Politik

Saat Demokrat Lapangkan Dada Buka Pintu Maaf Bagi Kubu Moeldoko yang Menyesal

Pintu maaf kami selalu terbuka untuk kader maupun mantan kader yang benar-benar menyesal dan berniat kembali membangun partai ini secara bersama-sama

Aisyah Isyana - 02/04/2021 09:45

Beritacenter.COM - Pemerintah resmi menolak hasil kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang. Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut pihaknya membuka pintu maaf bagi kader ataupun mantan kader kubu Moeldoko yang menyesal.

"Pintu maaf kami selalu terbuka untuk kader maupun mantan kader yang benar-benar menyesal dan berniat kembali membangun partai ini secara bersama-sama," kata Kepala Bamkostra PD Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Baca juga :

Meski menyebut akan membuka pintu maaf, Herzaky menyebut ada konsekuensi yang harus diterima bagi para kader. Menurutnya, ada disiplin organisasi yang harus dijalankan dan ditegakkan.

"Hanya, setiap tindakan tentunya ada konsekuensi. Ada disiplin organisasi yang harus ditegakkan. Tindakan pengkhianatan dan berusaha menghancurkan Partai Demokrat, tentunya tidak mendapat tempat di organisasi ini maupun di hati kader kami di seluruh Indonesia," ujarnya.

Adapun disiplin yang dimaksud, yakni pemecatan terhadap kader. Seperti yang telah dilakukan terhadap Jhoni Alem dkk. "Pemecatan salah satunya untuk kader. Dan, sudah terjadi itu, seperti kepada 7 mantan kader kami yang jadi otaknya," tuturnya.

Untuk diketahui, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sebelumnya telah menyatakan jika pemerintah menolak permohonan hasil KLB Partai Demokrat kubu Moeldoko. Hal itu dilakukan lantaran terdapatnya dokumen yang tidak lengkap.

"Dari hasil pemeriksaan dan/atau verifikasi terhadap seluruh kelengkapan dokumen fisik, sebagaimana yang dipersyaratkan masih ada beberapa kelengkapan yang belum dipenuhi," kata Menkumham Yasonna Laoly saat konferensi pers virtual, Rabu (31/3).

Adapun dokumen yang belum dilengkapi antara lain soal DPC, DPD, hingga surat mandat. Atas pertimbangan itu, pemerintah memutuskan untuk menolak permohonan hasil KLB Partai Demokrat di Deli Serdang.

"Dengan demikian, pemerintah menyatakan bahwa permohonan hasil kongres luar biasa di Deli Serdang tanggal 5 Maret 2021 ditolak," ujar Yasonna.

Sementara itu, keputusan pemerintah menolak hasil KLB di Deli Serdang, turut diapresiasi Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia mengaku bersyukur atas putusan itu dan mengucapkan terima kasih kepada Jokowi.

"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, yang telah menunaikan janji pemerintah untuk menegakkan hukum dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya dalam kasus KLB yang ilegal dan inkonstitusional ini," ucap AHY.

TAG TERKAIT :
Politik Agus Harimurti Yudhoyono AHY Moeldoko KLB Demokrat Demokrat Kubu Moeldoko

Berita Lainnya