aturan.

Itu sama begonya dengan "kehidupan yang kekal" serta ungkapan "tuntunan paling sempurna".

Gombal semuanya. Kita Lahir dan tumbuh di masyarakat hilang ngatan.

Sumber : Status Facebook Sahat Siagian

TAG TERKAIT :
Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Jokowi Orang Jujur Jokowi 3 Periode Jokowi Tiga Periode

Berita Lainnya

ORBA REBORN

Opini 05/05/2021 18:15