News

Bomber Makassar Tinggalkan Wasiat, Golkar : Islam Tak Ajarkan Bunuh Diri, Itu Cara Pandang Ekstremis

Islam tidak mengajarkan kita untuk bunuh diri dalam perjuangan. Jihad bukan dengan cara-cara seperti itu. Oleh karena itu, dari surat wasiat ini jelas mencerminkan cara pandang keagamaan ekstremistis

Aisyah Isyana - 31/03/2021 11:18
FOKUS : Terorisme

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar Ace Hasan Syadzily, angkat bicara soal pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Lukman (29), yang meninggalkan surat wasiat untuk pihak keluarga. Ace menyebut tindakan pelaku bom di Makassar dilakukan atas dasar pemahaman keagaamaan yang keliru.

"Saya kira jelas bahwa pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar ini sadar dengan apa yang dilakukannya. Tindakan yang dilakukannya merupakan pilihan ideologis atas dasar pemahaman keagamaan yang keliru," ujar Ace Hasan kepada wartawan, Rabu (31/3/2021).

Baca juga :

Soal aksi nekat bom bunuh diri di depan gereja, Ace menilai pelaku bomber meyakini apa yang dilakukannya sebagai jalan menuju surga. Pelaku bomber dinilai melakukan bom bunuh diri yang dianggapnya sebagai jihad dan jalan yang menuju surga yang jelas keliru.

"Dia berkeyakinan dengan bunuh diri di depan gereja itu akan membawanya ke surga. Pandangan ini jelas sekali sangat keliru," ucapnya.

Ace menilai, pandangan keagamaan yang salah kaprah ini perlu diluruskan. Terlebih, Islam juga tak pernah mengajarkan umatnya untuk bunuh diri. "Islam tidak mengajarkan kita untuk bunuh diri dalam perjuangan. Jihad bukan dengan cara-cara seperti itu," ujarnya.

"Oleh karena itu, dari surat wasiat ini jelas mencerminkan cara pandang keagamaan ekstremistis. Pihak kepolisian dapat menelusuri dari mana pengetahuan keagamaan pelaku bom ini didapatkan," imbuhnya.

Sebelumnya, media sosial juga sempat dihebohkan dengan foto surat wasiat yang disebut miliki Lukman (26), yang viral beredar di media sosial. Polisi membenarkan jika surat wasiat itu milik Lukman, pelaku bomber di depan Gereja Katedral Makassar.

"Iya (surat wasiat beredar di media sosial benar milik Lukman)," singkat Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dimintai konfirmasi, Selasa (30/3).

Surat wasiat itu didapat polisi sat melakukan penggerebekan di rumah kontrakan Lukman dan Ibunya, di Jalan Tinumbu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Senin (29/3).

"(Surat wasiat tersebut diamankan) sama Densus," kata Zulpan.

TAG TERKAIT :
DPR Bom bunuh diri Ace Hasan Syadzily Bom Makassar Surat Wasiat Bomber Makassar Bomber Depan Gereja di Makassar Komisi VIII

Berita Lainnya