Nasional

Terkuak Fakta Baru FPI Benar-benar Kelompok Teroris

Indah Pratiwi Budi - 07/04/2021 09:51

Organisasi kemasyarakatan (ormas) yang telah dilarang pemerintah, Front Pembela Islam (FPI), kembali menjadi sorotan publik. Penangkapan beberapa orang terduga teroris yang merupakan anggota dan simpatisan FPI menjadi babak baru bagi FPI sebagai ormas teroris. Fakta-fakta yang ada sebelumnya dan fakta baru yang tengah terjadi saat ini, kian menegaskan bahwa FPI merupakan organisasi teroris.

Sebagaimana kita ketahui, FPI adalah salah ormas yang secara tegas pernah mendukung kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan Al-Qaeda. Bahkan, pada 2014 lalu, Dewan Pimpinan Pusat FPI secara resmi mengeluarkan maklumat yang isinya mendukung pimpinan Al-Qaeda Ayman Az-Zawahiri dan Muhammad Al-Jaulani. FPI juga mendukung seruan dan nasihat pimpinan ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi untuk berjihad bersatu dan bersaudara dengan segenap Muslim di seluruh dunia untuk melanjutkan jihad di Syria, Iraq, Palestina dan negeri-negeri Islam lainnya.

Dukungan FPI terhadap ISIS juga diperkuat oleh video yang ditayangkan oleh pemerintah saat konferensi pers pelarangan dan pembubaran FPI di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta. Dalam tayangan video tersebut, memuat orasi Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang berisi dukungannya terhadap ISIS. Ia mengatakan, “Apa yang baik dari ISIS kita akui. Cita-cita mulianya menegakkan syariat Islam, hal yang baik. Cita-cita mulianya untuk menegakkan Khilafah Islamiyah hal yang baik,” begitu kata MRS, seperti yang ditampilkan dalam konferensi pers pelarangan FPI.

Lebih lanjut, seruan jihad bela Islam dan ulama yang kerap disampaikan oleh MRS juga menjadi bukti bahwa FPI merupakan organisasi yang menghalalkan kekerasan dan aksi terorisme. Pasalnya, jihad adalah salah satu doktrin utama yang digunakan oleh para teroris sebagai dalih pembenaran atas aksi kekerasan dan teror yang mereka lalukan. Sebagaimana disebut oleh Abdul Wahab Jamil (2019), jihad merupakan doktrin teroris yang digunakan mereka untuk melawan orang-orang atau kelompok yang dianggapnya kafir. Yang mana, dalam praktinya jihad dilakukan dengan cara-cara destruktif dan ofensif, baik dalam kekerasan fisik, pembunuhan, penyanderaan, sampai pengeboman. Ironisnya, mereka meyakini hal itu sebagai bagian dari jihad yang diperintahkan oleh agama.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman, juga diduga kuat telah terlibat dalam jaringan teroris ISIS di Makassar. Hal itu didasarkan pada pengakuan dua simpatisan FPI Makassar yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri bahwa mereka pernah mengikuti acara baiat kepada ISIS pada tahun 2015 silam. Mereka menegaskan bahwa Munarman hadir dalam acara pembaiatan tersebut.

Fakta-fakta di atas, setidaknya menunjukkan kepada kita bahwa FPI merupakan organisasi yang pernah mendukung dan terlibat dengan kelompok jaringan teroris. Namun demikian, fakta baru saat ini mengungkapkan bahwa FPI tidak hanya mendukung dan terlibat dengan kelompok jaringan teroris, tetapi FPI merupakan kelompok teroris itu sendiri. Kenapa demikian?

Pertama, ditemukannya atribut dan kartu keanggotaan FPI di rumah terduga teroris. Dalam penggerebekan rumah terduga teroris, Husein Hasni, yang dilakukan oleh anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri di Condet, Jakarta Timur pada Senin (29/03/21), polisi menemukan sejumlah atribut FPI, seperti jaket berwarna hijau, bendera, dan sejumlah buku. Bahkan, ditemukan pula kartu keanggotaan yang tertera jelas foto dan nama si pemilik kartu.

Berbarengan dengan itu, polisi juga menangkap terduga teroris di beberapa tempat, seperti di Ciputat, polisi menangkap Ahmad Junaidi (AJ) yang juga merupakan anggota FPI. Di kediaman AJ, polisi juga menemukan atribut FPI. Penemuan atribut FPI ini menunjukkan bahwa FPI merupakan sarang kelompok teroris.

Kedua, pengakuan para anggota simpatisan FPI yang tengah merakit bom dan akan meledakkannya dalam sebuah aksi. Pengakuan tersebut di antaranya datang dari Husein Hasni. Bahkan, ia mengaku tempat tinggalnya sering menjadi pembuatan bom. Dengan kata lain, ia telah menfasilitasi aktivitas terorisme di rumahnya.

Pengakuan lain juga datang dari terduga teroris lainnya, seperti Ahmad Junaidi, Zulaimi Agus, Bambang Setiono, dan Wiloso Jati. Mereka semua mengaku sebagai anggota dan simpatisan FPI dan tergabung dalam pengajian yang dipimpin oleh Husein Hasni. Zulaimi Agus sendiri mengaku mengajarkan tahapan membuat peledak kepada mereka semua, termasuk Bambang Setiono yang merencanakan aksi penyerangan kepada SPBU untuk menuntut bebas MRS.

Berdasarkan fakta-fakta baru di atas, maka kita bisa menyimpulkan bahwa FPI memanglah organisasi teroris. Data dan fakta telah menunjukkan dengan jelas, FPI diisi oleh orang-orang yang siap menebar teror dengan bom yang telah mereka rakit dan persiapkan. Data dan fakta ini sekaligus menepis dugaan FPI bukanlah organisasi teroris, sebagaimana disampaikan oleh pengamat terorisme, Sidney Jones.

Maka dari itu, saya mendukung Densus 88 Antiteror Polri untuk segera menangkap seluruh pentolan dan anggota FPI yang terduga teroris serta terbukti terlibat dalam perencanaan aksi teror. Deteksi dini terduga teroris ini menjadi penting guna mencegah terjadinya aksi kekerasan dan terorisme sekaligus memberi rasa aman dan nyaman kepada rakyat dalam menjalankan aktivitasnya.

Singkatnya, fakta-fakta yang ada sebelumnya dan fakta baru yang ada saat ini menguatkan sekaligus menegaskan bahwa FPI merupakan orgasasi teroris. Tampaknya, ucapan Gus Dur tempo dulu tentang FPI adalah teroris lokal, memang benar adanya. Semua fakta-fakta di atas merupakan bukti yang nyata.

 

Sumber : kadrun.id

TAG TERKAIT :
Terorisme Kelompok radikal Kelompok teroris Bahaya Laten Radikalisme FPI Tukang Hoaks FPI Teroris Front Pembela Islam (FPI) Teroris Simpatisan FPI FPI Tukang Ngebom FPI Ormas Teroris FPI Ormas Radikal

Berita Lainnya