Politik

Moeldoko Ngaku Jadi Ketum Demi Selamatkan Partai, PD : Ini Penyesatan Opini!

Ini bentuk penyesatan opini. Moledoko mencoba membangun kesan seolah menjadi aktor pasif yang menerima pinangan, namun kenyataan yang didukung oleh banyak bukti ia adalah aktor aktif sekaligus aktor kunci yang menggunakan mantan-mantan kader Partai Demokrat sebagai operator yang tergabung dalam gerombolan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat

Aisyah Isyana - 28/03/2021 21:35

Beritacenter.COM - Moeldoko menyebut dirinya didaulat menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) versi KLB, untuk menyelamatkan partai. Menanggapi hal itu, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, menyebut pernyataan Moeldoko sebagai sesuatu penyesatan opini.

"Ini bentuk penyesatan opini. Moledoko mencoba membangun kesan seolah menjadi aktor pasif yang menerima pinangan, namun kenyataan yang didukung oleh banyak bukti ia adalah aktor aktif sekaligus aktor kunci yang menggunakan mantan-mantan kader Partai Demokrat sebagai operator yang tergabung dalam gerombolan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD)," ujar Kamhar melalui keterangan tertulisnya, Minggu (28/3/2021).

Baca juga :

Selain itu, Kamhar juga menyebut operasi politik yang dilakukan Moeldoko ini bukan kali pertama yang dilakukannya. Dia menyebut, hal itu juga pernah dicoba Moedoko di Partai Golkar, PPP, dan Hanura.

"Operasi politik seperti ini bukan pertama kalinya oleh Moeldoko untuk memenuhi syahwat politiknya. Sebelumnya pernah mencobanya di Partai Golkar, PPP, Hanura dan PAN namun semuanya tidak berhasil karena partai-partai tersebut adalah bagian dari koalisi pemerintah sehingga tak berhasil karena pergerakan Moeldoko bisa merusak konstelasi dan hubungan partai koalisi dengan pemerintah. Akan berbeda dampaknya jika operasi ini dilakukan terhadap Partai Demokrat yang berada di luar koalisi Parpol pendukung pemerintah," katanya.

Dalam hal ini, Kamhar menyebut Moeldoko sebagai aktro aktif yang menghalalkan segala cara dan mengabaikan konstitusi partai. Moeldoko disebut mengabaikan aturan demi mencapai ambisinya.

"Jadi kami tegaskan bahwa Moeldoko adalah aktor aktif yang menghalalkan segala cara, mengabaikan konstitusi Partai Demokrat dan berbagai peraturan perundangan serta regulasi lainnya untuk memenuhi ambisi politiknya," katanya.

Selain itu, Kamhar juga menyebut Moeldoko telah melakukan pembodohan publik dengan mengklaim menjadi ketum versi KLB dengan narasi menyelamatkan partai.

"Moeldoko mencoba melakukan pembodohan publik dengan mempresentasikan alasan pengambilalihan untuk penyelamatan Partai Demokrat. Sepertinya ia tak mengerti dan memahami apa yang disampaikannya. Logika ini bisa diterima jika Moeldoko memiliki modal politik atau rekam jejak yang istimewa sehingga kehadirannya bisa mendokrak naik elektabilitas Partai Demokrat sebagaimana dulu SBY pada 2004 dan 2009 yang elektabilitasnya sangat tinggi sehingga Partai Demokrat menerima limpahan elektoral," katanya.

Sekedar diketahui, Moeldoko turut angkat bicara soal terpilihnya dirinya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat hasil KLB. Dia menyebut telah terjadi kekistruhan dalam Partai Demokrat. Telah terjadi pertarungan ideologis di tubuh Partai Demokrat jelang Pemilu 2024, dimana pertarungan itu dilakukan secara terstruktur.

"Saya orang yang didaulat untuk memimpin Demokrat. Kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh Demokrat," ujar Moeldoko melalui posting-an Instagram resminya, @dr_Moeldoko, Minggu (28/3/2021).

"Terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024. Pertarungan ini terstruktur dan gampang dikenali, ini menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia Emas 2045," jelas Moeldoko.

Moeldoko menyebut tindakan KLB itu tak hanya untuk menyelamatkan partai, namun juga untuk menyelamatkan bangsa. "Ada kecenderungan tarikan ideologis itu terlihat di tubuh Demokrat, jadi ini bukan sekedar menyelamatkan Demokrat, tapi juga menyelamatkan bangsa," jelasnya.

Atas dasar itulah, Moeldoko menerima permintaan sebagai ketua umum dan memimpin Partai Demokrat. "Itu semua berujung pada keputusan saya menerima permintaan untuk memimpin Demokrat, setelah tiga pertanyaan yang saya ajukan kepada peserta KLB," pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Politik Partai Demokrat Moeldoko Kudeta Demokrat Kamhar Lakumani Demokrat KLB

Berita Lainnya